Janda Kembang

Janda Kembang
Bab 146


__ADS_3

"Khem, dimana si bontot? " Tanya Rosa setelah meredakan letupan euphoria di hatinya.


Yang lain hanya diam, bahkan Rosa bisa melihat tatapan Zidan yang semakin dingin saat dirinya menyinggung mantan janda kembang itu.


"Gue udah denger masalah Zakia, gak usah tau gue denger dari siapa" Rosa langsung memotong saat mereka hendak bertanya pada Rosa.


"Gue rasa kalian hanya salah paham. Kia salah paham dengan Zidan yang akan berpoligami. Gue cuma mau bilang ini sama lo Dan, wanita yang memiliki trauma di masa lalunya. Dia bisa mencintai dengan tulus namun dirinya tidak akan percaya jika dirinya dicintai" Ucapan Rosa masih tak membuat Zidan bergeming namun dirinya yakin jika Zidan mendengar nya dengan baik.


"Tolong jangan terlalu keras dengan adik ku" Jelas Rosa. Yang lain hanya diam, membiarkan Rosa berbicara kali ini. Tampaknya Rosa mengetahui sesuatu.


"Jika bertemu nanti usahakan keluarga lo minta maaf sama Kia, Dan. Terutama Om lo itu, Kia bukan wanita baik yang terus menerus memaafkan. Setidaknya berikan itu sebagai bentuk tebusan dari kata maaf yang akan dia berikan"


"Untuk masalah video yang lo dapat entah dari mana. Tolong jangan salah pahami Zakia dengan video itu. Zakia sudah ingin memberitahu mu semuanya, namun ada satu hal yang menghalanginya. Gue yakin Zidan pasti sudah nunjukin video itu ke kalian" Yang lain mengangguk lemah.


"Zakia memang bertemu dengan mantan suaminya" Semuanya langsung menatap Rosa intens, apalagi gadis itu mengangguk mantap.


"Namun dia tidak sendiri, ingat dia tidak sendiri" Rosa menekan kalimatnya.


"Dia ditemani gue, gue jadi saksi apa aja yang dia omongin" Rosa membuka rekaman suara yang sempat dirinya rekam ketika menemani Zakia berjumpa dengan Tony.


( Pertemuan Tony dan Zakia di bab 122 ya, dear)


"Please, jangan larut dalam emosi yang merugikan lo, Dan. Istri lo butuh lo. Gue tahu lo cari Kia selama ini, tapi dia masih asik bersembunyi karena dia takut dengan amarah lo. Dia kecewa dengan lo yang mementingkan ego daripada bertanya baik-baik pada dirinya"


Zidan menunduk, perkataan Rosa memang benar. Dirinya terlalu egois kali ini, takut akan kehilangan Zakia nyaris membuat dirinya benar-benar mewujudkan ketakutan nya itu.


"Lo tau dimana Kia saat ini? "


"Sayangnya gue gak tau, Al. Dia cuma cerita lewat chat ke gue, itupun respon gue gak terlalu baik karena gue bales chat dia sambil meeting"

__ADS_1


"Lo gila? Bales chat Kia sambil meeting? " Tania menekan suaranya agar tidak terlalu nyaring.


"Hahaha ya gimana, dia prioritas gue setelah Mami" Jawabnya enteng.


"Dan? " Panggil Rosa pelan, namun matanya masih asik menatap ponselnya.


"Kalau seandainya gue tahu dimana Zakia apa yang bakal lo lakuin? " Tanya Rosa tampak main-main. Senyum iblis yang lama tak muncul kini terukir apik melihat wajah penyesalan Zidan.


Zidan hanya mengangkat wajahnya dengan tatapan kosongnya. Dia masih larut dalam rasa bersalahnya. Yang lain hanya melihat, membiarkan Zidan larut dalam rasa bersalah dengan harapan ini menjadi pengingat untuk Zidan kedepannya.


"Hahaha, santai lah kenapa kalian tegang banget sih" Rosa terkekeh geli melihat ekspresi para sahabatnya.


"Sorry gue ada urusan, calon suami gue udah nunggu gue di depan. Jangan lupa cek postingan terbaru Kia, Dan. Dia juga tag lo di akunnya. Assalamualaikum" Rosa langsung berlalu begitu saja.


Mereka terkejut akan kepergian Rosa.


"Cek postingan terbaru Zakia. Tapi gue tak menemukan apapun tadi" Ujar Rina yang memang memantau sosial media Zakia itu.


"Dan? " Tanya Alesha bingung.


"Gue duluan" Matanya berkaca-kaca namun tampak terburu-buru. Bahkan Zidan berlari saat keluar dari restoran yang mereka tempati.


