Jodoh Sang Dokter Duda 2

Jodoh Sang Dokter Duda 2
Gara Gara Rambut Basah


__ADS_3

Setelah keluarga Hanan, Fariz, dan keluarga Husayn pulang ke kediamannya masing-masing, Fatih justru memboyong keluarganya untuk tinggal disini, entah mau sampai kapan


Dan untuk Arin, ia sudah setuju untuk pindah dan tinggal disini, karena ada sikembar Fahri dan Fahmi


Terlebih rayuan dari semua orang. Akhirnya, Arin dipindahkan sekolah di Jakarta


Sikembar sudah tertidur dikamar yang ada disamping kamar Fatih. Sebenarnya ini kamar tamu. Tetapi sikembar sudah mulai besar, dan tak mungkin mereka masih tidur bareng bersama kedua orangtuanya


Sedangkan Arin, dia juga sudah tertidur dikamar omanya.


Semua orang tau. Jika Arin sedang tertidur, dia selalu mengigau dan mengeratkan gigi-giginya hingga bergemelatuk. Sehingga jarang ada yang mau menemaninya untuk tidur, termasuk kembarannya yaitu Zira


Fatih membuka pintu kamar mamanya, lalu Mengabsen penghuni kamar ini


Mama dan Arin sudah tertidur pulas, ditempat tidur masing-masing, tetapi masih dalam satu kamar


Iya. Arin dibelikan tempat tidur sendiri, dan diletakkan disisi ranjang mama Sifa


Setelah kembali dari kamar mamanya, Fatih masuk kedalam kamarnya


Fatih mengamati sang istri, yang sedang berkumur didepan wastafel


Fatih memeluk Retno dari belakang "Sudah, sikat giginya?"


Cup


Pipi Retno menjadi santapannya "Sudah lama tak ditengok, main yuk" Rayunya sambil terus mencumbui istrinya


Retno berbalik, dan sama-sama berdiri dengan saling tatap "Maaf mas, orang yang diajak main, lagi M" Kemudian Retno naik keatas ranjang, dan masuk kedalam selimut


Fatih mengikutinya "Maksudnya, menstruasi ?? Perasaan baru kemarin. Masa sudah M lagi" Fatih sudah diatas ranjang dan menutupi separuh badannya menggunakan selimut


"Males" Jawabnya, lalu menutupi seluruh tubuhnya menggunakan selimut


"Apa tadi, males kamu bilang???" Fatih segera menyerang Retno


"Haha iya mas, hari ini aku capek. Libur aja ya. Nanggung seminggu nggak dipakai, diperpanjang aja biar setengah bulan sekalian, ya?" Kemudian Retno bersembunyi dibawah selimut hingga menutupi wajahnya


Fatih kembali menyerang "Oh, istriku sudah mulai berani ya" Fatih terus menindih dan menggelitik seluruh tubuh istrinya


"Aduh mas. Sudah-sudah... Aku kalah, aku nyerah" Retno sudah membuka wajahnya dari selimut


"Kenapa bilang malas. Dosa loh menolak ajakan suami"


"Dih.. Mataku kan sudah ngantuk mas, sudah lowbat"


"Nanti mas carge. Mas benar-benar sudah kangen loh, serius"


"Ih, mas jahat! Kenapa mas nggak bilang-bilang kalo mas ingin gituan dari kemarin-kemarin" Retno memanyunkan bibirnya


Fatih mencolek bibir ranum milik Retno "Lupa lah. Kan banyak orang-orang disini. Sayang ini gimana sih"


"Iya sih. Semuanya berduka, masa kita bercinta sendiri"


"Maka dari itu, main sekarang aja yuk"


"Ish.. Libur dulu deh mas" Tolak Retno


Gung


jidat Retno sudah dipukul kepalan tangan oleh suaminya "Melayani suami itu termasuk ibadah loh"


"Tau. Tapi kalo ibadah dipamer-pamerin, itu nanti riya' jadinya"


"Kapan mas pamer"


"Kemarin, waktu didapur dan diusir oleh mbak Hawa"


"Ya kan sudah terbiasa. Hanya cium ini"

__ADS_1


"Ah, sama pamer. Giliran malamnya, aku dicuekin"


Fatih terkekeh geli "ish, rupanya istriku kangen ya"


"Iiiih... Sudah. Sekarang sudah enggak"


"Lah, berkarat nanti punya mas"


"Masa cuma semingguan berkarat. Dulu aja kuat setahunan"


"Itu kan terpaksa nggak ada pasangan. Buruan ah buka bajunya. Mumpung anak-anak belum kemari. Nggak enak banget kalau digangguin" Kemudian Fatih menindihnya dengan serta merta


Retno mendorong tubuh Fatih "Mas"


"Apalagi"


"Kata dokter, aku sakit mas"


"Sakit ?? Kamu kerumah sakit?"


