Jangan Pergi, Yohan

Jangan Pergi, Yohan
Part 34


__ADS_3

Terhitung tiga hari Lucy berada di kapal, selama itu kemana saja dia selalu diikuti Yohan. Kali ini dia ingin sendiri, disaat Yohan sedang pulas tidur inilah kesempatan Lucy untuk bersenang-senang di luar kamar.


Lucy berganti pakaian dengan rok mini, dia sedikit memoles wajahnya dengan make-up. “Ok sudah siap,” katanya sembari berjinjit kecil untuk membuka pintu. Dengan sangat perlahan Lucy memastikan knop pintu tidak membangunkan Yohan dan, yah berhasil.


“Semalam aku ada liat orang pesta di sana,” kaki Lucy berjalan mengarah bar yang tidak pernah sepi pengunjung. Sampai di sana dia duduk berdiam diri bingung apa yang harus dilakukan.


“Sendirian aja nih.” Ucap seorang cowok yang datang dengan segelas wine di tangannya, tak menunggu Izin Lucy lagi cowok itu mendudukkan diri di samping Lucy.


“Menjauh dari ku!” tolak Lucy mendorong si pemuda tidak di kenal.


“Uwoh Nona aku hanya ingin menemanimu, kulihat kau hanya sendiri.”


“Memangnya kenapa kalau sendiri?”


“Tidak baik untuk Nona cantik seperti Anda sendiri, akan banyak pria hidung belang yang akan menggangumu nanti.”


“Termasuk kau?”


“Ahaha tidak, niatku baik, hanya memastikan dirimu aman. Aku Kelvin, siapa namamu?”


“Lucy.”


“Nama yang indah, kau mau minum? aku bisa ambilkan.”


“Susu coklat.”


“Ahaha kalau mau susu coklat di resto saja, di sini tempatnya alcohol, anda pernah mencoba?”


“Belum,” geleng Lucy.


“Ok aku akan ambilkan yang kadar alkoholnya rendah.”


Pria itu beranjak meninggalkan gelasnya di meja, Lucy menunggu kerna dia juga penasaran dengan rasa minuman itu, Kelvin kembali dengan gelas lain di tangannya. “Ini Nona silahkan dicoba, jangan banyak-banyak nanti anda mabuk akan merepotkan”


Lucy menerima gelas itu lalu meneggaknya.


“Bagaimana rasanya?” tanya Kelvin.


Kening Lucy meneringit merasakan sensasi berbeda dari minuman itu. “Aku tidak menyukainya.”


“Awalannya memang begitu, kamar anda di mana Nona? biar saya antar. Ini sudah sangat malam untuk gadis baik-baik seperti Anda.”

__ADS_1


“Benarkah?”


“Iya.”




“Aaaaaa! LEPASKAN!” Lucy kira Kelvin berniat baik, tapi nyatanya disaat masuk ke koridor sepi dia langsung menyeret Lucy ke kamarnya. Lucy memberontak ketika Kelvin mengapitnya di dinding ingin mencium bibir Lucy.



“Diam!” bentaknya kerna Lucy terus memberontak keras dengan pertahanan diri yang sulit ditembus.



“YOHAAAAN,” jerit Lucy menangis, sekarang baru dia menyesal telah diam diam pergi dari Yohan.



“Siapa Yohan? Pacarmu hmm?”




“Oh ya? Tetaapi dia tidak tau kau di sinikan? Teriaklah sepuasmu, tidak akan ada yang mendengar.”



Lucy ditarik lalu di banting ke ranjang, tubuhnya ditindih walaupun dia berusaha menolak.



**Srak**!



Dress Lucy ditarik hingga hanya tersisa dalaman saja, Lucy semakin ketakutan entah bagaimana cara dia menyelamatkan diri. “*Yohan tolong aku*,” batinnya menangis.


__ADS_1


Kelvin tersenyum lebar ingin meraup dada Lucy yang ukurannya sedang, sesuai dengan tubuh Lucy. “Selamat menikmati.”



**BRAK**!



Pintu kamar terbuka kasar menampakkan seorang Yohan dengan aura yang mengerikan, dia tutup pintu itu kembali lalu menarik Kelvin yang duduk di atas perut Lucy.



Bugh Bugh Bugh!



Bunyi pukulan telak yang membuat tubuh Kelvin babak belur mengeluarkan banyak darah segar. Lucy di sini merinding ketakutan, Yohan menyadari itu, dia tak ingin menjadi menyeramkan di hadapan Lucy, Yohan pun menyudahi pukulan beruntunnya pada Kelvin yang sudah tak sadarkan diri.



“Nona anda tidak apa-apa?” Yohan tersenyum manis.



“Yohaaan~” Lucy berlari memeluk Yohan tak perduli dengan tubuhnya yang hampir telanjang. “Dia hampir memperkosaku,” isak Lucy.



“Ayo kita kembali ke kama, Nona.”



Yohan memungut baju lusi, juga melilitkan selimut pada gadis itu, Lucy digendong kerna gadis itu sudah gemetar ketakutan.



Tbc.



...Sebelum lanjut Like and Comment terlebih dahulu, jangan jadi pembaca goib!....

__ADS_1


__ADS_2