Janda Kembang

Janda Kembang
Rahasia tersembunyi


__ADS_3

''Ali??''


''Hah??''


''Ayo masuk! Mbak udah masak! karena mbak tau, jika Rani akan pulang hari ini! Ayo.. oh iya, Ali?? Mana putra ku?? Apakah ia sudah memberi kabar pada mu, jika ia akan datang setelah masalahnya selesai??'' tanya ibu Saras sembari menatap Paman Ali.


Paman Ali yang di tatap oleh ibu dan anak itu menjadi gugup. Tangannya berkeringat dingin. Ia menjadi gelisah.


''Ada apa?? Apakah putra ku tidak mengabari mu Ali??'' tanya nya lagi


Membuat kening Rani lagi dan lagi berkerut.


''Tunggu dulu! Ini ada apa sih?! Dari tadi ibu ngomongin putra. Putra siapa? Dan yang mana?? Apakah ada yang terlewat hingga aku tidak tau??'' sela Rani membuat Paman Ali bertambah gugup.


Sedangkan ibu Saras kebingungan. ''Ali???''


''I-it-itu... a-aa-aku... ehm.. ma-maksudnya.. ka-kalau...'' paman Ali bingung harus berbicara apa.


Jika ia berbicara, itu akan membuat Rani mengetahui satu rahasia yang selama ini di tutupi nya.


''Ada apa Paman??'' tanya Rani lagi.


Paman Ali berusaha menormalkan detak jantungnya yang terus berdetak tak karuan. Ia berulang kali mencoba membuang nafasnya.


''Sudahlah! Ayo kita makan! Paman sudah lapar! Ayo Mbak! Aku mau makan masakan Mbak yang enak itu!'' seru paman Ali.


Ia sengaja mengalihkan perhatian Rani agar tidak bertanya lebih lanjut.


Setelah nya mereka bertiga duduk lesehan di lantai dan menyantap makanan yang sudah di sediakan oleh Ibu Saras.


Selesai makan, Rani mengangkat semua piring kotor untuk di cucinya. Sedangkan Ibu Saras ke belakang dan mengambil sepiring kue untuk di suguhkan kepada Ali.


Ia celingukan melihat Rani. Sedang yang di celinguki sedang sibuk mencuci piring bekas makan mereka tadi.


''Kesempatan untukku! Aku mau tanya tentang putra ku padanya! mumpung Rani sedang mencuci piring, jadi ia tidak akan tau.'' gumam nya pada diri sendiri.

__ADS_1


''Ali!'' serunya membuat paman Ali terkejut dari lamunannya.


''Eh? Apa Mbak?''


''Bagaimana kabar putra ku itu, apa masih diluar negeri?? Apakah dia sudah mendapatkan buktinya?'' tanya dengan sesekali celingukan ke belakang.


Takutnya Rani muncul, pada saat mereka sedang berbicara serius.


''Belum Mbak.. sabar ya.. dia juga sedang berusaha! Untuk Rani, Mbak nggak usah pusing. Karena pemuda itu sudah menceraikan nya pada hari ini! Makanya Rani saya antar Rani pulang.'' sahut Paman Ali.


''Iyakah?? kalau begitu ini berita bagus! Alhamdulillah sekali putri ku bisa terbebas dari ketiga pembunuh itu. Aku lebih senang dengan putra ku itu. Setelah semuanya terungkap, aku akan menikahkan mereka berdua. Untuk sekarang, biar lah seperti ini. Tapi...''


''Tapi apa Mbak??''


''Tapi aku takut, jika suatu saat mereka tidak terima dengan perbuatan putra ku itu. Apa yang akan terjadi selanjutnya?? Apakah kejadian yang sama akan terulang kembali Ali??'' tanya nya dengan cemas.


Walau sesekali melihat kebelakang. Paman Ali menghela nafasnya yang terasa berat.


''Biarkan mengalir seperti air Mbak.. kita tidak bisa melawan arus. Jika memang sudah seperti itu keadaannya, maka kita harus terima apapun konsekuensinya! Yang penting, Rani sudah terlepas dari para pembunuh itu!'' ketus paman Ali.


''Ya, kau benar! sekarang tugas kita adalah menjaga Rani. Karena kuncinya ada pada Rani dan putra ku itu. Katanya Rani sudah mendapatkan kunci untuk peti itu? Apakah benar??''


''Putra ku yang mengatakan nya! Dia sudah mendapatkan nya secara cuma-cuma! Nyai menir itu sudah memberikan nya kepada Rani, sebagai hadiah dari ibu mertuanya.'' sahut ibu Saras.


''Begitu kah?? Lalu, apalagi yang di butuhkan untuk membuka peti itu??'' selidik paman Ali lagi.


