Janda Kembang

Janda Kembang
Bab 125


__ADS_3

"Hargai Zakia sebagai kakak ipar kamu, Dinda. Jangan berbuat ulah, kamu pasti tau seperti apa watak Zidan yang sebenarnya. Bukan berarti dia diam tidak bertindak, tapi belum. Sebagai sesama keturunan Al Fatih harusnya kamu tahu seperti apa karakter setiap anggota keluarga ini" Teguran keras Al Fatih berikan pada Dinda.


Dinda hanya mampu menunduk kan kepalanya. Ini pertama kalinya dirinya di tegur sedemikian rupa oleh Al Fatih, di depan keluarga pula. Tanpa Al Fatih sadari jika tindakannya itu malah memupuk kebencian Dinda pada Zakia menjadi semakin besar.


Pesona Zidan memang luar biasa, tidak hanya orang luar yang akan terperangkap dari pesona singa muda Al Fatih ini. Bahkan sepupunya sendiri juga ikut masuk dalam perangkap tersebut.


Tak heran, apalagi semenjak mengenal Zakia. Zidan benar-benar merombak cara berpakaiannya. Yang biasa hanya menggunakan kemeja dengan dipadu celana atau kaos dengan balutan jaket. Sejak mengenal Zakia yang merupakan fangirl garis keras itu merubah penampilannya layaknya oppa-oppa Korea. Menambah kadar pesona Zidan saat menggunakan baju non formal.


...****************...


"Aku gak suka sama sepupu Zidan yang itu, tantenya juga. Kalau gak inget di rumah orang, udah aku hajar dua orang itu" Omel Nita untuk kesekian kalinya setelah mobilnya meninggalkan pekarangan rumah besar menantunya itu.


"Sabar, Bun. Biarkan Tania yang mengurus sepupu Zidan itu, Ayah yakin Tania pasti senang bermain kali ini. Apalagi modelan gadis angkuh dan manja seperti gadis itu" Timpal Arya.


Ingatlah jika kedua orang tua Tania ini bukan orang tua yang memiliki hati yang selalu baik. Mereka memiliki prinsip tidak akan melukai jika tidak dilukai. Bahkan Tania sendiri tidak bisa menghentikan kedua orang tuanya jika sudah bertindak. Hingga kini mereka menemukan pawang untuk kedua orang tua itu.


"Tapi gimana kalau Kia malah ngehalangin, Yah? " Nita sempat ragu untuk memberi pelajaran pada Dinda, mengingat bagaimana baiknya anak bungsunya itu.


Tanpa Nita ketahui jika Zakia bisa bertindak kejam namun dengan cara yang halus dan berkelas. Zakia mampu memukul lawan tanpa diketahui. Hingga tanpa keluarga Lawrence dan Wijaya sadari jika Zakia membuka kembali kasus Aryo yang sudah ditutup. Saking halusnya pergerakan Zakia bahkan media tak mengetahui jika semua pelaku yang terlibat dalam kecelakaan yang menimpa orang tuanya saat itu sudah mendekam dibalik jeruji besi.


Tidak ada yang tahu jika kacaunya harga saham beberapa saat lalu adalah ulah Zakia yang menekan beberapa perusahaan yang dulunya menjadi rival bagi Lawrence dan Wijaya.


"Berarti Zakia akan membalasnya sendiri"


"Ayah tidak tahu Bunda, anak itu terlalu misterius. Bunda tak akan percaya jika Zakia menjalankan beberapa tender besar sekaligus" Nita membola tak percaya mendengar penuturan suaminya.


"Benarkah? "


"Ya, bahkan tender yang Tania gagal dapatkan dilibas habis oleh Zakia. Tampaknya anak itu sedikit kesusahan mengatur jadwal nya kali ini" Arya tampak terkekeh mengingat laporan bawahannya mengenai Zakia yang tampak tertekan itu.


"Bantu dia Yah, bukan menertawakannya" Sungut Nita dengan kesal.


"Harusnya Bunda mengkhawatirkan Ayah saat ini"


"Bukannya Bunda harus mengkhawatirkan Zakia yang jelas sedang kesusahan, daripada Ayah yang duduk santai di cabang utama? "


"Karena Ayah yakin Zakia akan ditarik ke sisi Zidan tidak lama lagi. Secara otomatis Ayah yang akan meneruskan apa yang sudah Zakia buat" Arya tampak menghela napas pelan.


