
Retno sudah berdiri disebelah kanan, yang mengenakan hijab hitam
mahasiswa Jurusan Adm Bisnis ini kembali menorehkan prestasi yang membanggakan bagi civitas akademika.
Kali ini, Retno Anggraeni Djangkaru ini berhasil menjadi Wisudawati Terbaik Pertama Fakultas Strata Sarjana (S1) Pada Program Pasca Sarjana, Sarjana, dan Diploma Periode tahun ini
Gadis manis berjilbab, 22 tahun silam, keturunan jawa betawi ini, diterima sebagai mahasiswa Jurusan Adm Bisnis melalui Jalur SBMPTN (Seleksi Bersama Masuk Perguruannya Tinggi Negeri), sebuah jalur penerimaan mahasiswa negeri kompetisi level nasional yang bergensi dan sarat dengan persaingan yang ketat.
Retno juga tercatat sebagai penerima beasiswa Bidikmisi. memiliki Indek Prestasi Kumulatif (IPK)\= 3,89 (skala 4,0) dengan masa studi 3,7 tahun.
Retno lulus dengan predikat Cum Laude (Dengan Pujian). Retno berhasil meraih wisudawati terbaik pertama setelah meyisihkan 90 wisudawati lainnya dari 6 jurusan strata sarjana S1 yaitu Jurusan Sosiologi, Pemerintahan, Komunikasi, Adm Negara, Adm Bisnis, dan Hubungan Internasional.
"Selamat ya" Fatih memberikan Buket bunga terbuat dari uang kepada Retno
Retno tersenyum menerimanya "Makasih om"
Kedua orang tuanyapun ikut bahagia melihat putri tunggalnya tampak bahagia
Tak ketinggalan pula acara foto keluarga
Setelah foto-foto, Fatih meminta izin untuk mengajak Retno, melihat apartemen yang ia beli untuk tempat tinggal mereka, setelah sah menjadi pasangan suami istri
Sebelum janur kuning benar-benar melengkung dipestanya, Fatih ingin sekali mengajaknya menghabiskan waktu sehari, sebelum masa pingitan berlaku lagi
Mereka sudah memarkirkan mobilnya didepan apartemen "Ayo" Sesekali Fatih merangkulnya
Sebenarnya waktu tadi memberi selamat, Fatih ingin sekali memeluknya. Tapi dia harus sadar diri. Pasti ada seseorang yang akan tersinggung, yaitu babe
Mereka sudah berdiri didepan lift yang masih tertutup karena ada seseorang yang menggunakannya
Setelah lift terbuka, Fatih menggandeng Retno karena ada orang yang keluar dari lift tersebut
"Hola" Sapanya
"Hola" Jawab Fatih
"Om kenal?"
"Enggak. Masuk yuk. Kita pencet tombol 5 ya.. " Fatihpun memencetnya
"Mungkin karena sering melihat aku bolak-balik kemari, jadi dia menyapa"
"Oh"
Setelah sampai dilantai 5, merekapun mencari nomor 15 yaitu rumahnya
"Ini dia. Gampangkan. Rumah nomor 15"
"Iya"
Fatih membukakan pintu apartemen tersebut "Welcome back to Fatih Family... " Fatih membentangkan tangannya
"Seminggu lagi" Tolaknya
Fatih menurunkan kedua tangannya "Ya udah deh. Silakan masuk"
Mereka berkeliling ruangan
"Ini untuk ruang tamu ya om"
"Iya, Retno suka perabotannya?"
"Suka om"
Lalu Fatih memasuki kamar utama, diikuti Retno dari belakang
Fatih membanting badannya dikasur yang ada dikamar tersebut "Ini kamar kita"
"Iya, seminggu lagi"
"Retno nggak ingin mencoba?" Ucapnya sambil menepuk pelan kasur yang ada disisinya
"Enggak, kan seminggu lagi"
"Ooh" Fatih berdiri dan berjalan membuka pintu kearah balcon
"Ih, ini bisa dibuat ternak lele om. Lumayan luas"
__ADS_1
"Ck" Fatih memukul jidat Retno dengan kepalan tangan
Gung
"Pikirannya lele melulu"
"Hehe.. Kan untuk nambah penghasilan om"
"Ya tapi anehlah"
"Iya om nggak jadi" Tanpa sadar, Retno memegang lengan Fatih "Kalau ditanamin tanaman boleh kan om"
"Nah itu baru masuk akal"
Retno menatap tangannya yang bergelayut disana, langsung melepasnya sambil cengar cengir
"Nggak pa-pa terusin pegangnya. Orang aku nggak nyuruh nglepas kok" Ucap Fatih membuat Retno malu
"Hehe"
Merekapun lanjut berkeliling ruangan
"Kamar tidurnya ada dua ya om"
"Iya, itu untuk Fatihah. Kamu tidak keberatan kan"
"Malah aku seneng om. Tidurnya ada temen"
Fatih mengerutkan dahinya "Kan temen tidur Retno, aku. Bukan Fatihah"
"Hehe.. Berarti, seminggu lagi, kita sudah bisa tidur bareng ya om?"
"Maunya kapan? Sekarang?" Canda Fatih
"Ih om, belum sah kita" Retno memegang dan mengabsen perabot furniture yang sudah dipasang semuanya "Perabotannya bagus semua, aku suka"
"Mudah-mudahan tinggal disini, betah ya?"
