
Baru saja masuk kelas Lucy memergoki Bagas dan Vivian berduaan di dalam kelas. Kening Lucy menyeringit, mereka tampak begitu akrab bahkan sampai tertawa-tawa kecil.
Ekpresi Lucy sudah tidak enak, masih mematung di sana sampai akhirnya Vivi menyadari keberadaan Lucy.
“Lu-Lucy?”
Bagas juga sontak menjaga jarak dari Vivi, di belakang Lucy ada pria berwajah datar. Istilahnya cemburu.
“Vi aku pergi dulu, ya.” Bagas pergi melewati Lucy, dia yakin keberadaannya akan membuat semakin runyam saja, Vivi pasti bisa beralasan kalau bicara sendiri. Kemudian Lucy masuk siap menginterogasi Vivi.
“Kalian tampak dekat Vi.”
“Jangan salah paham Cy, kak Bagas datang tadi cuman mau bahas tentang kegiatan OSIS untuk menyiapkan lomba hari kemerdekaan nanti.”
“Kok kalian hanya berdua?”
“Rapat semalam aku tidak hadir, jadi dia kasih tau aku sekarang kerna kebetulan dia lewat di depan kelas.”
Mimik wajah Lucy langsung berubah jadi ceria. “Oh begitu ya, ahahah kukira apa.”
Vivi bernafas lega, untunglah Lucy percaya, kalau tidak, bisa habis dia. Lucy gadis yang egois ditambah ada pengawal yang selalu menuruti permintaan nona nya.
“Ini Vi aku belikan untukmu.” Lucy menyerahkan sebuah bros melati yang di tengahnya ada mutiara pink cerah asli.
“Ini mahal banget gak, Cy?”
“Enggak apa-apa, itu oleh oleh untuk kamu.”
“Oleh-oleh? Memangnya kamu dari mana?”
__ADS_1
“Jangan kasih tau orang ya, sebenarnya aku sama Yohan liburan ke kapal pesiar, itu bros aku beli di pelelangannya.”
“Pfft.”
“Kenapa kau tertawa?”
“Ahaha kalian seperti pasangan yang pergi bulan madu.”
Seketika pipi Lucy ngeblus bahkan telinganya sampe merah. Memang dia melakukan hal seperti itu, walaupun kerna terpaksa. Yohan tersenyum kecil melihat telinga Lucy yang tampak jelas merahnya.
“Eh ada apa denganmu? kenapa merah gini? jangan-jangan-”
“Buang pikiran kotormu itu, berikan pendapatmu tentang hadiahku, kau suka gak?”
“Suka banget, makasih ya.”
>>>
Sementara di kelas ada Karin yang juga ingin permisi ke toilet. “Buk saya ke toilet Buk”
“Iya Karin silahkan.”
Karin pergi ke toilet, dia berlari kecil mengejar waktu sebelum Lucy keluar. Namun terlambat, Lucy sudah keluar bersama dengan Yohan yang mengekor di belakang.
“Lucy tunggu.”
“Apa?”
“Aku mau bicara.”
__ADS_1
“Malas banget bicara sama kamu, yok Yohan kita pergi.”
“Lucy ini tenta-”
“Diam! semua yang keluar dari mulutmu itu dusta, aku tidak ingin dengar.”
Pada akhirnya Karin diam mematung di tempat, inilah kalau musuhan, akan sulit diajak berbicara.
Karin tak menyerah sampe di situ, jam istirahat disaat semuanya keluar kelas, hanya ada Lucy, Yohan dan juga Vivi yang tinggal, Lucy memang tidak nyaman makan berdesakan di kantin sekolah.
Karin mendekati kedua gadis yang tengah mengobrol itu. “Lucy.”
“Apalagi?”
“Kau tau? Vivi dan kak Bagas pacaran,” to the point Karin, dia tidak punya waktu untuk bertele-tele.
Lucy berdiri mendorong Karin. “Kau pikir aku percaya? Kau ini sengaja mengadu domba agar aku berantem dengan Vivi kan?”
“Aku tidak bohong! Tanyakan saja pada sahabatmu itu,” tunjuk Karin.
Vivi tampak takut, dia tidak punya keberanian untuk jujur ditambah lagi sekarang Lucy ikut menatapnya. “Benarkah Vi?”
“Enggak Cy! Karin sengaja tuh mengadu domba kita, kamu tau sendiri kan dia kaya mana,” elak Vivi.
“Karin pergi kau! Aku lebih percaya Vivi dari pada kamu.”
Awas aja kau Vivi, aku akan cari cara lain agar Lucy percaya, hubunganmu dengan kak Bagas tidak akan bertahan lama, batin Karin kemudian pergi dengan segala kekesalannya.
Tbc.
__ADS_1
...Sebelum lanjut Like and Comment terlebih dahulu, jangan jadi pembaca goib!...