Janda Kembang

Janda Kembang
Cibiran tetangga


__ADS_3

''Kamu sedang apa Nak??''


''Astaghfirullah! jangkrik panjang kain sarung terbang! eh? ups!''


Ibu Saras melongo mendengar ucapan Rani.


''Ha??''


Rani tersenyum malu. ''Hehehe.. maaf Bu... lagi mikirin jangkrik, makanya kesebut jangkrik! hehe..''


Sedangkan Reza disana tertawa terpingkal-pingkal mendengar ucapan Rani yang terkejut.


Reza tertawa hingga menahan sakit di perutnya.


Ting!


Kamu kenapa Sayang?? jangkrik panjang kain sarung terbang?? Mana ada kain sarung terbang! 🤣🤣🤣


Rani :


Ishh.. dari mana Abang tau?? 🤔🤔


Ting!


Kan udah Abang bilang, cctv... 😎😎


Rani memanyunkan bibirnya.


Mana ada disini cctv?? Emang abang yang buatnya maka ada?? 😒


Reza terkekeh.


Ya! tentu saja! cctv cintaaaaa... ❤️❤️😍😘


Blushhh..


Pipi Rani merah merona. Rani memegang kedua pipi nya, yang terasa panas hingga ke telinganya.


Lagi Reza terkekeh.


Ting!


Jangan menggoda Abang sayang...


Rani :


Mana ada Rani menggoda Abang?? 😒😒


Ting!


Ada! tuh pipinya merah merona, bikin gemes huh.. pingin di cubit! 😁😁


Rani :


Udah ah! Abang ngacok! katanya ada cctv disini? Udah! Rani mau ke depan beres-beres rumah! Abang jaga kesehatan ya? Jangan tidur terlalu malam!


Ting!

__ADS_1


Terimakasih sayang.. Abang kerja dulu ya.. nanti malam kita bahas lagi tentang cctv cintaaaa 😍😍


Lagi dan lagi Rani tersipu malu. Semua itu tak luput dari perhatian ibu Saras. Ia menatap kearah satu sudut dan tersenyum.


Dibalas tersenyum juga oleh Reza. Ya, dirumah Rani memang ada cctv. Untuk jaga-jaga jika ada kemungkinan terburuk.


Sengaja ia sembunyikan di tempat yang tidak ada satu orang pun yang tau, kecuali dirinya dan Ibu Saras.


Karena yang memasang cctv itu adalah Reza sendiri.


Ibu Saras yang heran melihat tingkah laku anak nya itu pun bertanya-tanya.


''Kamu lagi ngomong sama siapa sih?? Dari tadi kok asik banget Ibu lihatnya??'' selidik Ibu Saras.


''Oh.. hehehe.. Ibu merhatiin toh?? Tak kira enggak!'' sahut Rani sembari nyengir menatap Ibu Rani.


''Kamu lagi SMS an sama siapa Rani! jangan bilang lelaki jahanam yang tidak punya perasaan itu?!'' ketus Ibu Saras.


Rani terkejut melihat perubahan ibu Saras. ''Eh, eh! enggak Bu! Rani lagi ngomong sama Bang Reza...'' lirih Rani begitu pelan di ujung Kalimat nya.


Rani menggigit ujung bibirnya karena takut akan jawabannya itu.


''Ya sudah lanjutkan saja! katakan pada nya ibu pingin oleh-oleh yang spesial!'' seru ibu Saras.


''Eh? be-benarkah??''


''Ya! lanjutkan! ibu mau istirahat di kamar.'' sahutnya, sembari melangkah ke dalam dan masuk tanpa keluar lagi.


Tinggal lah Rani seorang diri disana. Lama ia termenung memikirkan tentang Ibu Saras. Ia hanya heran, mengapa sikapnya jadi berubah ketika menyebut nama Reza.


Ada apa?? Apakah ada yang ia tidak ketahui?? pikirnya. Setelah lama duduk termenung seorang diri di dapur, akhirnya Rani beranjak keluar untuk membereskan semua peralatan serta halaman rumahnya.


Berbeda dengan Fatih. Selepas mengucapkan kata talak untuk Rani, kini ia duduk termenung seorang diri di dalam kamar yang pernah di tiduri Rani dan olehnya.


Sejenak ia merenung, apakah ada yang salah dari perkataannya? Hingga Rani mengatakan, sebaiknya tanya dulu, cari bukti dulu baru setelah nya memutuskan.


Bukti?? Ah! bukti saja sudah ada di depan mata. Terus apa lagi yang harus disangkal??


Tanya?? Apa kata Rani mau mengaku setelah berbuat kesalahan?? Mana ada maling mau ngaku? Kalau ada maling ngaku, udah penuh tuh penjara!


