
Tibalah waktu di mana tahun ke 18 yang dijanjikan oleh Dion pada Paton yang merupakan salah satu ketua sakte. Dion membawa Mira yang tertutup kain di matanya, gadis itu menangis mengetahui akan nasibnya.
“Ini putrimu Dion?” tanya Paton sembari membelai wajah Mira yang ketakutan.
“Benar,” jawab Dion tanpa ragu.
Paton memperhatikan dari kepala sampai ujung kaki Mira, dia menyeringit kecewa. Gosipnya putri Dion sangat cantik, apa hanya segini kecantikan yang gosipkan itu? Sangat tidak sesuatu dengan ekspektasi tinggi Paton.
“Malam ini akan menjadi malam suci, mari kita pergi bersiap. Halil satan,” serunya mencoba menyembunyikan raut kekecewaan.
Kalau biasanya Dion membawa putranya, tapi kini dia sendiri. Kalian tau apa yang terjadi dengan Sangga, dia masih terpejam di rumah sakit. Setidaknya dia tidak tau kalau nama adiknya akan menjadi persembahan utama malam ini.
Api berkobar besar malam ini, Mira ditelanjangi diikat di sebuah tiang dekat dengan patung Tuhan mereka. Penutup mata sudah dibuka, gadis itu bisa melihat apa yang para pengikut aliran sesat itu lakukan. Mereka berseru menyembelih gadis remaja seakan itu adalah anak domba. Akankah dia selanjutnya?
“Aku bukan anaknya, aku bukan Lucy Ranxio!” gumam Mira pelan, dia tidak bisa meneriakkan itu, ada keluarga yang berlindung di balik pengorbanan Mira.
Dion menatap Mira tajam. “Jangan banyak bicara, terima saja nasibmu”
Selanjutnya para pengikut iblis itu saling berhubungan badan masal secara terang-terangan, tidak perduli jika itu wanita atau pria yang mereka gauli, gay bukanlah sesuatu yang wajar bagi mereka. Parahnya ada yang berhubungan dengan putri atau ayahnya sendiri.
Sedangkan Dion menggauli Paton.
__ADS_1
“Tuhan ini menjijikkan,” kata Mira menangis dalam diam.
Kemudian beberapa orang mulai membakar tumpukan kayu yang menjadi pijakan Mira. Ya, gadis itu tidak diapa-apakan hanya saja dia dibakar.
“Tuan Satan, gadis ini kami persembahkan untukmu, dia domba yang masih suci bentuk kesetiaan salah satu pemujamu Dion, ia mempersembahkan putrinya Lucy Ranxio yang merupakan darah daging yang ia besarkan atas namamu, Lucy-Lucifer. Terimalah kesetiaan ini,” kata ketua sakte.
Mira menjerit kencang, kulitnya mengelupas dalam panasnya api. Jeritan itu menjadi iringan kebanggaan mereka di sana. Tapi... Berbeda dengan Dion yang takut ketahuan kalau Mira bukanlah Lucy, dia mencoba menahan raut takut.
“Ti-tidak ada.”
Paton mengangguk paham. “Katanya putrimu sangat cantik, sepertinya aku terlalu berekspektasi terlalu tinggi.” Paton berterus-terang.
“Emang dia tidak cantik?”
“Cantik, tapi tidak secantik itu.”
__ADS_1
Tentu saja, yang terbakar di atas sana bukanlah Lucy Ranxio putri dari Dion Ranxio. Paton tampak kecewa dengan rupa gadis yang dibawa oleh Dion, tapi dia diam kerna menghormati kebesaran hati Dion yang sudah berkorban banyak.
“Halil satan.”
Seru mereka di sana yang bersujud. Dion dan Paton pun ikut untuk melanjutkan ritual mereka yang belum selesai.
Tbc.
...**Peringatan**!...
...**Mohon bijak**...
...**Ini hanya karangan author semata, tidak sama dengan apa yang terjadi dikehidupan nyata. Persembahan para pengikut Satanic juga gak sepenuhnya seperti ini, jadi para Satanic yang singgah di sini jangan tersinggung, ya🙏**....
...\*...
...**Sebelum lanjut Like and Comment terlebih dahulu, jangan jadi pembaca goib**!....
...**Author mau memperingatkan kalau novel ini hanya sekedar fiksi, jauh dari kenyataan yang ada**....
__ADS_1