Janda Kembang

Janda Kembang
Bab 153


__ADS_3

Zidan terdiam dengan tatapan takjub, melihat sosok mungil didepannya. Pipi chubby dengan tubuh berisi itu tengah mengerucutkan bibir mungilnya.


Bayi mungil itu hanya menangis saat dilahirkan. Setelahnya dia anteng tanpa perlawanan, sekali-kali mengerucutkan bibirnya seperti orang kesal. Tubuh mungil yang kini tergeletak di kotak inkubator tampak menggeliat kecil. Membuat tarikan dipipi Zidan semakin nyata.


Itu putrinya yang menggemaskan. Bayi mungil yang baru saja istrinya lahirkan. Calon ratu kecil di keluarga Al Fatih.


"Assalamualaikum princess Papa" bisik Zidan lembut.


Zidan terkekeh melihat tubuh berisi itu menggeliat. Belum genap 7 bulan di kandungan sang umma, dirinya harus menyapa dunia.


Zidan keluar dari ruangan sang putri, melangkahkan kakinya menuju ruangan sang ratu hati kali ini. Zakia sudah dipindahkan ke ruang rawatnya. Namun, tampaknya mantan janda kembang yang satu itu belum membuka matanya.


"Assalamualaikum"


"Waalaikumsalam" jawab semua yang ada di dalam ruangan Zakia saat itu.


"Kamu dari mana, Dan? " tanya Farida.


"Nengok si kecil" jawab Zidan seadanya, kakinya lebih memilih melangkah mendekati sang istri yang tengah memejamkan matanya dengan damai.


"Assalamualaikum Umma" Zidan berbisik sebelum mengecup lama kening sang istri.


Perasaannya campur aduk, ada letupan-letupan kecil yang memenuhi dadanya saat ini. Setelah melihat putri kecilnya, ada perasaan yang begitu membuncah ketika melihat wajah polos sang istri itu.


"Terimakasih sudah mau bertahan dan melahirkan malaikat kecil yang begitu cantik dan menggemaskan. " Bisa Zidan pastikan jika Zakia mendengar perkataannya pipinya akan memerah karena malu.


"Kita belum lihat anak Kia sama Zidan" gerutu Nita yang datang terlambat.


Keluarga besar itu kini berkumpul di ruangan Zakia. Tak hanya keluarga Zakia yang berada di Indonesia, namun keluarga Gibson juga langsung datang ketika Zidan meminta doa saat Zakia memasuki ruang operasi.


"Assalamualaikum"


"Waalaikumsalam, loh Al kamu kok disini? " tanya Zalia ketika melihat purtri sulungnya dibalik pintu.


"Jadwal Caca imunisasi, Ma. " Vanessa atau biasa dipanggil Caca adalah nama untuk bayi mungil Alesha dan Yash.


"Mana sekarang? "


"Lagi ditawan tante perawat di luar" Alesha menjawab sembari menyalami satu per satu tangan panutua disana.

__ADS_1


"Kamu sendirian? " tanya Farida.


"Sama Yash, cuma lagi ke ruangannya sebentar" mereka hanya mengangguk menanggapi jawaban Alesha.


Karena bagi mereka tak heran jika setiap kali Caca imunisasi akan menghilang dari gendongan sang mama. Apalagi Caca adalah putri dari Yash, bisa dipastikan bayi mungil itu akan terkenal di rumah sakit milik uncle nya.


"Nia kayaknya bakal kesini juga deh, Te"


"Sudah diperjalanan, sebenarnya sudah tadi. Cuma Kayla rewel jadi Nia harus nenangin dulu"


"Masih sufor ya, Te? "


"Masih Al, kata Tante sudah gak papa pake sufor. Tapi Nia masih berusaha biar asinya keluar"


"Kayla udah cukup besar juga, sudah terbiasa dengan dot. Apa iya mau. kalau semisal asi Nia keluar? "


"Tania terlalu keras kepala, satu-satunya cara yang bisa menghentikan kekeras kepalaan Nia ya cuma Kia"


"Kia belum sadar? ini sudah berapa jam pasca operasi? " tanya Alesha.


"Kia udah sadar. Sudah pelukan tuh sama suaminya" benar saja, Zidan sudah memeluk Zakia yang masih terbaring. Bahkan Zidan menghadiahi kecupan ringan di seluruh wajah polos itu.


