
Setelah siang hari, mereka masuk kekamar masing-masing, untuk beristirahat sejenak
Yang sudah memiliki pasangan, semuanya mendapat jatah kamar satu-satu
Sedangkan yang tidak memiliki pasangan, mereka disatukan dalam satu kamar. Seperti mak Jum dan asisten perempuan lainnya. Mereka diberi kamar yang sedikit lebar karena penghuninya lebih banyak
Berbeda para asisten, berbeda pula dengan mama Sifa
Mama Sifa tidak mau tidur sendiri. Mama lebih memilih tidur satu kamar dengan cucu-cucunya
Mereka berlima, ditambah mama Sifa, yang tidur dikamar ini
Mama Sifa tidur disatu ranjang dengan Zira yang menemani
Sedangkan kasur lainnya yang lebih lebar, disana diisi oleh empat bocah. Yaitu, Fahmi, Fahri, Faruq, dan juga Arin
Arin berdiri menghampiri tempat tidur omanya "Grandma, Arin tidur bareng grandma ya, please..." Mohonnya
Mama Sifa melipat kacamatanya "Ini sudah ada Zira yang tidur disini"
"Ya gampang. Tinggal bangunin aja Zira. Terus Arin yang tidur disitu"
Mama Sifa membetulkan selimutnya "Bisa-bisa gemma terjatuh kalau kamu tidur disini"
"Grandma, please" Mohonnya lagi
"Sudah. Gemma nggak bisa nafas entar" Tolak mama, kemudian rebahan disamping Zira
Arin berbelok dengan kecewa "Masa aku tidurnya sama kurcaci terus. Cowok semua lagi"
Mama Sifa tersenyum kaku. Kemudian memejamkan matanya
Arin naik ketempat tidur yang dekat dengan tembok
Tiba-tiba, seorang bocah nyelonong dibawahnya
"Kakak, kak Alin tengah" Ucap Fahmi yang sudah bergeser disamping tembok
Arin duduk tegak karena menduduki kaki Fahmi secuil "Enak aja. Kalau aku tidur ditengah. Terus, kamu-kamu itu mau APA!!"
"Minta Usapin punggung Fali"
"Fami juga"
"What's !!!??? Tangan lembutku disuruh elus-elus, KAMU !!!"
Keduanya mengangguk cepat
Mama Sifa yang mendengar perdebatan mereka, iapun pura-pura tidur. Disamping memang sudah lelah dan capek, mamapun tidak mungkin mengatasi kedua cucunya yang masih balita
Ditambah putra-putra Fatih itu, justru nyaman dengan Arin. Meskipun dibentak dan dimarahi terus-terusan, Fahmi Fahri justru menganggapnya guyonan dan tambah lengket dengan Arin
Arin tambah bersungut-sungut "Kamu!!" Tunjuknya pada Fahmi "Geser sana" Ucapnya sambil menghempaskan kaki Fahmi yang tadi sempat ketiban pantatnya
Fahmi patuh
"Dan kamu !!" Tunjuknya pada Fahri "Geser kesana"
Arin sudah ditengah-tengah sikembar, kemudian merebahkan tubuhnya
"Itu pinter ngatur" Celetuk Faruq yang sibuk dengan ponselnya
__ADS_1
"Nggak usah brisik" Kesal Arin, tetapi kedua tangannya sibuk mengusap kedua punggung sikembar dengan susah payah
"Jadi aneh aku" Faruq
"Aneh kenapa?" Arin melirik
"Berasa bapak-bapak yang sudah memiliki anak-anak dan istri" Ucapnya
Kemudian Faruq turun dari ranjang, lalu berpindah ke sofa
"Daddy payah. Masa aku dicampurin sama cewek-cewek"
"Cewek-cewek ?? Ini sebelah kanan dan kiriku cowok, woi"
"Serah" Kesal Faruq
Arin mencerna omongan Faruq, kemudian tertawa terbahak-bahak "Kamu tinggalnya, setelah kami, permisi dari sini. Ahahaha"
"Berisik!!"
