Janda Kembang

Janda Kembang
Bab 138


__ADS_3

Prang...


Sorot mata itu langsung menajam tanpa diminta, nafasnya naik turun tanda bahwa dirinya sedang disapa oleh emosi. Sejak tadi berusaha menahan amarahnya, namun rupanya sang tante sedang menguji kesabarannya.


Wanita yang terkenal dengan ketenangan dan sikap kurang hangatnya itu kini menunjukkan seberapa besar emosinya. Bahkan anggota keluarga lainnya langsung terdiam kaget saat gelas yang dirinya pegang hampir mengenai Meta, tantenya.


"A.. A... Alesha" Meta langsung tergagap saat melihat sulung Zalia itu menatapnya dengan tatapan penuh intimidasi.


"Jangan pernah membuat cerita buruk tentang adikku, jangan pernah membuat nama baik adikku tercemar hanya karena keirian mu itu, tante" Tekan Alesha yang berusaha menurun emosinya.


"Hebat bukan, ini acara yang aku tunggu. Namun harus di rusak oleh iri dengki tante ku sendiri? " Tania dengan posisi santainya menghela nafas. "Batalkan saja acaranya, aku sudah muak sejak tadi mendengar ocehan tak bermanfaat ini" Tania langsung bangkit dan berlalu begitu saja.


"Al ingatkan lagi tante, adik Al bukan orang yang mudah untuk di singgung. Dia mungkin memang yang paling muda di antara kita, tapi percayalah Zakia adalah cerminan Papa Aryo yang sesungguhnya" Tambah Alesha sebelum meninggalkan ruangan tersebut.


Alesha memilih meninggalkan ruangan tersebut daripada melampiaskan emosinya yang berujung retaknya hubungan kekeluargaan itu. Zakia pasti akan mengamuk jika tahu. Alesha lebih memilih menenangkan diri di taman belakang, karena Yash masih di rumah sakit membuat dirinya harus bisa mengendalikan dirinya sendiri di kala sang suami tak ada disisinya.


Sedangkan di ruang tamu, semua masih shock dengan apa yang terjadi. Dua wanita hamil itu membela sang adik, namun hanya dengan beberapa kalimat membuat keluarganya terdiam.


"Haish, tenangkan diri kalian dulu. Aku akan coba bicara dengan Tania. Lia lebih kamu susul Al" Zalia hanya mengangguk mendengar perintah Nita.


"Meta, Mbak harap ini terakhir kali kamu mengusik Zakia, seperti kata Al tadi, Kia bukan seseorang yang mudah untuk diusik, dan jangan pernah mengusiknya. Jika kamu bertanya soal identitas Zakia. Dia murni anak dari Aryo dan Lia, Lia juga sudah melakukan test DNA secara diam-diam. Dan hasilnya ada positif jika Zakia adalah putrinya"

__ADS_1


"Ingat satu hal ini, Meta. Jangan pernah menyinggung masa lalu seseorang, karena kamu tak pernah tau sekeras apa dia berusaha bangkit untuk meraih kebahagiaan di depannya" Setelah menyelesaikan ucapannya, Nita langsung beranjak dari duduknya dan mengejar putri manjanya itu.


Sejak kehamilannya, Tania memang memiliki emosi yang naik turun. Itu mungkin hal wajar, namun Nita takut Tania melakukan hal-hal yang bisa membahayakan diri dan kandungannya jika di tinggal seorang diri. Apalagi dengan posisi Albert yang saat ini masih di kantor. Sebenarnya Albert memilih untuk di rumah karena ini acaranya, namun dirinya terpaksa berangkat saat dang asisten lupa mengundur jadwal rapat bulanan.


"Nia? " Panggil Nita lembut saat melihat putrinya sedang terdiam dengan pandangan fokus pada taman di depannya.


"Ya Bunda? " Tania tak mengalihkan pandangannya saat menjawab pertanyaan Nita.


Nita memilih duduk di samping Tania dan terdiam beberapa saat. "Bunda tau kamu kecewa akan sikap tante Meta, tapi tolong jangan sampai membatalkan acara yang sudah dibuat nak, bukankah ini demi calon bayi kamu? " Nita mengelus lembut perut Tania yang sedikit membuncit itu.


"Tante Meta keterlaluan" Tania hanya merespon singkat.


"Kita bukan tak membelanya tadi, nak. Kamu lihat sendiri bagaimana tante Lia begitu berusaha menahan emosinya? Kamu bisa lihat sendiri bagaimana Ayah dan Om Riski tiba-tiba diam dengan aura intimidasi yang kental. Itu karena kita memberi ruang pada Zakia untuk menunjukkan siapa dirinya yang sebenarnya" Dengan pelan Nita menjelaskan tujuan keluarganya bungkam.