"Mata anak gue ternodai" bisa dipastikan siapa pemilik suara itu. Siapa lagi jika bukan Tania Wijaya, nona muda bergelar hot mama itu tampak berdiri diujung pintu dengan bayi mungil di gendongannya.


"Assalamualaikum" Zidan terkekeh mendengar gumaman Zakia.


"Kenapa lo? " tanya Tania dengan nada yang tidak santai.


"Assalamualaikum" Tania terdiam ketika Zidan mengucapkan salam, matanya melirik ke arah Zakia yang tengah menatapnya cukup intens.


Tania nyengir dengan wajah canggung. Melangkahkan kakinya menuju Nita yang tengah duduk memandang dirinya dengan wajah jahilnya.


"Bunda"


"Gak usah ngadu, sudah punya anak juga" yang lain terkikik geli melihat wajah memelas Tania.


Di keluarga besarnya, bukan rahasia lagi jika Tania lebih sungkan pada Zakia daripada kepada orang tuanya. Sikap keras kepalanya hanya bisa ditaklukkan oleh Zakia. Bahkan sang suami pun angkat tangan dengan sifat keras kepala sang istri.


"Anak kita sama menggemaskan dengan Ummanya" benar saja, semburat merah itu muncul menjadi rona merah muda yang paling Zidan sukai.

__ADS_1


"Anak kita perempuan" Zidan mengangguk.


"Gemoy" Zidan kembali terkekeh ketika wajah putrinya yang tengah mengerucutkan bibirnya terlintas di benaknya.


"Kenapa, Mas? "


"Tak apa, putri kita sangat lucu"


"Kia mau kesana"


"Iya, tapi gak sekarang. Kamu pemulihan dulu"


"Anak kita pasti lagi tidur di inkubator ya" raut wajah Zakia menyendu.


"Putri kita pasti kuat, kamu jangan sedih. Doakan anak kita biar dia lekas kuat untuk keluar dari kotak itu"


"Pasti Mas, Kia yakin besok atau lusa, Kia sudah bisa gendong anak Kia" Zidan tersenyum lembut seraya mengelus kepala berbalut hijab itu.


"Mas ada foto si kecil"


Zidan mengeluarkan ponselnya, memberikan pada Zakia. Tak apa sekarang istrinya melihat buah hatinya melalui ponsel. Karena Zidan juga sempat mem video tingkah lucu si kecil ketika mengerucut sebal tadi.


Zakia bahkan sampai meneteskan air mata melihat tubuh berisi putrinya. Namun, tak lama kemudian terkekeh melihat tingkah lucu sang putri. Tubuh kecil yang menggeliat ketika sang papa menyapanya dengan salam membuat Zakia menatapnya dengan takjub. Anaknya tak tampak seperti bayi prematur lainnya.


"Ih lucu" pekik Tania membuat kaget yang lainnya.


"Apa sih Nia" Nita dengan spontan menggeplak putrinya.


"Sakit Bunda"


"Salah sendiri, Kayla kaget gara-gara kamu"


"Utututu maafin Mami ya nak. Liat nih, cetakan Kia sama Zidan emang bukan kaleng-kaleng. Bisa gemoy gini rahasianya apa? " Tania menggeser ponselnya, agar keluarganya yang lain bisa melihat video yang Zakia share di grup khusus dirinya dan kedua kakaknya itu.


"Ini bayi prematur apa nggak sih, kok se gemoy ini" Alesha bahkan juga memekik gemas.


"Gue kira Caca udah bayi gemoy dari lahir loh, Al. Eh cetakan si Kia bukan main" sudah biasa degan mulut tanpa rem milik Tania.


"Ya ampun itu pipinya udah kayak bakpao banget"

__ADS_1


Alesha dan Tania masih asik membahas keponakannya yang baru, sedangkan para orang tua masih menatap takjub pada video berdurasi pendek itu. Bayi mungil yang tampak sehat itu, membuat para orang tua bernostalgia dengan kelahiran Zakia. Tubuh berisi dengan pipi bulat itu adalah Zakia bayi dulu. Ada sedikit sentuhan wajah Zidan di bayi mungil itu. Bisa dipastikan se posesif apa Zidan pada anaknya nanti.


__ADS_2