Janda Kembang

Janda Kembang
Bab 135


__ADS_3

Berita tentang kencan seorang Zidan dan Dinda, yang notabenenya adalah sepupunya sendiri masih menjadi berita hangat. Banyak media yang mengeluarkan argumennya tentang hubungan keduanya.


Tidak ada klarifikasi ataupun tanggapan dari pihak Zidan maupun Dinda yang menyangkal berita tersebut, karena Zidan berniat membungkam media dengan acara resepsinya nanti.


Berita tersebut sedikit banyak mempengaruhi harga saham miliknya, namun meskipun pemula dalam dunia bisnis. Zidan tak bisa diremehkan, apalagi kemampuan Zakia yang tak bisa dipandang sebelah mata. Pasangan suami istri akan menjadi momok menakutkan bagi para pebisnis lainnya.


Seluruh keluarga besar, baik dari pihak Zidan maupun dari pihak Zakia sendiri meminta mereka untuk melakukan klarifikasi akan berita tersebut. Karena berita miring tersebut, sedikit banyak membuat image Zakia kembali dipertanyakan di mata keluarganya


Contohnya seperti saat ini, seluruh keluarga besarnya berkumpul karena hari ini adalah hari dimana Tania mengadakan syukuran empat bulan kehamilannya.


"Lia, bungsu mu kemana? " Tanya salah satu sanak saudara yang berkumpul di acara itu.


"Sedang mengecek tempat untuk acara lusa" Jawab Zalia seadanya.


Zidan memang tak main-main untuk mewujudkan wedding impian sang istri. Bukan hanya ballroom hotel terbesar yang dirinya sewa, Zidan bahkan menyewa satu hotel untuk acaranya. Para tamu bisa menginap di hotel jika enggan untuk pulang, karena acara mereka pasti akan berakhir larut sekali.


"Gimana sih, ini acara sepupunya kok malah sibuk sama acaranya sendiri. Katanya punya suami kaya, kok masih repot ngecek tempat" Alesha langsung menoleh saat salah satu saudaranya mulai menyenggol sang adik.


Alesha langsung terdiam saat hendak menyahuti saudaranya yang mulai menyenggol sang adik. Pelakunya ada Yash, dia langsung menghentikan sang istri saat hendak meledakkan amarahnya.


"Kontrol emosi kamu, sayang. Ingat ada bayi disini, gak usah pikirin apapun. Biarkan mereka mau bicara apa soal Kia, yang penting kita tahu dan percaya dengan apa yang dilakukan Kia. Lagipula Kia saat ini adalah tanggung jawab Zidan" Ucap Yash lembut seraya berbisik di telinga Alesha.


"Kia itu bukan tipikal orang yang menunggu dan berpangku tangan pada orang lain, dia lebih memilih terjun langsung untuk mewujudkan apa yang dia mau, daripada marah-marah kalau tidak sesuai apa yang dia mau" Jawab Zalia kalem.


"Iya tapi kan harus tau waktu dan tempat juga, ini acara sepupunya sendiri. Masa gak hadir sih"


"Acaranya masih nanti kan, ini juga masih pagi. Kia pasti kesini, cuma mungkin agak siangan karena dia juga punya pekerjaan yang harus diurus"


"Kerja? Katanya punya suami kaya. Kok masih kerja? "


"Mbak, Zakia itu wanita karir. Dia merintis kariernya sendiri dari nol membangun usahanya sendiri dari nol. Suaminya menikahi dia dalam keadaan dia memang sudah bekerja, jadi apa salahnya jika dirinya bekerja. Asalkan sang suami memberi ijin aku rasa itu gak ada masalah" Zalia masih dengan ketenangannya.


Hari ini seluruh keluarga besar hadir di acara Tania dan Albert. Tak heran jika berbagai argumen ataupun pendapat tentang Zakia akan bermunculan. Apalagi Zakia belum diperkenalkan secara resmi pada keluarga besarnya, membuat mereka mempertanyakan status Zakia di keluarganya sendiri.

__ADS_1


"Oh iya Lia. Kalau memang suami Zakia itu bungsu Al Fatih, berita yang di luar sana itu apa kabar? "


"Gak usah hiraukan berita itu, Bu De. Ini mereka ngadain resepsi juga buat tujuan ngebungkam media, sekaligus juga mengumumkan siapa istri Zidan yang sebenarnya" Alesha tampan tak tahan jika tak angkat suara.


"Ya gimana, berita itu santer banget, viral juga kan. Atau memang sebenarnya Zakia itu cuma simpanan atau selingkuhan bungsu Al Fatih? Dan wanita yang dikabarkan dengan dia itu adalah calon istri yang sebenarnya? "


"Secara tak langsung Bu De mempertanyakan tingkah laku keturunan Lawrance dan Wijaya bukan? Apa segitu rendahnya cara dua keluarga besar ini bersikap? " Tania datang dengan wajah datar dan suara dingin khas miliknya.