"Ada apa? " Tanya Tania saat Alesha menutup mulutnya, bahkan air matanya meluncur begitu saja.


"Zakia" Rina juga menjerit tertahan melihat postingan Zakia di instagramnya ditambah dengan instastory yang dirinya posting juga.


Postingan dengan caption sederhana 'Assalammualaikum Abah' dengan akun Zidan yang di tag oleh Zakia, berlatar foto hasil USG. Bahkan kedua kakak perempuannya sekarang menangis bahagia melihat postingan adik mereka.


Mereka menyadari kenapa Zidan begitu terburu-buru pergi, dipastikan karena melihat postingan Zakia yang satu lagi. Masih dengan foto hasil USG namun kali ini berlatar belakang kemegahan ka'bah, tampaknya foto ini Zakia ambil dari balik kamar hotelnya. Dengan caption 'kami rindu, tolong jemput kami Babah ❤' membuat postingan Zakia diserbu komentar para teman-temanya.

__ADS_1


"Nia, Kia hamil Nia" Alesha tak bisa menyembunyikan tangis bahagianya. Bahkan saat ini kedua ibu hamil itu sedang berpelukan.


"Iya Al. Dia benar-benar membungkam mulut orang-orang yang menghinanya" Tania masih ingat dengan ucapan pedas tantenya saat menghina Zakia beberapa bulan lalu.


"Ayo pulang, kita beritahu ini sama keluarga Kia" Tania begitu antusias, begitu juga Alesha. Kerinduan mereka akan Zakia akan terbayar setelah ini. Mereka berharap Zidan akan langsung membawa Zakia pulang.


Mereka sepakat mengakhiri pertemuan itu dan kembali ke kediaman masing-masing. Alesha bahkan langsung berteriak memanggil sang Mama yang masih asik dalam mode diam pada dirinya. Karena Alesha membohongi dirinya akan keberadaan Zakia, dan Zalia harus tau dari besannya tentang kondisi rumah tangga sang anak.


"Mama Kia hamil, Ma. Mama bakalan punya cucu juga dari Kia" Alesha langsung memeluk sang Mama bahkan membawa Zalia berputar.


"Lepas, Al. Kebohongan apalagi ini? " Nada dingin ini sudah biasa Alesha dengar ketika sang Mama kecewa.


Bukannya tersinggung, Alesha hanya tersenyum manis pada sang Mama. Kemudian membuka ponselnya dan menunjukkan postingan adiknya pada sang Mama. Zalia tampak terduduk dengan air mata yang mengalir deras. Dirinya menangis, menangis bahagia.


"Doakan Zidan mendapatkan tiket dengan cepat, Ma. Dia akan menjemput Kia di Mekkah" Jelas Alesha, Zalia hanya mengangguk tanpa mampu menjawab.


Zalia juga tahu seterpuruk apa menantunya itu ketika kehilangan Zakia. Bahkan Zidan tak berhenti meminta maaf pada dirinya karena telah melukai putri bungsunya.


"Di Mekkah? " Tanya Zalia tak percaya, namun anggukan Alesha membuat tatapan takjub tercetak jelas dimata Zalia.


"Bahkan adikmu menenangkan diri di tempat yang tepat, Al" Isak Zalia.


"Kia memang penuh kejutan, Ma. Entah berapa negara yang Zidan kunjungi untuk mencari dia. Tapi dia malah berada ditempat yang tak pernah kita pikirkan" Jawab Alesha.


Tempat menenangkan di seluruh dunia versi Zakia adalah Mekkah. Menyerahkan diri sepenuhnya pada sang Pencipta di tempat yang begitu sakral adalah hal yang sering Zakia lakukan tanpa ada orang yang tahu. Tempat pelarian Zakia ketika dirinya sedang tidak baik-baik saja. Healing terbaik menurut Zakia.


"Sudah memberitahu yang lain, Al? " Tanya Zalia lagi, yang lain maksudnya adalah sang besan. Zalia tahu jika mereka juga khawatir akan keberadaan Zakia. Bahkan Danis harus kehilangan berat badannya karena memikirkan adik iparnya. Mau bagaimana pun Danis berhutang nyawa pada sosok Zakia.


"Al akan menghubungi mereka, Ma" Alesha beranjak dan menyambar ponselnya.

__ADS_1


Bahagialah, nak. Doa Mama selalu menyertai kalian. Mas, tolong jaga putri mu dari atas sana, terutama bungsu mu itu. Dia sedang mengandung cucu kita. Batin Zalia menatap kepergian Alesha.


__ADS_2