Jangan Pergi, Yohan

Jangan Pergi, Yohan
Part 23


__ADS_3

Dion merokok di taman belakang seorang diri, kemudian datanglah Sangga menghampiri pria itu.


“Pah”


“Iya?”


“Apa yang papa janjikan kepada ketua sakte?”


Flasback.


Waktu itu du California tujuan mereka datang ke situ adalah pertemuan para pengikut satanis. Ada pejabat, mafia, artis besar dan juga pengusaha sukses yang hadir dalam rangka membahas ritual tahun ini.


Masing masing dari mereka memilih siapa yang akan membawa anak domba, anak domba yang di maksud bukanlah hewan berbulu woll lembut melainkan anak kecil ataupun anak gadis yang masih perawan.


“Baiklah, aku sudah ada menyimpan tiga di rumah” Kata Dion kerna dia di tunjuk menjadi salah satunya.


Usai rapat, salah satu pemimpin sakte datang menghampiri Dion yang tengah menghisap ganja di dekat tangga.


“Dion”


“Iya?”


“Kau masih ingat dengan janji mu kan?”


“Saya masih ingat, anak itu saya jaga dengan sangat baik”


“Baguslah tahun depan kita bisa gunakan dia, kamu tidak apa apa kan?”


“Ia memang itulah tujuan saya membesarkan dia”


Sangga yang bersembunyi di balik dinding mendengar pembicaraan dua orang tua itu, dalam benak nya bertanya tanya siapa yang di janjikan Dion.


“Membesarkan nya? siapa? aku gak pernah tau” Gumam Dion sendiri.

__ADS_1


Flashback end.


“Jadi siapa pah?”


“Kamu akan tau nanti”


“Apa salahnya memberitahu ku sekarang?”


“Tidak bisa, udah kamu jangan tanya lagi soal itu”


...***...


Malam harinya, Sangga ingin ke kamar Lucy lagi tapi dia malah mendapati Yohan yang duduk di depan pintu.


“Kamu ngapain di sini?”


“Menjaga majikan ku”


“Menyingkir! aku mau lewat”


“Ka-”


“Kau menyukai adik mu sendiri kan? bagaimana kalau aku kasih tau pada tuan besar”


Melihat reaksi Sangga yang mematung Yohan sudah dapat menebak kalau Dion tidak tau apa apa tentang perasaan Sangga terhadap Lucy.


“Kau tidak memiliki bukti untuk mengadukan ku”


“Aku merekam pembicaraan kita” Barusan Yohan membuat bukti sendiri untuk mengancam Sangga.


“Apa! Yohan aku tuan rumah ini jadi kau harus patuh!”


“Yang membuat kontrak dengan ku adalah tuan Dion dan majikan ku adalah nona Lucy, jadi.. aku tidak mau patuh dengan mu lagi, apalagi dengan seorang abang yang memiliki niat aneh dengan adik sendiri”

__ADS_1


Sangga mengepalkan tangan, tidak dia sangka Yohan seberani ini sekarang.


Sangga menginginkan Lucy, itulah hal utama yang membuat Yohan berhenti menghormati Sangga.


“Jangan main main dengan ku!”


“Maaf tuan aku hanya melaksanakan pekerjaan ku untuk menjaga nona Lucy, anda salah satu bahaya bagi nona Lucy, jadi saya tidak akan biarkan anda mendekat”


Sementara itu Lucy menguping dari balik pintu. “Bagus Yohan, itu baru bodyguard ku” Girang Lucy, dia ingat bodyguard yang lalu tidak ada yang mau menghentikan Sangga walaupun itu Lucy yang minta.


Tok tok tok.


“Nona buka pintunya” Ujar Yohan di luar sana.


Kreek~


“Dia sudah pergi?”


“Sudah anda tidurlah dengan tenang saya akan tidur di depan sini”


“Janji ya”


“Iya”


“Jangan pergi”


“Saya di sini nona”


Lucy kembali menutup pintu dan Yohan pun bersandar di depan pintu kamar Lucy. Tidak masalah tidur seperti ini, demi Lucy Yohan akan melakukan apapun.


Tbc.


...Sebelum lanjut Like and Comment terlebih dahulu, jangan jadi pembaca goib!....

__ADS_1


...Author mau memperingatkan kalau novel ini hanya sekedar fiksi, jauh dari kenyataan yang ada....


__ADS_2