Keputusan? Ya, Fatih telah memutuskan dalam keadaan emosi hingga mentalak Rani hingga talak tiga.


Ia berpikir, apakah ini salahnya? Karena terlalu emosi hingga mentalak Rani tanpa bertanya dulu kepada yang bersangkutan??


Apakah pernyataan Rani dan bukti itu berbeda? Ah! sudah terlambat ternyata. Nasi telah menjadi bubur.


Tidak bisa berubah menjadi nasi lagi. Yang tersisa hanya modifikasi.


Ya. Modifikasi.


Fatih menghela nafas panjang.


''Maafkan Abang, Dek... Abang memutuskan tanpa bertanya dulu pada mu.. karena terlalu emosi, inilah yang ku dapatkan. Sekarang kau bahkan tidak akan Sudi melihatku lagi.. Maafkan aku Rani...'' lirih Fatih sambil terisak.


Ia duduk memeluk kaki di tepi jendela, di tempat di mana Rani sering duduk disana. Walau hanya dua hari, tapi semua itu telah menjadi kenangan untuknya.


Sebulan kemudian.

__ADS_1


Pagi harinya Rani sedang menyapu halaman rumahnya yang terlalu banyak sampah daun jambu kelutuk serta jambu ***.


Ia menyapui seluruh halaman itu hingga bersih. Hingga saat Rani ingin menyapu bagian luar seseorang menegur nya.


''Eh neng Rani! lagi nyapu ya??'' tanya nya.


''Iya Bu.. maklum didepan rumah kan ada pohon rindang yang banyak daunnya?'' sahut Rani sembari menoleh.


''Hoo.. tapi saya heran deh? Masa' kamu masih tinggal disini? padahal udah sebulan loh? Apa nggak marah tuh suami nya??'' sindir ibu-ibu itu.


Rani tersenyum saja, ia tak menanggapi apapun yang di katakan oleh ibu itu. Kesal karena tak ditanggapi, ibu-ibu itu pergi dan berjumpa dengan ibu-ibu yang lain kebetulan baru pulang dari belanja di warung teh Ina.


''Ibu-ibu.. lihat tuh si Rani, baru dua hari menikah sudah pulang lagi kerumahnya! Apakah suami nya tidak marah kah??''


''Betul Bu ibu! Saya juga heran, kenapa hingga sebulan ini si Rani itu tidak pulang-pulang ya?? Apakah sudah di ceraikan??''


''Hah?? Dicerai?? Berarti si Rani janda dong??''


''Janda kembang??''


''Hooh bisa jadi Bu!''


''Duh kasiaaaannn... baru menikah dua hari tapi sudah jadi janda??''


''Eh, eh! tapi kamu jangan ragu sama janda itu loh.. secara kan dia janda kembang??''


''Alah! kalau udah menikah, pastilah sudah di gauli oleh suaminya! Mana ada udah nikah tapi belum di sentuh?? heh??''


''Bener juga sih??''


''Tuh lihat! Badannya aja masih singset begitu! wajahnya juga segar! nih ya, aku kasih tau! kalau seorang gadis sudah di sentuh oleh suaminya, matanya itu cekung, satu! raut wajahnya pucat, dua! dan juga tubuhnya itu pasti lunglai, lesu, karena asik sibuk melayani suaminya? Lah si Rani?? Ketiga tanda itu tidak ada sama sekali padanya! Lihatlah kondisi tubuh nya masih kuat dan sehat seperti itu! Gitu Bu ibu...'' jelas seorang Ibu-ibu disana yang lebih pengalaman menurut mereka.


''Hoo.. berarti bener dong? jika si Rani itu sekarang Janda Kembang??''


''Ya! sudah pasti itu!'' sahutnya lagi.


Setelah nya mereka bubar, dan kembali ke tempat masing-masing.


Saat salah satu dari mereka melewati Rani yang sedang menjemur pakaian.


''Wuaahh.. nggak nyangka ya.. ternyata didesa kita ini sudah ada seorang janda! Janda kembang lagi?? Ayo!! siapa yang berminat, disini ada seorang janda Kembang yang sedang mencari kasih sayang!!'' pekik nya hingga seluruh tetangga Rani terkejut mendengar nya.


''Benarkah itu, Nak??''


💕


TBC


Maaf Min 🙏 saya tidak tau jika kata-kata itu tidak di perbolehkan.


Sekali lagi saya mohon maaf 🙏


Udah di revisi ya??


Mana yang baca pertama ada yang nggak beres udah othor buang! 😁😁


Terimakasih udah mengingat kan!

__ADS_1


Sukses selalu NT! 😍😍


__ADS_2