Jangan Pergi, Yohan

Jangan Pergi, Yohan
Part 21


__ADS_3

Sepulang sekolah Lucy berjalan ke parkiran bersama Yohan di belakangnya, kemudian dia berhenti kerna ada yang menghalangi jalan.


“Lucy.”


“Iya ada apa buk Asya?”


“Nilai kamu paling jelek di kelas, bagaimana malam minggu kamu datang ke rumah ibu untuk belajar pribadi, kamu bisa menginap.”


Berurusan dengan Lucy adalah hal yang paling menyebalkan sebenarnya. Asya melakukan ini demi bisa dekat dengan Yohan bukan demi nona kaya arogan, dia tau Yohan akan mengekori Lucy kemanapun sama seperti bodyguard Lucy yang lainnya.


Tapi...


“Tidak mau! jangan ganggu malam liburku.”


Kata kata Lucy membuatnya hampir kehilangan harapan, Asya tidak mau menyerah. “Malam jumat deh.”


“Enggak! malam jumat itu malam seram.”


“Yaudah malam sabtu gimana?”


“Intinya aku tidak mau belajar, jadi jangan memaksaku” Jika di luar jam pelajaran Lucy biasa bersikap seenaknya bahkan tidak perduli jika itu guru, lagian siapa yang tidak tau seberapa kaya Lucy dan bagaimana pengaruh keluarga nona arogan ini? Pihak sekolahlah yang akan rugi jika kehilangan murid super kaya ini.


“Lucy coba pikirkan lagi, ini demi nilai kamu loh.”


“Yohan ayo pergi,” ajak Lucy, gadis ini tidak mendengarkan saran Asya bahkan Asya ditinggal sendiri begitu saja.


“Gadis arogan sialan!” batin Asya menatap punggung dua orang yang sudah jauh.


...***...


Di rumah megah ini Lucy duduk di sofa sembari kakinya dipijat oleh pelayan. Dia tidak perduli dengan orang yang baru saja datang, mereka adalah Dion dan Sangga. Mengabaikan seolah tidak melihat.


“Lucyiiii.” Sangga ikut duduk memeluk adik yang sangat ia rindukan.


Lucy mendorong Sangga hingga pria itu jatuh ke lantai. “Jangan dekat dekat,” katanya.


Sangga kembali duduk di samping Lucy. “Kamiu sedang pijat? sini abang pijatkan.”


Plak!


Tangan Sangga ditepis oleh Lucy, gadis ini memang kurang ajar bahkan sama Dion sekalipun.


“Sangga lebih baik kau istirahat, jangan ganggu Lucy,” tegur Dion.

__ADS_1


“Abang sangat rindu sama kamu loh, dek.”


“Aku enggak, kenapa kalian cepat banget pulang nya?”


Di sisi lain dekat ujung tangga Yohan melihat intraksi keluarga yang tampak hmm.. harmonis mungkin? Enggak! Anak gadis mereka sangat sangat arogan bahkan tidak menghormati orang tua sekalipun, itulah hasil didikan Dion.


“Yohan,” panggil Dion.


Yohan jalan mendekat menghampiri. “Iya Tuan?”


“Kamu menjalankan tugasmu dengan benarkan?”


“Iya.”


“Tidak ada kendala?”


“Tidak.”


“Apa Lucy banyak tingkah?”


“Saya tidak masalah dengan itu,” kata Yohan sambil melirik Lucy yang juga ikut mendengarkan pembicaraan mereka.


“Baguslah.”





“Lepaskan!” Lucy mendorong nya.



“Ya ampun dek abangmu ini rindu loh” Ya, yang datang adalah Sangga. Kalian tau kan bertapa sayangnya pemuda ini dengan Lucy? bahkan Yohan digebukin hanya kerna Lucy tergores sedikit.



“Jijik! menjauh dariku!”



“Enggak.”

__ADS_1



Lucy menghubungi Yohan untuk datang ke kamarnya melalui chat. Dua menit kemudian Yohan sampai.



“Ada apa no-” Ucapan Yohan tersendat melihat Sangga memeluk Lucy di sana.



“Yohan tolong singkirkan hama ini!”



“Tuan Sangga maksudnya?”



“Iya! dia tidak mau lepas dariku.”



Yohan juga geram melihat Sangga memeluk Lucy dengan posisi seperti itu, sangat tidak wajar! Tampa ragu-ragu Yohan menarik paksa Sangga hingga pria itu terlepas dari Lucy.



“Berani beraninya kau!” Marah Sangga yang ingin memukul Yohan namun dengan cepat Lucy menjadi prisai Yohan.



“Aku yang memintanya!” Kata Lucy dengan sorot tajam. Sangga pun pergi dari kamar itu.



“Saya pergi dulu Nona, jangan lupa kunci pintu” Ucap Yohan berpamitan untuk kembali ke kamarnya sendiri.



Tbc.



...Sebelum lanjut Like and Comment terlebih dahulu, jangan jadi pembaca goib!....

__ADS_1



...Author mau memperingatkan kalau novel ini hanya sekedar fiksi, jauh dari kenyataan yang ada....


__ADS_2