"Jika kita turun tangan, maka Zakia akan dikenal karena keluarga kita. Kita mau berlian kita itu di kenal dengan namanya sendiri. Biarkan musuh atau pembencinya sadar jika mereka salah lawan. Ingat satu hal nak, setelah resepsi Kia dan Zidan di gelar. Adik mu bukan lagi dikenal sebagai Zakia Wijaya. Tapi Zakia Arabelle Lawrence istri dari seorang Zidan Al Fatih. Kedudukannya akan semakin tinggi, angin yang menerpanya juga akan semakin kuat. Meskipun bunda yakin, jika adikmu itu pasti mampu melewati ujian kesuksesan dan kebahagiannya itu. Anggap saja, ini salah satu titian yang menyulitkan jalannya " Tania menoleh ke arah bunda nya.


Kini Tania mengerti kenapa para keluarga besar itu diam meskipun nama baik Zakia dipertaruhkan di luar sana. Ya, semenjak berita kencan Zidan dan Dinda mencuat, entah dari mana foto yang menampilkan kedekatan keduanya juga ikut mencuat. Pro kontra antar netizen pun terjadi, bahkan nama baik Zakia menjadi taruhannya. Sikap bungkam semuanya membuat berita ini tetap hangat menjadi perbincangan khalayak ramai.


Yang membuat Tania emosi adalah saat mengatakan Zakia tak jelas asal usulnya, apalagi saat mengatakan dengan membawa status Zakia sebelum menikahi Zidan. Sungguh Tania menunggu detik-detik dimana media yang menyebarkan berita itu mendapat salam perkenalan dari empat keluarga besar nantinya. Zakia, wanita yang mulai menyapa pintu bahagia itu sedang meniti jembatan takdir kehidupannya.


...****************...

__ADS_1


Entah bagaimana caranya Nita membujuk sang putri agar acara malam ini tetap berjalan sebagai mana mestinya. Acara yang begitu hikmad sedang berlangsung di kediaman mewah Wijaya itu. Tania tampak begitu cantik dengan balutan gamis berwarna putih yang menonjolkan sedikit perut buncitnya. Gurat bahagia tak dapat di tutupi di wajahnya.


Sama seperti pernikahan Alesha, kini suara merdu Zakia saat mengaji kembali mengalun merdu memenuhi ruangan tersebut. Zakia memang pandai menghipnotis siapapun. Banyak pujian yang mengalir di luar sana karena Rina sedang melakukan live untuk acara Tania kali ini. Meskipun banyak pro kontra yang terjadi, namun tak bisa menampik bahwa masih banyak orang yang kagum dengan sosok mantan janda kembang ini.


Setelah menyelesaikan bacaannya Zakia kembali ke sisi Zidan. Disaat yang lain duduk dengan kaumnya, entah mengapa Zakia malah beranjak dan duduk di samping suaminya. Melihat itu Zidan hanya tersenyum tipis dan mengusap lembut kepala istrinya. Jangan lupakan wajah datar andalannya ketika berada di keramaian.


"Kenapa sayang? " Bisik Zidan saat Zakia menyandarkan kepalanya di bahunya.


"Pusing" Cicitnya.


"Kepikiran apa, hmm? " Zakia hanya menggeleng pelan. "Mas tahu kamu sayang, gak papa kalau belum siap cerita, tapi jangan sampai berlarut ya cantik. Nanti kamu sakit" Zidan mengelus tangan Zakia yang saat ini berada dalam genggamannya.


"Mas? " Panggil Zakia pelan nyaris tak terdengar.


"Hmm? " Tak ada sahutan lagi setelahnya. Zidan langsung mengangkat kepala Zakia dari bahunya dan menatapnya intens. Tampak mata sang istri sudah berkaca-kaca. Zidan menaikkan sebelah alisnya melihat itu.


"Bahagia aja liat Mbak Nia" Jawabnya dengan suara pelan siap menangis.


"Kamu berbohong chagiya" Zidan terkekeh pelan sambil meletakkan kembali kepala sang istri untuk bersandar di bahunya. "Nanti kita bahas ya sayang"


Zakia berusaha agar tak menangis kali ini. Jika saja dirinya sedang tak bersama Zidan, maka dia akan menjadi gadis tangguh untuk kehidupannya. Namun, hadirnya Zidan membuat sisi lemah seorang wanitanya harus muncul. Dan hanya pada Zidan pula dia berani mengadu dan menangis akan apapun. Zakia terlalu pintar berkamuflase dan menipu banyak orang dengan ekspresi di wajahnya. Namun sayang itu tak berlaku pada Zidan.

__ADS_1


__ADS_2