"Sepertinya Tania juga sudah mempersiapkan diri untuk masuk ke kantor"


"Albert mengijinkannya? "


"Ya, Albert sendiri yang mengatakan. Tania mengeluh bosan di rumah terus menerus, dia ingin ke perusahaan. Jika tidak bekerja setidaknya menyumbangkan ide atau melakukan apapun asal dia tidak bosan"


"Biarkan saja dia dengan kemauannya. Sekarang Tania dan Alesha memiliki Zakia sebagai backingan kuatnya. Jika tak ingin singa muda itu mengamuk, kita harus bersikap baik pada dua singa lainnya" Arya kembali terkekeh saat menyamakan ketiga putrinya dengan singa itu


...****************...

__ADS_1


Zidan kembali memandang wajah lelah sang istri. Zidan mengabaikan sikap kurang ajarnya yang langsung membawa Zakia tanpa ijin tadi. Selain rasa rindunya yang begitu menggebu, Zidan cukup terusik dengan wajah lelah sang istri. Bahkan Zakia langsung tertidur begitu saja tadi.


Zakia bergerak kecil saat Zidan mengelus kepalanya dengan lembut.


"Eunghh" Lenguhnya. Membuka kelopak matanya dengan perlahan.


"Kenapa bangun, hmm? " Suara lembut yang Zakia rindukan terdengar begitu dekat di telinganya.


Zakia mengambil tangan Zidan yang mengelus kepalanya, dan menciumnya perlahan. Zidan hanya bisa tersenyum, jika menurut pasangan lain ini tidak romantis. Namun bagi Zidan, ini lebih dari romantis. Zakia begitu menghargainya, bukannya Zidan sudah mengatakan jika posisi mereka sama.


"Mau apa, hmm? "


"Kia mau mandi dulu, gerah. Tadi Kia belum sempet mandi langsung kesini"


"Mandi nanti aja, kamu keliatan banget kalau capek, sayang"


"Tapi gerah" Rengeknya dengan puppy eyes andalannya.


"Iya sudah iya, Mas siapin airnya dulu ya" Pergerakan Zidan terhenti saat Zakia menarik tangannya.


Zakia menggeleng pelan, matanya kembali tertutup dengan wajah cemberut. "Kia bisa sendiri, bantu Kia bangun aja terus anterin ke kamar mandi"


Zakia benar-benar lelah dan merasa lemas kali ini. Namun saat memasuki kamar, rasa gerah menghampiri dirinya. Mengusik tidur nyenyaknya, maka dari itu dirinya memutuskan untuk mandi sebelum melanjutkan acara tidurnya.


"Mandi dibawah shower aja ya, jangan berendem. Nanti kamu ketiduran di dalam" Zakia hanya mengangguk saat Zidan mulai menggendong dirinya.


"Bilangin ke mereka Kia minta maaf gitu, besok atau lusa Kia pulang. Gak papa kan Mas? " Zakia mulai membuka hijabnya.


"Nanti Mas temani" Menatap Zakia dari pantulan cermin. "Ya udah Mas keluar ya" Zakia hanya mengangguk saat Zidan memberi ciuman singkat di pelipisnya.


Zidan langsung keluar dari kamarnya. Menuruni anak tangga dengan langkah pelan. Dirinya menaikkan sebelah alisnya saat tak mendapati keberadaan mertuanya disana.


"Kamu cari mertua kamu? " Tanya Farida saat melihat Zidan berdiri di anak tangga terakhir.


"Mereka sudah pulang, sebaiknya besok kalian pulang ke rumah mertua kamu dulu. Nanti Ayah sama Ibu akan menyusul untuk permintaan maaf kejadian hari ini" Sambung Al Fatih, Zidan hanya mengangguk dan melanjutkan langkahnya.


Danis dan Zainal ikut bangkit dan menyusul Zidan yang berjalan ke arah dapur.


"Kia mana, Dan? " Tanya Danis langsung menuju kulkas.


"Mandi"


"Bukannya tadi tidur? " Tanya Zainal yang ikut bersama Zidan di meja makan.


"Gerah katanya"


"Kok bisa gerah kamar kamu kan AC, Dan" Heran Danis.

__ADS_1


Zidan menepuk keningnya pelan, membuat sepasang suami istri saling menoleh dengan tatapan bingung.