Retno tidak menanggapi pertanyaan suaminya "Eng, cuma sedikit stres"


"Stres?? Stres mikirin apa?"


"Mikirin..." Ada jedah membuat Fatih mengernyitkan dahi


"Apa?"


Retno mulai cengar-cengir dan mulai mengarang "Dia menyarankan, supaya kita rileks dengan mengambil liburan ke London, Paris, Milan, Maladewa, LA, Hongkong, enaknya kita pergi kemana ya mas"


"Kita pergi ke dokter lain aja !!!"


"Haha.... So sweet"


"So sweet so sweet. Buka bajunya. Disuruh buka baju malah tambah alesan"


Setelah basah-basah, mereka merebahkan tubuhnya yang keluar banyak peluh


Retno menoleh kearah Fatih "Mas"


"Hmm" Fatih membalas menoleh sambil mengusap rambut Retno


"Kenapa mas dulu gak bilang kalau sebenarnya mas miskin?"


"Hah?? Maksudnya"


"Laiyah.. Rumah nggak ada. Cinta, apalagi"


"Lah, kan dulu mas dah bilang, di dunia ini hanya Fatihah, dan kamu yang aku punya, eh kamu malah bilang so sweet"


"Itu tadi mas"


"Hahaha" Fatih tertawa sambil memeluk Retno


"Mas gimana sih"


"Sudah. Sudah malam. Oiya, apa sayang ingin pindah rumah??"


Retno menoleh lalu menggeleng "Enggak mas. Tadi aku hanya becanda. Aku ingin ngetes mas. Marah nggak kubilang mas itu miskin"


"Kenapa marah. Memang, dulu mas benar-benar tak punya apa-apa setelah menjabat pangkat duda"


Retno mencubit lengan Fatih "Ihhhh"


"Tapi setelah resmi duda, berangsur-angsur mas bisa ngumpulin duit. dan bisa menikahi miss lele" Fatih mencubit kecil hidung Retno


Plok plok plok


Retno memukul Fatih, sampai-sampai Retno berada diatas tubuh Fatih "Kok miss lele. Berarti mas ngejek dong"

__ADS_1


"Eh, eh enggak. Dulu sayang sering banget upload foto-foto bersama lele-lele. Ya kerenlah mas bilang begitu"


"Ihhh" Retno terdiam seketika. Karena merasakan sesuatu yang mengeras lagi dibawah sana


"Kenapa?"


Retno ingin tertawa, tetapi takut dosa


"Kenapa muka sayang senyam-senyum begitu"


Retno geleng-geleng "Enggak" Kemudian Retno turun dari tubuh suaminya


"Kenapa hayo. Sayang merasa apa hayo" Fatih kembali menindih Retno


"Ih mas ih... Sudah ah, capek" Manjanya, tetapi Fatih tetap memintanya


"Salah sendiri tadi menindih. Hayo, satu ronde lagi"


"Swear mas, capek" Tolaknya terus mempertahankan asetnya


"Yang kerja mas. Sayang tinggal terima aja"


"Hiiii hihi, kenapa aku jadi kalah terus" Retno meringis ingin menangis


Akhirnya, basah lagi dan lagi


-


Pagi harinya


Retno bersenandung


"Wanita di jajah pria sejak dulu🎶. Sejak dulu wanita di jajah pria 🎶" Retno bernyanyi dibolak balik hingga berkali-kali


Fatih keluar kamar mandi ingin ngakak mendengar istrinya menyanyi


Fatih berjalan mendekati Retno yang sedang duduk dikursi rias, sambil mengeringkan rambutnya dengan handuk


"Eh-hem hair dryer nya nggak dibawa"


"Enggak mas, makanya semalam aku malas itu ini. Nggak ada pengeringnya"


"Ya udah basah dikit nggak pa-apa, kenapa harus malu"


"Ya malu lah mas, pamer. Mentang-mentang habis bercinta, terus rambutnya basah"


"Halla, orang mama doang yang liat"


"Ada Arin mas"


"Ah, anak kecil mana tau dia"


-


Mereka berenam sedang bersarapan


Ada mama Sifa, Arin, sikembar Fahmi dan Fahri, dan juga, ada pasangan yang semalam habis bercinta


Arin berkomentar "Mama Retno, mama kok rambutnya basah. Mama habis njebur dikolam, apa main hujan-hujanan" Jujurnya


"Arin.." Tegur mama Sifa yang sudah mendelik


"Ish grandma. Arin aja sumpek tau ma, nggak nyaman jika rambutnya basah" Arin menoleh kearah Fatih "Papa Fatih nggak ada duit, buat ngebeliin hair dryer gitu"


"Hus, Arin.. Jangan suka menghina sama orang tua" Tegur mama Sifa lagi dan lagi -


 


 

__ADS_1


__ADS_2