
Yohan menidurkan Lucy di ranjang, dia juga pergi berbaring di ranjangnya sendiri. Tapi sebelum itu Yohan mencabut kunci pintu lalu menyembunyikannya, agar Lucy tidak bisa keluar lagi tanpa pengawalan Yohan.
Baru terpejam sebentar mata Yohan dibuat melek kembali. Lucy memeluknya dari belakang dengan gerakan gelisah.
“Nona ada apa?” tanya Yohan tanpa berbalik.
“Yohan... rasanya tubuhku aneh.” Lucy merapatkan kakinya merasakan di bawah sana berkedut dan basah.
“Anda sakit?”
Tiba-tiba Lucy memegang kejantanan Yohan, sontak membuat Yohan terduduk tegap. “Nona apa yang anda lakukan!?”
“A-aku ingin sekali,” katanya dengan tatapan sayu juga dengan kedua paha yang merapat bergerak gelisah.
“Apa anda diberi minum oleh pria tadi?” tanya Yohan memastikan, gelagat Lucy sangat mirip dengan wanita yang terkena jebakan lelaki jahanam.
“Iya tadi aku minum segalas.”
Yohan menepuk jidatnya sendiri, sekarang dia yang prustasi, apa yang harus ia lakukan? Efek itu tak akan hilang dan akan terus membuat Lucy menderita jika tidak dipuaskan.
18+ Area.
Lucy mendorong Yohan hingga terbaring telentang, dia duduk di atas pusaka Yohan yang masih tertutup lalu menggesek gesekan dengan miliknya. Yohan diam saja membiarkan apa yang ingin dilakukan Lucy.
__ADS_1
Terang terangan gadis itu membuka bra dan juga cdnya di atas tubuh Yohan. Kemudian tangan Lucy bergerak menarik gesper celana Yohan.
“Nona,” panggil Yohan ketika gadis itu mengeluarkan kejantanannya yang perkasa, benda itu sudah berdiri sempurna kerna Lucy terus bergerak di atasnya tadi. “Anda akan menyesal jika melakukannya.”
“Tapi aku sangat ingin, aku tidak bisa menahannya! Ini terus berkedut Yohan!” Orang yang terkena obat perangsang akan kehilangan rasa malunya, begitu pula dengan Lucy, keringat sudah membasahi dahi gadis itu.
“Anda akan kehilangan keperawanan jika seperti itu.”
“Tidak masalah, aku benar-benar butuh sekarang. Cepatlah!”
Yohan mengusap wajahnya kasar, haruskah? Apakah orang yang seharusnya dia jaga malah dia sendiri yang merusakin? Tapi ini keadaannya darurat, tak mungkin membiarkan Lucy disentuh oleh orang asing.
“Berjanjilah Anda tidak mengalahkan saya besok.”
Yohan membalik tubuh Lucy menjadi di bawahnya, Yohan lah yang akan memimpin, dia tidak akan membiarkan Lucy terlihat mesum sendirian, gadis itu akan kehilangan muka besok jika Yohan terus membiarkan Lucy melakukan semuanya sendiri.
“Maafkan kelancangan saya, Nona,” katanya kemudian ******* habis bibir Lucy dan bermain lidah di dalam sana, tangannya merem*s bukit kembar Lucy serta memainkan ujungnya.
Tidak ada seinci pun yang lolos dari belaian Yohan, di hadapan bukit kembar itu Yohan meneguk ludahnya kasar, ini seperti mimpi. Dia menyentuh wanita yang ia sukai. Yohan menghisap ujung itu dengan pelan, tangan sebelahnya sudah turun ke bawah.
Lucy yang bergerak gelisah menuntut Yohan untuk langsung ke inti. Yohan turun ke bawah melebarkan kedua paha Lucy, menyesap habis di situ hingga membuat kaki Lucy meruncing merasakan sensasi yang asing itu.
Yohan mempersiapkan batangnya untuk mengetuk rumah apel. “Nona yakin?” tanyanya sambil menggesek apel itu dengan batang.
__ADS_1
“Cepat masukan!”
“Besok anda bisa memukul saya sepuasnya,” kata Yohan dengan mulai perlahan menancapkan batangnya masuk.
“Ahhh Yo-yohan sakit.”
“Kita hentikan sampai di sini?”
“Enggak, lanjut! Kau tidak mengerti ya seberapa menderitanya aku, lakukan saja jangan rag- AHHHK,” teriak Lucy, Yohan berhasil masuk separuh.
“Baiklah saya tidak akan ragu Nona.”
“AHHHHK!”
Batang Yohan dibanjiri darah, dia berhasil menjebol apel. Untuk menetralisir rasa sakitnya Yohan, menghisap balon Lucy dengan memilinnya sensual.
Setelah Lucy sudah tenang, Yohan menggerakkan pinggulnya perlahan lahan untuk menuju cepat.
“Maafkan saya Nona,” katanya lagi, sambil bergerak cepat dengan suara desah*n Lucy yang nyaring di telinga.
Tbc.
...Sebelum lanjut Like and Comment terlebih dahulu, jangan jadi pembaca goib!....
__ADS_1