Jangan Pergi, Yohan

Jangan Pergi, Yohan
Part 46


__ADS_3

Seiring waktu berjalan Lucy semakin sadar kalau dia sangat membutuhkan Yohan, kembali lagi dia menghubungi Yohan namun tidak dapat jawaban sama sekali. Lucy menatap sedih HP nya yang terus mencoba menelfon.


Lucy menangis dalam diam, ini pertama kalinya dia merasa kehilangan segalanya.


“Hiks Yohan kau di mana?”


Dengan posisi tengkurap, dia menyembunyikan kepala di bantal. Perlahan Lucy tertidur memimpikan Yohan membawanya melihat dunia.


>>>


Pukul sebelas malam entah bagaimana caranya Sangga bisa masuk ke kamar Lucy yang terkunci. Sudah lama dia tidak memeluk Lucy, setelah mangantar Yohan pergi, Sangga sibuk dengan pekerjaan, baru kinilah dia bisa melihat Lucy. Dia berani datang kerna Yohan yang biasanya berjaga di depan pintu tidak ada.


“Adikku sangat cantik.” Sangga mengelus wajah Lucy yang terlelap dengan sangat lembut.


Lucy mengelus mengambil tangan Sangga untuk di peluk, Sangga sangat senang bukan main, namun satu nama yang di sebut Lucy membuat Sangga kembali kecewa.


“Yohan,” gumam Lucy.


Kenapa harus nama itu? Sangga mematung kernanya. Dia cemburu kerna Lucy membawa Yohan ke dalam mimpinya. Dengan berani Sangga naik ke atas kasur, tiduran di samping Lucy lalu memeluknya.


Lucy merasa terusik, dia pun membuka mata dan...


“Aaaaa!” tariak Lucy mendorong Sangga jauh. “Keluar!”


“Lucy kenapa kau jahat sekali dengan abang?”

__ADS_1


“Kau yang jahat! aku ini adikmu jangan macam-macam!”


“Walaupun sedarah tetap saja kita beda gender, tidak masalah kan?”


Sudah gila! Lucy benci sekali kalau Sangga seperti ini. “YOHAAAAN!” tariak Lucy memanggil pangawalnya. Namun beberapa detik kemudian dia sadar Yohan sedang tidak ada, pantas saja Sangga bisa masuk.


“Ariiis!” tariak Lucy lagi, Kerna kebetulan lewat di depan kamar Lucy Aris pun datang.


“Nona memanggil saya?”


“Singkirkan pria ini!” Tunjuk Lucy pada Sangga.


Aris melihat Sangga yang terduduk di lantai. Sangga adalah salah satu majikan di rumah ini, mana mungkin dia berani. “Maaf Nona saya tidak bisa.”


“Kenapa?”


“Kau itu pengawalku, jadi kau harus menuruti perintahku. Abaikan tuan yang lain!”


Aris menelan ludah nya kasar. “Tuan muda-”


“Kau pergilah keluar.” Potong Sangga mengusir Aris, Aris pun menurut. Lucy menatap kecewa pada Aris yang meninggalkannya, benar-benar! tidak ada yang bisa mengerti Lucy selain Yohan.


Air mata pun kembali turun, Sangga yang tidak tau diri kembali duduk di ranjang Lucy. Baru tangan itu terulur untuk menyentuh pudak Lucy, tangannya langsung ditepis.


“Kau menjijikkan, keluar dari kamarku!”

__ADS_1


“Lucy-”


Drap drap drap.


Lucy langsung berlari keluar, langkahnya sangat cepat bahkan Sangga tak dapat mengejarnya. Di tengah malam ini keributan pun terjadi, Sangga berteriak pada penjaga gerbang untuk menangkap Lucy yang hampir di sana.


Gerbang memang tertutup, tapi entah dapat kekuatan dari mana hingga Lucy bisa memanjatnya dengan cepat.


Si nona pun lolos.


Dalam pengejarannya, kaki Lucy tidak merasakan sakit oleh kerikil yang ia pijak. Orang di sana juga semakin dekat, tanpa berpikir panjang lagi Lucy bersembunyi masuk ke dalam mobil yang terparkir di depan indomaret.


Pemilik mobil pun berteriak. “Hei kau siap-... Lucy!”


“Kebetulan sekali, Karin tolong aku.”


“Hah?”


“Tolong biarkan aku menginap di rumahmu, kumohon.”


Karin berpikir sebentar, tadinya ingin melempar Lucy keluar. Tapi bukankah ini kesempatan? “Baiklah,” jawab Karin. Penerimaan Karin bukan tampa alasan, sebut saja ada udang di balik batu.


Tbc.


...Sebelum lanjut Like and Comment terlebih dahulu, jangan jadi pembaca goib!....

__ADS_1


...Author mau memperingatkan kalau novel ini hanya sekedar fiksi, jauh dari kenyataan yang ada....


__ADS_2