
“Aaaaaa haaaaaa!”
Tangisan kencang membangunkan Yohan dari lelapnya, dia terduduk mendapati Lucy yang menangis. Melihat Yohan yang bangun, Lucy memukul mukul pemuda itu.
Plak!
“YOHAN KAU KURANG AJAR!” marah Lucy sambil menangis deras.
“Maaf Nona.” Yohan tidak ingin mengelak ataupun berdalih, kenyataannya Yohan lah yang meniduri Lucy walaupun atas permintaan Lucy.
”Aku tidak mau tau! Hari ini orang yang membuatku kehilangan perawan harus mati!”
“Baiklah, saya akan bunuh diri, Nona,” pasrah Yohan, kalau ini bisa memuaskan Lucy dia rela.
“BUKAN KAU! TAPI KELVIN!” tariak Lucy, pengawalnya ini terlampau tidak sayang nyawa sendiri. Bisa bisanya dia ingin mati, terus bagaimana dengan Lucy?
Yohan mendongak menatap netra Lucy yang bengkak, sudah berapa lama gadis ini menangis? Seandainya Yohan tidak tidur cepat semalam, mungkin hal ini tidak terjadi, dia menyesali ketidak becusannya menjaga Lucy. Dan sekarang Lucy menuntut nyawa Kelvin, baiklah Yohan juga marah dengan pria itu.
“Aku akan lakukan Nona.”
>>>
Di sini Kelvin duduk bersama abangnya, Aris. Kalian ingat kan dua bersaudara ini? Mereka adalah orang yang membully Yohan saat kecil dulu.
“Ngapa kau babak belur begini!” kaget Aris ketika adiknya berada di hadapan. Mata Kelvin ungu lebam juga benjol berdarah di dahinya, belum lagi Kelvin yang tampak pincang.
“Aku digebukin orang!”
“SIAPA!” teriak Aris mengejutkan orang di sekitarnya, dia berdiri merasa tertantang mendengar adiknya dibuat babak belur. Ini cukup melukai harga diri seorang preman ok.
“Lupa aku namanya.”
“Dengan alasan apa kau di gebukin?”
__ADS_1
“Aku hampir meniduri wanitanya, dia marah kerna itu.”
“Ck sok pahlawan, nanti kalau kau lihat dia kasih tau aku, biar aku yang membalaskan lukamu.”
Walaupun sudah tengah malam, masih banyak orang-orang yang berkeliaran ke sana ke mari menikmati mewahnya interior kapal dan juga fasilitasnya.
Namun, suara jeritan di sebuah kamar tak ada satu pun yang mendengarnya.
“Ampun huhu, aku akan bersujud di kaki Nona,” katanya bersimpuh di kaki yang lebih dominan.
“Tidap perlu, kau akan berakhir di sini.”
“Aku salah! Aku salah! Tolong maafkan aku, kenapa kau begitu dendam padahal aku tidak sempat menyentuh Nonamu huhu.”
Memang tidak sempat, tapi sesuatu hilang kernanya. Lucy sedari tadi tidak mau makan, mungkin setelah kematian Kelvin barulah Lucy mau membuka mulut untuk mengisi perut.
__ADS_1
“Selamat tinggal dan terimakasih.”
**Srak**!
Berakhir sudah hidup Kelvin, sayatan di leher cukup ampuh untuk merenggut nyawa. Yohan kembali setelah memastikan tidak ada bukti tentangnya sedikitpun yang tertinggal. Mayat Kelvin ia biarkan saja di situ.
Tadi Yohan sempat berterimakasih, untuk apa? Hmm kerna Kelvin dia merasakan tubuh wanita yang ia puja-puja, Yohan suka itu, tapi dia tidak bisa mengulanginya.
.
.
“Nona saya sud-” Laporan Yohan terjada kerna melihat Lucy yang sudah tidur.
Kasihan sekali Lucy, dia tidak ada keluar hari ini padahal kemarin dia begitu semangat menjelajah kapal besar ini. Yohan mendekat, dia tatap wajah Lucy dari dekat bahkan sangat dekat hingga hidungnya menyentuh hidung Lucy.
“Padahal nona sedih seperti ini, tapi aku malah senang. Maafkan aku mama Emelly,” gumamnya.
Tbc.
__ADS_1
...Sebelum lanjut Like and Comment terlebih dahulu, jangan jadi pembaca goib!...