Jodoh Sang Dokter Duda 2

Jodoh Sang Dokter Duda 2
Masih Rombongan.. Untung Yang Itu Tidak Rombongan


__ADS_3

Setelah sampai dipulau penyu, mereka disuguhkan untuk melihat penyu yang begitu banyak, dari ukuran kecil hingga besar


Mungkin seperti keluarga papa Ilham. Ada yang kecil atau muda, sampai benar-benar tua, yaitu papa Ilham sendiri


"Ini perasaan kayak kita sendiri deh yang lagi ngaca" Celetuk Hawa


"Kok?" Alana


"Lihat, itu penyu yang kecil pada numpuk dipenyu yang jumbo. Persis banget kayak bang Hanan" Ucap Hawa, lalu berbisik "Kayak suamimu. Noh lihat. Zira sudah numpuk dipunggung bapaknya"


"Ah... " Alana mendorong Hawa "Suamiku cuma dibilang kayak penyu doang"


Semua menoleh pada Hanan


"Kenapa??" Saut Hanan bingung


"Iya-iya betul. Persis penyu" Husayn ikut-ikutan jadi kompor


"Apa sih, ngomongin apa" Ucap Hanan masih bingung


"Ngomongin penyu yang numpuk dipunggung bapaknya" Saut Fatih, yang difahami banyak orang


Ahaha


Zira dan Hanan kebingungan


-


Sore harinya, semua keluarga tidak ingin ikut pengantin baru. Mereka berpisah tujuan


Fatih sengaja berpisah dari semua keluarganya


Ia benar-benar ingin bulan madu berdua


Mereka mendatangi tempat wisata Water Blow Peninsula Nusa Dua Bali


Walaupun dengan duduk bersama pasangan sambil menunggu deburan ombak yang menerjang tebing karang, rasa senengnya melebihi apapun


Retno sudah duduk ditengah-tengah paha Fatih. Seperti pasangan yang sedang dimabuk asmara, merekapun berswafoto untuk memenuhi galery miliknya


Dunia boleh tertawa, karena kita bahagia...


Kita yang tak ingin menipu diri sendiri


Dunia boleh berkata, kuterikat padanya


Dan aku akan mengakui...🎶🎶🎶


(Yang tau lagu ini, berarti sudah tua hihi)


Retno sudah gelisah dan terasa lengket badannya "Mas, kayaknya tambah sore tambah ramai. Aku kok merasa gerah ya"


"Iya, mau cabut sekarang?"


Retno mengangguk


"Yuk"


-


Ternyata, semua keluarga besarnya, pergi kepantai Tegal Wangi Jimbaran


Lagi-lagi Hawa yang mulai protes "Ini harusnya bang Fatih yang kesini. Masa kita yang nenek-nenek dan kakek-kakek disuruh datang kemari. Salah kostum ini bang"


"SALAH TOUR!!" Teriak semua orang


"Kan suamimu yang ngajakin kami kemari Wa" Hanan dan Husayn tidak mau kalah


Hawa tambah dipojokkan oleh banyak orang


"Yang penting keluar dari rumah. Biar ada cerita buat tetangga" Jawab Hawa pada mereka


"ITU KAMU... SUKANYA NONGGO.... "


"Hadeewww" Kuping Hawa benar-benar budek diprotesin kembaran suaminya


Benar kata Hawa


Disini banyak sekali pasangan yang lagi kasmaran.


Mungkin, karena tempatnya yang unik, dengan pemandangan pasir putih bersih


Banyak sekali pasangan calon pengantin, memilih pantai Tegal Wangi, sebagai lokasi foto pre-wedding


 "Bener-bener salah tempat ini" Protes Husayn

__ADS_1


"Abang sama mbak Ratna sana poto pre-wedding"


"Ah, kameranya meledak entar"


"Udah nggak pa-pa, bagus tempatnya kok" Saut Fatihah dan Sayra yang sudah pinter berkhayal menjadi pengantin


-


Hari kedua,


Seluruh keluarga besar ini jalan-jalan ke kebun raya Bedugul Bali. Kecuali pasangan papa Ilham dan pasangan Fatih


Papa dan mama ingin istirahat dirumah, sedangkan Fatih, ingin kencan terpisah, agar tidak diganggu oleh siapapun


Mengunjungi objek wisata kebun raya Bedugul, kabupaten Tabanan, termasuk kategori romantis. Karena, kebun tertata rapi, dan rumput hijau yang masih terlihat asri.


Mereka sudah masuk lebih dalam kekawasan hutan, dan melewati jalan setapak yang sudah tertata.


Pohon – pohon besar terlihat menjulang tinggi. Udaranya sejuk dan banyak tersedia kursi disana.


Jadi, tidak perlu berebut tempat duduk di tengah kebun dengan pengunjung lain.


Sementara pasangan Fatih, mereka lebih senang jalan-jalan terpisah. Honey moon gitu loh, masa rombongan...


Mereka malah memilih duduk di tepi sawah Terasering Tegalalang Ubud


Disana ada banyak cafe di pinggir sawah, cara mencarinya juga lumayan mudah. Karena banyak pengunjung disana


Setelah puas disana, mereka berduapun pindah


ke jembatan pantai kayu putih Canggu


Jembatan kayu yang ada di pantai Kayu Putih Canggu Bali, adalah jembatan untuk akses ke restoran La Laguna Canggu.


Tempatnya sangat romatis dan unik,


Mereka berdua duduk bersama, sambil melihat pemandangan matahari terbenam.