"Bukan mempertanyakan Tania, kita sama-sama tahu kalau Kia itu hidup dan besar di panti asuhan, siapa yang bisa menilai jika dirinya tak liar di luar sana"


"Coba ulangi pertanyaan itu nanti saat Zakia hadir bersama suaminya, dan aku harap Bu De berani mempertanyakan itu di hadapan mertua Zakia juga. Jangan cuma berani menyerang generasi muda, apalagi seperti Zakia yang notabenenya bungsu di keluarga besar kita" Tania berlalu begitu saja setelah melihat sang saudara bungkam.


Tak heran jika Tania dijuluki macan Wijaya, karena kemampuan Tania yang mampu membuat bungkam lawan bicaranya dengan nada dinginnya. Berbeda dengan Tania, berbeda pula dengan Zakia yang membungkam lawannya dengan gaya santai dan ketenangannya.


...****************...


"Coba sisi sebelah sana, Mbak? " Zakia tidak jadi untuk mengecek tempat yang akan digunakan untuk resepsi nanti. Zakia memilih melakukan itu via video call dengan WO yang merupakan salah satu temannya itu.


"Bisa kok Kia, bunganya belum datang. Makanya kita kasih warna itu dulu, nanti diganti" Jawab sang WO.


"Oke, Mbak. Untuk tempat souvenirnya tolong dikasih space lebih ya Mbak. Soalnya ada beberapa bodyguard yang jaga juga. Jadi biar gak sempit-sempitan"


"Sudah di kasih tau juga sama suami kamu, Kia. Jadi sudah kita beri ruang lebih" Tanpak kamera menyoroti tempat yang akan dijadikan pengambilan souvenir nantinya.


"Kia suka, makasih kerja kerasnya"


"Kamu gak capek apa makasih terus sama, Mbak?"


"Kia mau liat pelaminan Kia dong, masa Kia yang mau berdiri di situ gak boleh lihat" Zakia tampak cemberut di balik layar ponselnya.


"Kejutan sayang" Sang WO hanya terkekeh melihat ekspresi menggemaskan Zakia.


"Tapi spill dulu, Mbak ih" Zakia merengek agar melihat pelaminan yang menjadi tahta sebagai raja dan ratu sehari itu.

__ADS_1


"Besok Mbak spill, ini belum selesai" Jawabnya yang sudah tak tahan melihat wajah menggemaskan itu.


"Oke, terus itu Mbak... "


"Sayang, jadi berangkat sekarang? " Tanpa tahu jika sang istri sedang mengecek lokasi resepsi mereka via video.


"Ya sudah Mbak, nanti Kia kabari lagi ya. Kia ada acara soalnya"


"Oke, see you cantik. Jangan capek-capek biar fresh pas hari H ya. Assalamualaikum"


"Waalaikumsalam" Jawab Zakia kemudian mematikan sambungan teleponnya.


"Kenapa Mas? " Zakia menoleh ke arah Zidan yang tengah berdiri di ambang pintu.


"Jadi berangkat sekarang? "


"Kemana dulu ini? " Tanya Zakia memastikan, karena dirinya tahu jika sang suami adalah pengubah rencana terbaik yang Zakia tahu.


"Ke acara Nia, sebenarnya Mas mau ajakin nanti siang atau sore kesananya, tapi Mas tahu kamu gak bakalan mau" Jelas Zidan.


"Mas cuma mau ngantar Kia atau sekalian disana? " Tanya Zakia memastikan.


"Mas langsung disana, sayang. Masa istri Mas disana gak bareng sama suaminya"


"Kalau gitu Kia siapin baju buat acara nanti malam dulu. Mas mau pakai sarung atau celana"


"Terserah kamu, sayang"


"Mas tolong tanya Ayah sama Ibu, nanti jadi hadir di acara Mbak Nia? " Tanya Zakia sedikit berteriak dibalik walk in closed milik Zidan.


"Mas sekalian panasin mobil ya, kalau sudah telfon Mas" Zakia hanya mengangguk karena sibuk berpikir dirinya akan memakai baju apa.


Sebenarnya jika hanya untuk Zakia, dirinya lebih suka pakaian yang simple tanpa banyak motif. Namun, yang sering kali membuat Zakia bingung adalah outfit milik Zidan. Zidan mungkin tampak cocok-cocok saja memakai pakaian apapun, namun dibalik itu semua ada Zakia yang selalu pusing dengan outfit sempurna Zidan.

__ADS_1


__ADS_2