
Yohan berdiri terdiam di balkon kamar Lucy, netranya memperhatikan langit gelap tanpa manik-manik di atas sana yang tampak suram. Seperti Lucy yang terjebak oleh kegelapan yang bahkan ia tidak tau.
Ini saatnya untuk memberitahu Lucy, biarpun gadis itu akan takut, tapi hal ini sangat penting agar gadis itu mudah untuk diajak kerja sama.
Kaki Yohan menapak hingga sampai di tepi ranjang putri tidur itu. “Nona,” panggil Yohan sembari menepuk pelan pipi Lucy.
“Engggg~” lenguh Lucy enggan membuka mata.
“Bangun sebentar, ada yang ingin saya tunjukkan.”
“Hmm.” Lucy masih tidak membuka mata.
Kerna tidak punya banyak waktu, Yohan langsung angkat saja tubuh orang yang mengantuk itu. Dia bawa keluar, melangkah hati-hati memastikan tidak ada orang yang melihat.
“Yohan kau mau bawa aku ke mana?” Lucy sadar kalau Yohan menggendongnya.
“Bangunlah, anda harus melihat apa yang akan saya tunjukkan”
“Penting?”
“Sangat.”
Lucy menahan matanya agar tidak kembali terpejam, dia penasaran apa yang ingin Yohan tunjukkan hingga pemuda ini terus menaiki tangga ke atas padahal ada lift.
“Di atas ya?”
__ADS_1
“Iya Nona.”
“Kenapa tidak naik lift saja?”
“Hanya akses tangga yang membawa kita ke tempat yang saya maksud, lewat lift kita tidak akan menemukan tempatnya.”
“Tempat apa sih? Aku tidak pernah tau ada tempat rahasia di rumah ini.”
“Anda pernah ke tempat itu”
“Kapan?”
“Waktu kecil bersama saya.”
“Kau ngigau ya? Kita aja baru jumpa saat ulang tahunku yang ke tujuh belas.”
Sampai lah mereka disebuah pintu yang tampak biasa saja.
“Tempat apa ini?” tanya Lucy.
Yohan langsung membuka pintunya, sebuah ruangan bernuansa merah redup pun tampak. Patung berkepala kambing yang duduk santai bak penguasa menjadi objek pusat perhatian Lucy.
“I-ini patung Baphomet gak sih, Yohan.”
“Iya.”
__ADS_1
“Kok bisa di sini? Kau penyembah setan ya? Jangan ajak aku ya Yohan! Aku gak pakai yang beginian.”
Yohan menarik Lucy masuk lalu kemudian menutup pintu, hanya ada mereka berdua di dalam situ. Lucy jadi takut, pikirannya sudah melayang kemana-mana tepatnya ke arah yang negatif.
“Aku gak mau ikut sakte beginian!”
“Nona ,aku juga bukan pengikutnya kok, aku ke sini ingin memperlihatkan bukti secara langsung.”
“Maksudnya?”
Yohan membawa Lucy kebelakang tirai di belakang patung Baphomet, saat lampu dihidupkan mata Lucy membulat sempurna dengan tubuh yang juga gemetaran.
“Ma-mama.” Tubuhnya langsung merosot ke bawah.
Manusia bak menekin yang di awetkan itu adalah mamanya, Emely. Wanita cantik yang hujudnya sangat di sayangkan jika dilebur oleh tanah, sehingga wanita itu di awetkan dengan posisi berdiri berbaju pengantin.
“Yohan ini mamaku atau patung?”
“Itu asli mama Anda, dia diawetkan oleh tuan Dion setelah darahnya di kuras habis untuk diminum oleh mereka yang merupakan penyembah iblis.”
Ingin sekali Lucy memeluk Emelly, tapi kakinya yang gemeteran tidak mampu melangkah. Hal yang lebih mengejutkannya adalah ketika Yohan mengatakan Dion sendiri yang mengawetkan Emelly.
Tbc.
__ADS_1
...Sebelum lanjut Like and Comment terlebih dahulu, jangan jadi pembaca goib!....
...Author mau memperingatkan kalau novel ini hanya sekedar fiksi, jauh dari kenyataan yang ada....