Setelah usai menyaksian matahari terbenam. Selanjutnya, mereka berendam air panas alami dari pengunungan


Mereka sudah memasuki kolam air panas alami di Bali, sekaligus melakukan spa


-


Pulau kecil bagian yang berada di sebelah tenggara pulau Bali dan masuk dalam pemeritahan kabupaten Klungkung.


Sebelum sampai disana, rombongan ini harus menyebrang lautan menggunakan perahu atau fast boat.


"Huh... Tempatnya benar-benar indah, keren" Teriak Fatihah "Pengantin baru pikniknya kemana ya mama Hawa, apa mereka jalan-jalannya ke kuburan yang sepi"


"Hus, dia papamu"


"Ya kan pacaran pinginnya tempat sepi. Kalau ikut kita, romantisnya bakal hilang, karena kita pengganggu semua"


"Tapi ya jangan kuburan juga. Mending pulang tidur dirumah"


"Iya juga sih"


Setelah sudah capek, mereka berendam di angel Billabong Nusa Penida


Angels Billabong, merupakan sebuah muara air sungai yang bertemu dengan laut.


Karena faktor alam, muara sungai ini terbentuk seperti kolam yang menampung perpaduan air sungai dan air laut.


"Berendamnya hati-hati sayang" Ucap Alana pada kedua putrinya


"Kak Hanan, anakmu dihitung. Jangan sampai tercecer. Arin mana Arin" Ucap Husayn


"Arin disini pa" Arin sudah digendongan Altaaf sambil berenang di kolam alami ini


"Zira-Zira, Zira mana Zira"


"Zira disini papa" Zira sudah diatas punggung Imran yang sedang berenang"


Fawaz, dan Faruq ikut-ikut berenang seperti mereka.


Berbeda dengan ketiga cewek remaja seperti Fatihah, Sayra dan Ghoziya, mereka sibuk membidik gambar dari segi manapun


Selagi anak-anak aman. Fariz dan Hawa berenang bersama, Husayn juga sudah menggendong Ratna. Hanya Hanan dan Alana yang sedikit memikirkan putra putrinya, takut berantem


"Bunda sana lomba gendong-gendongan" Usir Altaaf


"Iya, pumpung masih di Bali"


Akhirnya, ketiga pasangan ini berlomba menggendong istri-istrinya, sambil berendam didalam air

__ADS_1


"Wahaha berat-berat" Teriak Fariz, tapi masih tetap mempertahankan Hawa yang berada digendongan


Hanan lebih diam "Pegangan yang kenceng sayang"


Berbeda lagi dengan Husayn "Jangan cekik aku" Teriak Husayn


"Aku takut jatuh mas"


-


Malam terakhir di Bali


Semuanya sudah capek semua. Satu-persatu, mereka masuk kedalam kamar-kamar mereka


Kamar anak-anak, dipilihkan yang ada dua tempat tidurnya dalam satu kamar


Fatihah, Sayra, dan Ghoziya sudah mendorong tempat tidurnya agar bersatu. Mereka bertiga, tidur satu kamar.


Kamar satunya ditempati keempat putra dan putri Hanan


Sedang kamar anak lainnya, ditempati oleh Fawaz dan Faruq


Keempat kamar orang dewasa semuanya senyap


Kamar papa, Husayn, Hanan, dan Fariz, semuanya tertidur pulas karena kecapaian


Tetapi berbeda dengan pasangan pengantin baru. Tiap malam pasti tempur, makanya tidak berani bergabung dengan ketiga saudaranya, jika berkeliling disiang hari


Menguap sedikit, Hawa sudah heboh


Malam ini, malam yang panjang untuk mereka


Berbagai gaya sudah Fatih suguhkan didepan istrinya


"Mas, mas.. Capek.... "


"Sebentar lagi sayang.. Emmm akkkhhh....." Erangan panjang sudah mengakhiri penyatuan


Fatih sudah tergeletak disisi Retno, sambil mengusap perut Retno "Semoga cepat tumbuh nak"


Retno tersenyum, lalu duduk


"Mau mandi sekarang?" Tanya Fatih


"Iya mas"


"Ayo mas gendong"


"Tapi bau"


"Nggak pa-pa"


Fatihpun sudah berjalan kekamar mandi, yang sudah ada Retno diatas punggungnya


Mereka mandi bersama, dan saling menggosokkan badan satu sama lain


Mereka berhadapan dan saling nempel dibawah guyuran air shower


Tiba-tiba perut Retno ada sesuatu yang sedikit mengeras


Retno menatap kebawah, sambil menunjuk kepunyaan suaminya "Mas"


"Iya, sekali lagi ya" Pintahnya pada Retno


"Ya... Tapi aku capek mas"


"Biar mas yang bekerja"


Retno pasrah. Sampai akhirnya, erangan demi erangan sudah menggema didalam kamar mandi


"Kita bersihkan lagi"


Setelah selesai, Fatih segera mengeringkan rambut istrinya, agar tidak masuk angin


Brakk


Retno membanting tubuhnya diatas kasur "Mas pijitin" Tunjuknya pada kedua pahanya


Fatih tersenyum, gara-gara ulahnya, paha Retno terasa pegel-pegel


Selagi tangan Fatih memijat paha. Retno mulai protes "Mas, jangan minta upah ya.. Aku ngantuk dan tidak kuat"


"Iya sayang... Kamu terlihat takut banget. padahal tinggal menerima" Ucapnya sambil menepuk-nepuk jalan calon bayi Fatih junior


BERSAMBUNG.....

__ADS_1


__ADS_2