''Semua nya sudah lengkap! Hanya tinggal bukti akurat yang akan di bawa pulang oleh putra ku itu. Kita tunggu saja!''


''Tapi Mbak.. apakah peti itu sudah ada? Atau mungkin sudah di ambil dia?? Karena jika peti itu masih ada pada pembunuh itu, maka akan sulit bagi kita untuk membukanya.''


''Kamu tenang saja Ali.. putra ku itu sangat cerdas! Putraku itu sudah menyimpan di tempat yang tidak di ketahui oleh siapapun! Ia sudah mewanti-wanti diriku, agar berhati-hati jika mereka datang kesini untuk mengambilnya, oleh karena nya putraku sengaja menyembunyikan peti itu di tempat yang aman.'' imbuhnya.


''Kau tau Ali?? Jika bukan karena dirinya mungkin aku sudah gila beneran selama ini! Kau tau? Dia pura-pura terkejut, saat bertemu Rani di Mall dan juga pura-pura terkejut jika Rani adalah sepupunya! Sungguh, putraku itu sangat pandai berakting. Jika bukan karena permintaan nya untuk mengijinkan Rani menikah dengan pembunuh itu, maka aku tidak akan mengijinkan nya! Dan Alhamdulillah nya, Rani sudah terlepas dari ikatan tak direstui itu!'' ujarnya begitu menggebu-gebu. Kemudian ia terkekeh mengingat putra nya itu.


''Kalu dipikir sih Mbak.. kayaknya kejadian yang di alami Rani ketika dipasar tadi memang ada sangkut pautnya dengan mereka. Aku curiga! jika memang ini sudah di rencanakan oleh mereka bertiga. Terlepas jika Fatih sangat mencintai Rani, tak menutup kemungkinan kan jika Fatih juga andil dalam masalah ini??''

__ADS_1


''Ya, kamu benar! Biarkan saja! Toh, itu memang rencana kita sedari awal kan?? Jadi tidak usah menyesali nya Ali! Semua ini demi kakak mu! Jika bukan karena nya aku tidak sudi berbesan dengan pembunuh suami ku! Kecuali putra ku itu. Dia memang terlahir dari rahim pembunuh itu, tapi aku yang menyambut ketika pertama kali di lahirkan! Dan aku juga yang mengurusnya hingga ia dewasa seperti sekarang ini. Aku tau siapa putra ku itu Ali. Dia berbeda dengan mereka bertiga! Karena saat pembunuhan itu terjadi dialah yang jadi penyelamat kami berdua, hingga berhasil bertemu dengan Mbak Risma! Jika bukan karena nya, maka kami berdua pasti sudah tewas saat itu! Sungguh dia adalah anugerah serta penyelamat bagi kami! Sekarang pun dia juga yang akan meneruskan perjuangan kakak mu dulu Ali! Aku sangat menyayangi putra ku itu! Andai dia disini... aku sangat merindukan nya..'' lirih ibu Saras.


Sedangkan seseorang di balik tembok berdiri mematung.


''Dia?? Putra?? Siapa?? Siapa yang Ibu maksud?? Dan juga paman mengetahui nya?? Ada rahasia apa sebenarnya?? Hingga aku tidak boleh tau??'' gumamnya pada diri sendiri.


''Bersabarlah Mbak.. semua akan indah pada waktunya. Semoga dia cepat menemukan bukti akurat itu. Jika tidak terbawa oleh seorang pembeli kopi dari luar negeri itu, mungkin saat ini seluruh harta Abang pasti sudah habis di ambil oleh mereka semua. Aku harap, kali ini dia berhasil Mbak.. karena ini adalah jalan pembuka untuk kalian segera meninggalkan tanah Jawa ini dan pergi ke kota Medan. Karena disanalah tanah kalian yang sebenarnya! Dan juga makam Bang Alam yang asli ada di Medan bukan??''


Deg.


Deg.


Deg.


''A-a-apa?!''


💕


Hayoooo.. makin seru loh..


Cerita ini nggak akan banyak bab nya ya..


Setelah apa yang di cari putra ibu Saras dapat dan terbongkar maka cerita ini akan tamat.


Sedikit lagi, pantengin terus ya!


Tapi jangan khawatir.. othor udah siapin sekuel nya kok. Tenang aja!


Cerita othor memang beda dari yang lain ya! jangan membandingkan dan juga menghujat othor.


Karena setiap karya itu, punya ciri khas tersendiri.


Othor hanya minta like dan komen. aja yang banyak!


Dan juga, kalau udah hari Senin, sedekah poin ya buat othor? biar othor tambah semangat lagi

__ADS_1


Oke?? bye!


TBC


__ADS_2