"Zidan lupa nyalain AC nya" Cengirnya tanpa dosa.


"Emang minta di getok kamu ya, bukannya sebelum Kia sampai kamu udah masuk duluan ke kamar. Kenapa bisa gak nyalain AC, tumben juga di matiin? " Danis mulai menunjukkan sisi cerewet ibu rumah tangga.


"Kia yang matiin kali, sebelum ke Bengkulu dia disini kan? " Zainal mengangguk menjawab pertanyaan sang adik. "Berarti emang Kia yang matiin, kebiasaan dia emang gitu. Hemat katanya, padahal biasanya 24 jam gak masalah"


"Abang yakin kamu tahu se sederhana apa istri kamu itu" Celetuk Zainal.


"Itu kenapa Zidan bisa jatuh cinta pada sosoknya, Bang. Dia sosok sederhana dan simple menurut Zidan. Namun, tidak ada yang tahu serumit apa cara dia berpikir dan bertindak. Sampai sekarang rasanya Zidan masih enggan percaya, jika Zakia adalah kunci sukses Zidan hingga saat ini"


Jika di rumah Zidan akan menjadi sosok yang lain, dirinya akan menjadi pribadi yang hangat. Berbeda jika sedang berada di luar, dia bak kulkas berjalan kalau kata sahabatnya.


"Dia wanita istimewa Dan, jangan disia-siakan" Ucap Zainal yang diangguki Zidan.


"Gila gak sih ini, perkara menang kalah doang sampek korban ratusan nyawa. Gak ada otak apa gimana" Danis mengomel sambil memegang ponselnya.


"Kenapa sih sayang? " Tanya Zainal heran, Dan ia bergabung dengan suami dan adik iparnya.


"Coba deh cek berita sekarang, pasti semuanya penuh sama RIP Kanjuruhan. Kemarin masalah KDRT sama kasus perselingkuhan, sekarang gini. Indonesia berduka banget deh kayaknya"


Dua bersaudara Al Fatih itu langsung membuka ponsel mereka masing-masing guna mengecek apa yang dikatakan wanita hamil ini.


"Ini baru antar kota udah kayak gini, gimana kalau antar negara. Bisa-bisa perang terus Indonesia"


"Mereka memang musuh bebuyutan, Dan" Timpal Zainal.


"Tau Bang tau, tapi jadi suporter berkelas lah. Kalau gini emang bisa balikin nyawa korban, mungkin kalau soal properti yang dirusak bisa diganti dan dibeli baru, tapi nyawa orang gak ada yang jual Bang"


"Sudah kejadian juga, mungkin ini bagian takdir perjalanan hidup mereka" Sambung Zainal.


"Iya sih Bang, tapi cukup disayangkan aja. Yang harusnya jadi tontonan malah berakhir duka. Berapa banyak tangisan yang menggema, berapa banyak air mata yang tumpah. Gak cuma para orang tua yang kehilangan anaknya, bisa jadi ada istri yang kehilangan suaminya, ada anak yang kehilangan orang tuanya"


Zainal tahu adiknya sedang kecewa berat. Zidan memang pecinta sepakbola, tapi melihat kejadian ini mungkin membuat dirinya kecewa dengan keadaan atau apapun itu. Atau mungkin malah salah satu teman satu tribun Zidan juga ikut menjadi korban, Zidan tak pernah seemosional ini sebelumnya.


"Ini babak baru dunia sepak bola, Dan. Bisa jadi kedepannya sepak bola akan tetap ada, tribun akan tetap ramai dan segala kemeriahan tetap akan ada. Tapi tidak bagi ratusan hati seorang ibu di luar sana yang membenci sepak bola, tidak dengan tangisan anak yang mencari orang tuanya. Yang harus diwaspadai kali ini adalah doa tersakiti mereka yang bisa mengguncang tonggak kesukaan sepak bola Indonesia kedepannya" Sambung Zainal.


...****************...


RIP Kanjuruhan


Kita luangkan waktu sejenak untuk mendoakan mereka yang gugur dalam tragedi Kanjuruhan. Semoga keluarga yang ditinggalkan bisa menerima dengan lapang dada dan ikhlas, percaya jika semua ini bagian dari takdir-Nya.


Tempat terbaik untuk kalian diatas sana💜🤍


Al Fatihah

__ADS_1


__ADS_2