Jangan Pergi, Yohan

Jangan Pergi, Yohan
Part 75


__ADS_3

Lucy mengambang dalam bentuk roh melihat mayatnya sendiri yang terus turun ke bawah. “Itu aku?” tutur Lucy tak percaya bahwa dirinya telah lompat ke laut.


“Jadi, aku bunuh diri nih ceritanya?”


Tiba-tiba Lucu di tarik entah dengan apa, hingga saat dia membuka mata, Lucy sudah berada di tempat lain. Tempat yang sepi tidak ada siapapun kecuali Lucy yang kebingungan.


Ini akhirat atau bukan? Aku harus cari jalan, kah? Tuhan, jangan masukan aku ke neraka. Aku tak sengaja bunuh diri, bukannya benar-benar ingin bunuh diri. Salahin setan tuh, dia menipu pandanganku.



Lucy melangkah maju menaiki tangga yang entah kemana. Rasa takut tersirat dalam benaknya, suasana yang tenang namun mencekam menekan mentalnya.


Ketakutan itu semakin bertambah ketika Lucy melihat ada seseorang yang bercahaya membelakanginya di puncak susunan anak tangga berumput itu.



Wanita bergaun indah itu hanya diam saja berdiri tanpa melakukan apapun.


“Permisi,” tegur Lucy pelan, wanita itu satu satunya mahluk di sana yang Lucy temukan, mungkin dia salah satu melaikat penjaga gerbang.


Saat wanita itu berbalik, mata Lucy membulat sempurna. “Mama?” ucapnya.


Ya, dia adalah Emelly, ibu kandung Lucy. Wanita itu tersenyum membuka kedua tangan untuk membiarkan Lucy masuk ke dalam pelukannya. Tapi Lucy malah mematung ragu, Kenapa? Kerna dia mati gara-gara melihat Yohan membuka tangan minta dipeluk sama seperti yang di lakukan oleh Emelly.


“Kemarilah, Lucy. Ibu ingin sekali memelukmu,” tegur Emelly.


“Kau setankan! aku tidak akan terjebak lagi, kali ini mau bawa aku ke mana? Ke neraka?”

__ADS_1


Emelly malah tertawa keras, menurutnya Lucy sangat Lucu. “Percayalah, aku ini mamamu Lucy?”


“Bohong!”


Emelly berhenti tertawa kemudian dia mendekati gadis itu. Mata Emelly berkilauan air mata, dia sedih kerna Lucy akhirnya sampai di sini, itu artinya gadis ini sudah mengalami banyak hal buruk.


“Nak, kau tau? Kau sebenarnya masih bisa kembali ke duniamu.”


“Aku tidak mau bicara dengan setan, bye aku mau pergi.” Saat ingin turun kembali dari altar, tangan Lucy di tahan oleh Emelly.


“Dasar anak kurang ajar! Mamamu sedang bicara beraninya kau ingin pergi, diam di tempat!” omel Emelly pada Lucy. Seketika Lucy ternganga, benarkah ini Emelly?


“Mama bukan setankan?”


“Bukan, sayang. Makanya dengerin mama dulu.” Kemudian Elly mengajak Lucy duduk di kursi batu.


Elly kemudian menyentuh liontin jam pasir yang tergantung di leher Lucy, entah bagaimana caranya liontin itu bisa ikut Lucy yang sudah beda alam.


“Liontin ini, mama dulu menitipkannya pada Yohan.”


“Iya, Yohan sudah cerita.”


“Jadi, bagaimana hubunganmu dengan Yohan?” Emelly menutup mulutnya kerna menahan tawa.


“A-apa? Mama ini ngomong apa, dia itukan bodyguardku.”


“Bodyguard ya? Terus sampe berhubungan intim tu gimana ceritanya? Bahkan ada yang sampe bunuh diri loh ditinggal ayang.”

__ADS_1


“Mama!” Lucy langsung menyembunyikan wajahnya kerna malu, ternyata Emelly mengawasinya selama ini, jadi dia mengintip dong?


“Ahaha, selama kamu pakai liontin itu, mama bisa melihat semuanya. Termasuk ehem ehem kalian.”


Lucy semakin meringkuk karena terus digoda Emelly. Apalagi mendengar suara tawa wanita itu, telinga Lucy semakin memerah.


Puas menggoda anaknya, Emelly pun tiba-tiba jadi kalem lagi. “Lucy,” panggil Elly dengan nada rendah seakan ingin membicarakan hal yang serius.


Lucy yang masih meringkuk hanya berdehem menanggapi panggilan Elly, kemudian Elly memeluk tubuh Lucy dengan penuh kasih sayang.


“Kau masih bisa memperbaikinya, nak,” sambungnya sembari mengelus surai Lucy, gadis itu memperbaiki posisi untuk menatap ibunya.


“Memperbaiki apa, Ma?”


“Sayang sekali waktunya tidak banyak, padahal mama masih ingin bersamamu di sini.” Kemudian Emelly melepas liontin yang dipakai Lucy. “Hiduplah, mama menyayangimu, Lucy.” Elly mencium kening Lucy dengan matanya yang sudah terdapat genangan air.


“Aku juga sayang, Mama.”


Prang!


Elly membanting liontin jam pasir Lucy hingga pecah di batu. Pasir yang berserakan berubah menjadi butiran cahaya yang datang mengerumuni tubuh Lucy.


“Apa ini? Mama tolong aku!” pinta Lucy namun Elly hanya tersenyum sambil melambaikan tangannya.


Hingga akhirnya pandangan Lucy menggelap.


Tbc.

__ADS_1


__ADS_2