"Faruq, Arin.. Tidur" Ujar mama, kemudian tidur lagi
-
Sementara dikamar Fatihah
Mereka tengah menikmati kebahagiaan setelah menikah dengan pria bernama Naufal, sang dosen yang telah menikahinya sebulan lalu
Mereka berdua serasa bulan madu. Karena pasangan ini sedang senang-senangnya dimabuk asmara
Naufal keluar dari kamar mandi, sedangkan Fatihah sedang tengkurap diatas kasur, dengan menghadap ke jendela yang langsung outdoor
Tiba-tiba badan segede Naufal itu mencumbunya dari belakang sekalian memberikan kode "Sayang, ayok"
Permintaan itu tidak bisa ditolak begitu saja oleh Fatihah
Saat tengah berhubungan in tim, rupanya ada paralayang yang lewat dan menonton aksi mereka berdua
"Mas, mas..Paralayang lewat" Ucapnya sambil cenonoran mencari selimut yang tadi tersingkap karena aksi goyang ngecornya
"Biarin nanggung"
Fatihah yang berada dibawah kungkungan Naufal, segera menutup wajahnya karena malu
"Mas, lepas dulu"
"Tanggung, sayang"
Fatihah kembali membuka wajahnya. Tetapi tanpa diduga, sebuah paralayang lain sekalian penumpangnya, terbang melintasi villa ini. Dan pas lagi endul-endulnya, paralayang lain lewat lagi
Ajur-ajur
Suaminya bukannya menghentikan aksinya, malah melakukan reka ulang gara-gara kejadian tadi yang sedikit mengganggunya
"Mas, jendelanya tutup dulu" Ucapnya
"Bentar"
Kejadian itu tidak membuat Naufal kapok "Sudah nggak bakalan lewat. Aman"
Setelah kejadian tadi, Fatihah merasa mood nya rusak dan berantakan. Tidak ada rasa enaknya sama sekali. Yang tersisa hanya 'Malu'
Pasangan ini kembali menertawakan dirinya sendiri karena kejadian memalukan
__ADS_1
"Hahaha, lucu"
"Lucu apanya. Yang ada hanya malu"
"Sudah. Mereka juga nggak tau kita itu siapa"
"Taulah" Kesal Fatihah
-
Malam minggu kumpul bersama
Semua asisten rumah tangga dari keluarga besar ini, sudah menyiapkan makanan untuk berpesta barbeque bersama-sama
Keluarga ini tidak pernah membedakan antara asisten satu dengan yang lainnya
Jika waktunya berkumpul seperti sekarang, para asisten juga berkumpul dengan asisten yang lain
Para majikan bertemu dengan para majikan. Para asistenpun bertemu dengan para asisten yang lain
Setelah selesai menyajikan seluruh makanan, mereka tinggal menunggu para majikannya yang akan memanggang daging, ayam dan sebagainya, karena pesta barbeque akan segera dimulai
Fariz dan Hanan yang akan maju ketungku pembakaran
"Mas, apronnya dipakai dulu" Alana sudah membawa celemek, yang akan dipakaikan kepada suaminya "Sini aku bantu" Alana mengalungkan tali celemek dileher Hanan
Hanan berbelok membelakangi Alana, agar segera diikat talinya kebelakang "Sekalian di ikat sayang"
Alana menalinya "Sudah mas" Alana membelokkan badan suaminya, agar menghadap kepadanya "Semangat ya, mas. Aku ingin makan, hasil racikan dari tanganmu, mas"
Hanan menggapit dagu Alana "Silahkan ratu. Ratu duduk manis saja disinggasana, ya. Bantu baginda raja do'a hahaha" Hanan terkekeh seperti main opera
Berbeda dengan Fariz. Dia sudah memakai apron terlebih dahulu tanpa ada yang menyuruh, sebelum dirinya kedepan tungku
Sedangkan tugas Fatih dan Husayn, mereka sibuk menata meja dan menata segalanya
Para papa sedang sibuk menyiapkan lauk-pauk untuk para ratunya dan seluruh keluarga ini
Dengan sedikit bantuan dari para asisten, para papa dengan cekatan menyelesaikan tugasnya dengan bergembira
Para istri, malam ini dimanjakan untuk menyimaknya dan duduk manis saja menunggu makanan datang
"Hoe, abangku pandai mbak cara bolak-balik daging. Sepandai dia ngebalikin aku diatas kasur hihihi" Hawa terkikik geli dengan ucapannya sendiri
Plok plok plok
Ketiga menantu mama lainnya menabok Hawa
"Dasar. Ada anak kecil noh.. Jangan keras-keras" Tegur Ratna sambil guyon
"Maksud mbak Ratna, mama?"
"Hus. Sama mertua kurang ajar ah" Masih Ratna. Sedangkan Alana dan Retno, sibuk memperhatikan suaminya yang lucu seperti pegawai warung makan yang ada dipinggir jalan
Mama Sifa terlihat gembira melihat keempat putranya akur disegala bidang
Meskipun ekonomi mereka berbeda, mereka tetap saling merangkul
Diantara keempat quadruple, yang paling menonjol kekayaannya adalah Fariz. Sedangkan urutan kedua, ditempati oleh Hanan
Fatih dan Husayn masih termasuk berada, tetapi tak sekaya mereka berdua
Meskipun mereka berbeda ekonomi, keluarga ini mengajarkan untuk rukun
__ADS_1
Seperti yang papi Anand dan papa Ilham terapkan sejak dulu