
“Kau percaya dengan Tuhan?” tanya Dion tiba-tiba, Yohan diam menatap dalam mata pria itu lalu kemudian dia merespon.
“Tidak,” jawab Yohan, dia terpaksa menjawab seperti ini kerna ingin mendapatkan kepercayaan lebih dari Dion. Biasanya orang yang seprekuensi akan lebih mudah terbuka.
“Ahahah benarkah? Kenapa?”
“Tidak tau, mungkin kerna aku tidak pernah mendapat keajaiban Tuhan.”
“Jadi kau seorang atheis?”
Yohan terdiam, dia membuat ekoresi seperti orang yang sedang membunyikan sesuatu. Dion semakin bahagia melihat keraguan itu, itu adalah ekoresi seseorang yang memiliki rahasia besar untuk disembunyikan.
“Jawablah, Yohan.”
“Apa itu penting Tuan?”
”Jadi kau bukan seorang atheis, kau memiliki kepercayaan dong.”
“Tidak.”
“Katakan sejujurnya, aku akan memberikan bayaran atas jawabanmu”
“Benarkah?” Sungguh hebat acting Yohan, kapan lagi dapat kesempatan seperti ini. Bukan uang maksudnya, tapi mengenai dirinya yang menipu Dion. “Saya ragu mengatakan hal ini, sepertinya akan sedikit menyinggung.”
Dion tersenyum dengan kepala yang mengangguk pelan.
“Saya penyembah iblis, Tuan.”
Senyum Dion tambah lebar mendapati jawaban Yohan seperti keinginannya.
“Tidak apa-apa Yohan, saya sama seperti kamu.”
“Hah? a-apa Nona Lucy juga?”
__ADS_1
“Yohan, apa kau membenci Lucy?”
“Hah? apa yang Tuan katakan, dia anakmu tidak mungkin aku membencinya.” Yohan berkata dengan senyum yang dipaksakan, Dion bisa menilai itu sebagai kebohongan atas jawaban Yohan barusan.
“Lucy adalah calon anak domba untuk ritual selanjutnya, tidak apa-apa kau membencinya, dia memang anak yang kurang ajar dan menyebalkan.”
Benarkan? Orang yang merasa seprekuensi akan lebih terbuka, dan Yohan berhasil meyakinkan Dion kalau dia berada dipihak Dion.
“Kulihat tuan muda menyayangi Nona.”
“Maka dari itu aku belum berani mengatakan Lucy adalah korban selanjutnya pada Sangga. Yohan tolong jaga rahasia ini, sebenarnya aku menyuruhmu datang untuk melakukan satu tugas.”
“Apa itu?”
“Di hutan timur, aku menyembunyikan para anak domba, penjaga yang sebelumnya ada tugas lain selama enam bulan ke depan, jadi kau gantikan dia untuk sementara.”
“Oh ini alasan Tuan memastikan keyakinan saya?”
“Benar.”
“Apa saya tidak menjadi pengawal nona Lucy lagi?”
“Setelah kau kembali, kau akan menjadi pengawal Lucy lagi, sejak awal itu memang tugasmu. Berjaga di hutan timur hanya untuk enam bulan saja, itu pun bisa kurang kalau tugas penjaga sebelumnya lebih cepat selesai.”
Setelah berbicara dengan Dion, Yohan hendak berjalan kembali pada Lucy dengan langkah lesu, berat sekali rasanya pisah dari Lucy. Gadis yang tengah sibuk di sana tampak sangat cantik membuat Yohan semakin berat, dia pasti akan merindukan Lucy.
“Nona.”
__ADS_1
“Hmmm.”
“Saya akan pergi salama enam bulan.”
Lucy berbalik dengan wajah senang. “Itu artinya aku tidak dikawal lagi?”
Yohan kecewa melihat respon Lucy yang senang jauh darinya. “Anda akan ada pengawal baru lagi.”
“Is! lebih baik kau saja, dari pada pengawal baru.”
“Saya akan pergi selama enam bulan setelah itu kembali lagi,” ucapnya menatap Lucy yang memasang wajah cemberut. Kemanapun dia pasti akan dikawal terus, itu sangat menyebalkan.
Tbc.
...Sebelum lanjut Like and Comment terlebih dahulu, jangan jadi pembaca goib!...
__ADS_1
...Author mau memperingatkan kalau novel ini hanya sekedar fiksi, jauh dari kenyataan yang ada....