"Ya om"
"Enggak om. Justru kecil, tugasku ringan. Ngebersihinnyapun gampang"
"Kau tidak ingin menggunakan jasa ART"
"Jangan om. Belum perlu"
"Tapi aku tidak ingin kamu capek loh"
"Nggak pa-pa, nyuruh om mijitin"
"Boleh... Sekarang juga mau"
"Ih om kebiasaan"
-
Seminggu sudah undangan pernikahan mereka dibagikan untuk warga +62
Dan hari ini, hari yang dinantipun telah tiba
Akad nikah adalah acara inti dari seluruh rangkaian proses pernikahan.
Akad nikah dimaknai sebagai perjanjian antara wali dari mempelai perempuan dengan mempelai laki-laki dengan paling sedikit dua orang saksi yang mencukupi syarat menurut syariat agama. Dengan adanya akad nikah, maka hubungan antara dua insan yang sudah bersepakat untuk hidup berumah tangga diresmikan di hadapan manusia dan Tuhan.
Prosesi pernikahan yang sah ada lima hal yang harus dipenuhi.
Yaitu, adanya calon mempelai laki-laki, calon mempelai perempuan, wali dari mempelai perempuan, adanya minimal dua orang saksi, dan terakhir adalah ijab kabul.
Saksi sudah siap yaitu Hanan dan Husayn
Pernikahan dan pesta, sengaja dilakukan di halaman rumah mempelai wanita
Keluarga ini tidak mau diadakan digedung ataupun hotel
Jadi, pihak mempelai pria nurut saja dengan keinginan pihak wanita
Lima syarat di atas sudah dipenuhi, maka pernikahan sudah bisa dikatakan sah menurut agama.
__ADS_1
Sebelum proses ijab kabul, khotbah nikah merupakan hal yang disunahkan dalam Islam. Karena sunah, maka sebisa mungkin ada dalam setiap prosesi akad nikah.
Biasanya, khotbah nikah akan disampaikan langsung oleh petugas dari KUA atau penghulu yang akan menikahkan. Fungsi dari khotbah nikah ini sendiri adalah sebagai pembekalan bagi kedua mempelai, sekaligus pengingat tentang pentingnya menjaga keutuhan dalam rumah tangga.
Sebelumnya, penghulu akan bertanya "Saudara Alfatih Putra Zayn. Apakah anda setuju untuk menerima saudari Retno Anggraeni Djangkaru, sebagai istri dengan mahar yang telah ditentukan"
"Bersedia" Jawab Fatih tegas
Setelahnya, barulah acara inti dari rangkaian prosesi akad nikah alias pembacaan ijab kabul dilaksanakan.
Jika calon suami sudah bersedia menerima dan menyepakati ijab kabul, maka penghulu akan menanyakan keabsahan ijab kabul ini kepada para saksi dan wali yang dihadirkan
"Saya terima nikah dan kawinnya Retno Anggraeni Djangkaru binti Kohar Djangkaru, dengan mas kawin uang sebesar 50 juta dibayar, tuunai !!"
"Saksi sah?" Tanya pak penghulu
"Sah"
"Sah"
"Sah"
"Alhamdulillah"
Lalu, penghulu membacakan doa-doa pernikahan untuk pasangan yang sudah resmi menjadi suami istri.
Setelah dinyatakan sah, secara agama setelah ijab kabul diucapkan, kini prosesi yang satu ini tetap tidak boleh dilewatkan. Yaitu urusan hukum negara.
Segala sesuatunya tidak akan sah tanpa adanya penandatanganan dokumen. Dokumen yang harus ditandatangani oleh kedua pengantin pastinya, buku nikah.
Momen tambahan lain di akhir prosesi akad nikah, pengambilan dokumentasi dua mempelai dengan buku nikah, serah terima mahar, dan foto-foto keluarga
Setelah berganti kostum, merekapun mengadakan pesta pernikahan, mengundang seluruh tetangga sanak saudara dan netizen... Agar tau, bahwa Retno sekarang sudah menikaaaaaaaaaah
"Daddy, pengantin wanitanya, siapa sih namanya?"
"Mama Retno"
"Oh, mama Retno.. Daddy, Arin ingin dipoto bersama papa Fatih. Mama Retno nya disuruh minggir"
"He, nggak boleh nakal gitu"
"Aku sudah ingin poto daddy.. Ingin naik"
"Tunggu sayang, mereka lagi poto-poto dulu, baru kita, oke"
"Arin tidak sabar daddy"
"Ya udah, sini daddy poto"
"Enggak mau dad. Sini hape daddy" Arin merebut ponsel milik Hanan
Cekrek cekrok
Arin sudah memotret dirinya sendiri "Daddy selpi dad"
"Hadeeewww, anak kita bikin malu bund" Hanan
"Tau tuh, padahal Zira nggak narsis seperti dia"
"Kamu dulu pasti begitu"
"Ih enggak, aku nggak ingat. Mas kali"
"Hmm ya deh, mas ngalah"
Sudah sah ya...
Tiba-tiba
"Mas"
"Mami... "
BERSAMBUNG......
__ADS_1