
“Yohan ini mamaku atau patung?”
“Itu asli mama Anda, dia diawetkan oleh tuan Dion setelah darahnya dikuras habis untuk diminum oleh mereka yang merupakan penyembah iblis.”
Ingin sekali Lucy memeluk Emelly, tapi kakinya yang gemeteran tidak mampu melangkah. Hal yang lebih mengejutkannya adalah ketika Yohan mengatakan Dion sendiri yang mengawetkan Emelly.
“Aku tidak mengerti, tolong jelaskan padaku.”
Memang itu tujuan Yohan membawa Lucy ke sini, Yohan duduk di samping Lucy. Dia mulai menceritakan semuanya termasuk dirinya yang masuk ke keluarga Lucy berkat Emelly.
“Aku tidak ingat apa apa tentangmu dulu, Yohan.”
“Nona masih sangat kecil.”
Lucy terharu ternyata Yohan sudah berusaha sebesar ini untuk menjaganya, pemuda ini menghabiskan masa kecilnya demi memenuhi janji antara dirinya dan juga Emelly.
“Baiklah aku percaya padamu?”
“Tidak keberatankan kalau Nona akan meninggalkan semua kemewahan ini?”
“Apa gunanya kemewahan kalau ternyata aku hanyalah tumbal, ternyata firasatku tidak salah merasakan bahaya berada di ruang lingkup mewah ini.”
“Kalau gitu ayo kita kemas-kemas barang Nona.”
“Bantu aku berdiri, aku mau mendekati mamaku.”
Sampai di hadapan Emelly Lucy memeluk tubuh kaku itu. “Mama terimakasih telah mencarikan pengawal untuk melindungiku, aku percaya kau adalah peramal seperti yang dikatakan Yohan. Oh iya aku akan jaga kalung ini dengan baik, terimakasih Lucy sayang Mama.”
Biasanya Lucy hanya melihat foto Emelly tapi sekarang dia berkesempatan memeluk Elly walaupun wanita itu sudah tidak bernyawa. Tidak apa-apa, tubuh Elly masih utuh walaupun hanya raga tanpa jiwa tapi Lucy yakin jiwa Elly melihat dirinya.
__ADS_1
Pagi pukul delapan pagi, Yohan dan Lucy sudah siap untuk pergi. Mereka tidak menggunakan mobil milik Dion tapi mobil milik Yohan sendiri.
“Yohan ingat tinggal enam hari lagi,” kata Dion dengan kode, tapi sayangnya Lucy tau apa yang dimaksud Dion. Lucy pura-pura bersikap biasa seolah tidak mengerti.
“Iya, Tuan.”
“Lucy kamu jaga diri baik baik ya, papa sayang banget sama kamu, nak. Tapi kerna kejadian abangmu, terpaksa kamu dilarikan terlebih dahulu.”
“Iya nak.”
“Selama ini Papa jarang memperhatikanku, bahkan dari papa kecil sampai sekarang bisa dihitung berapa kali Papa menggendongku.”
Dion terdiam, dia tidak menyangka Lucy mengeluarkan kata itu, padahal sebelumnya Lucy tampak tidak perduli.
__ADS_1
“Lucy maafkan papa, kau tau kau papa bekerja demi kau hidup enak,” jawab Dion menanggapi.
“Tidak apa-apa Pah, aku sebenarnya hanya ragu, apakah Papa benar-benar menganggapku anak?”
“Tentu saja kau anak papa.”
“Begitu ya, Yohan yuk kita pergi,” ajak Lucy, berjalan duluan.
Sekarang mengertikan kenapa gadis ini begitu kurang ajar dan semena-mena? dia adalah gambaran anak yang dibesarkan oleh uang, bukanlah kerna kasih sayang. Anak-anak lain biasanya dibawa bergurau atau bercanda, sedangkan Lucy tidak pernah tau arti bercanda, dia terus diberi barang mewah yang di matanya seperti candaan.
“Permisi Tuan,” pamit Yohan kemudian mengikuti mengejar Lucy untuk membuka pintu mobil.
Tbc.
...Sebelum lanjut Like and Comment terlebih dahulu, jangan jadi pembaca goib!....
__ADS_1
...Author mau memperingatkan kalau novel ini hanya sekedar fiksi, jauh dari kenyataan yang ada....