
Malam berangin ini di tutupi awas gelap yang melintas kencang melewati bulan yang hampir bulat sempurna itu. Yohan berada di balkon menikmati dingin dengan mata yang tertuju pada bulan.
“Sebentar lagi ritualnya akan di mulai,” gumam Yohan. Seisi rumah tidak ada lagi yang beraktivitas, mereka semua tidur, ini waktunya Yohan kembali untuk melihat ke gudang atas.
Sampai di sana Yohan membuka pintu yang kuncinya sudah ia dapatkan.
Patung baphomet menyambut kedatangan Yohan, maksudnya hal yang pertama kali Yohan lihat di ruangan ini.
Inilah rahasia kekayaan melimpah Dion yang dimaksud Emelly dulu, keluarga ini sebenarnya pemuja setan tapi Lucy tidak tau itu, kerna gadis itu calon tumbal yang dijanjikan Dion.
Kalian tidak menyangkakan? padahal Dion terlihat sangat sayang pada Lucy, setahun lagi umur Lucy 18 tahun, di umur itulah Lucy akan dibawa ke tempat pemujaan.
“Tolong kami,” isak gadis yang terbelenggu. Mereka adalah gadis hilang yang diberitakan oleh media.
Yohan mengabaikan gadis itu, dia datang ke sini hanya untuk melihat Emelly yang diawetkan di dalam balik tirai.
“Mama Elly.. tinggal setahun lagi untuk giliran Lucy, doakan aku agar bisa melindungi Lucy. Aku bingung harus membawa kabur Lucy kemana, adakah tempat yang aman untuknya?” kata Yohan menatap sendu mayat itu.
Emelly meninggal kerna darahnya digunakan untuk memandikan patung baphomet, kerna saat itu dia sedang hamil tujuh bulan, Dion menganggap baphomet akan senang dengan persembahannya mengorbankan istri dan anak yang belum tersentuh dosa di dalam perut Elly.
Sementara itu Lucy terbangun di tengah malam ini, dia sudah cukup puas tidur seharian dan sekarang dia tidak bisa tidur kernanya.
Kerna merasa lapar Lucy pergi keluar dari kamar, dia jadi ragu melihat ruangan minim cahaya yang tampak menyeramkan, tapi Lucy sangat lapar.

“Tidak apa-apa Lucy tidak ada apa-apa di sini,” ucapnya menyemangati diri sendiri. Kaki Lucy kembali menuruni tangga perlahan lahan namun ada suara langkah kaki lain yang membuat Lucy jadi keringat dingin.
Tak tak tak.
Semakin dekat dan semakin dekat, Lucy memejamkan mata berharap tidak melihat apapun sampai kemudian..
__ADS_1
Puk.
“Aaaaaa!” Dari belakang, seseorang menepuk bahu Lucy sehingga gadis itu langsung terduduk dan menjerit.
“Nona ini aku.” Rupanya Yohan yang datang.
“Huh huh” Lucy ngos-ngosan dengan rasa paniknya. “Kau ini mengagetkan!”
“Maaf, nona ngapain malam malam keluar?”
“Aku lapar!”
“Yaudah saya temani ke dapur,” tawar Yohan, tapi Lucy memang butuh teman kerna dia sangat takut, beruntunglah ada Yohan.
“Nona mie rebus pake telurnya udah jadi, selamat makan.”
“Oh kau buat dua?”
“Satu untukku.”
Mereka makan berdua di meja pantry, mie rebus buatan Yohan enak sekali bahkan Lucy memakannya pake nasi agar tidak cepat habis.
“Wah Yohan kau ternyata pandai memasak.”
__ADS_1
“Ya begitulah, aku sudah terbiasa dari kecil mengerjakan semua pekerjaan rumah.”
“Mamamu mana?”
“Adalah di rumahnya”
“Kau tidak pulang?”
“Sesekali aku akan pulang untuk melihat mama, lagian dia sudah punya keluarga baru aku sudah tidak di ingat lagi olehnya”
“Ehhh, malang sekali nasibmu. Kapan terakhir kau bertemu dengannya?”
“Satu tahun sekali aku akan mengunjunginya.”
“Emangnya umurmu sekarang berapa?”
“23 tahun, kita selisih 8 tahun nona.”
“Lama juga ya, tapi masih mending sih mamamu masih hidup, mamaku kecelakaan saat aku umur 3 tahun”
Entah sejak kapan waktu makan tangah malam ini jadi ajang adu nasib.
Tbc.
...Sebelum lanjut Like and Comment terlebih dahulu, jangan jadi pembaca goib!....
__ADS_1
...Author mau memperingatkan kalau novel ini hanya sekedar fiksi, jauh dari kenyataan yang ada....