
Retno dan Fatihah sudah memberengkut membawa bermacam-macam varietas buah anggur yang dipetik.
Sedangkan Fatih, sibuk dengan bibitnya yang akan ditanam dirumah babe, rumah papa, rumah sendiri walaupun kecil, dan juga restoran
Mereka sudah dalam perjalanan pulang
Fatih ikut menyicipi buah tersebut, dengan disuapi oleh Retno, dan bergantian dengan Fatihah
"Coba mas, makan anggur yang aku makan" Ucap Retno sambil menyuapi suaminya "Manis nggak"
Fatih menerima "Em manis sayang"
"Daddy, coba anggur yang aku makan. Enak nggak?" Tawar Fatihah, yang diterima oleh papanya
"Em manis, tapi agak masam. Tanganmu nggak dicuci dulu ya tadi" Tuduh Fatih pada putrinya
"Enak aja. Daddy mah gitu. Tadi kita sama-sama cuci buah bareng disana"
"Ooo, maaf" Fatih mengusap kepala Fatihah "Milikmu manis. Milik mami juga manis"
"Alhamdulillah.. Makasih pujiannya dad"
"Dih, anak daddy lama ya nggak dipuji"
"Iya" Jawab Fatihah cemberut "Daddy musuhin aku mulu"
Retno mengusap tangan Fatihah "Nginep bareng dirumah kita yuk"
"Gema sama gepa kasihan. Kalau aku nginep disana"
"Bukannya sering nginep ditempatnya Sayra?"
"Hehe, kalau dirumah jenuh, aku nginep kesana. Sayra juga gitu. Dia juga sering nginep dirumah gema. Kita gantian mi"
"Oh. Sekali-kali nginep dong dirumah daddy" Kata Retno
"Sepi nggak betah"
"Kan ada aku"
"Memangnya daddy boleh, kalau mami tidurnya bareng aku?"
Retno memegang tangan Fatih
"Yaiyalah. Masak mami tidurnya sama gangsing. Nggak bisa. Disini juga rejekinya nggak ngalir kayak dirumah Grandma"
Retno menatap suaminya "Kok bisa"
"Ya bisa" Ucap Fatihah cengar cengir. Karena faham, maksud dari daddynya
"Itu peluang bisnisnya, sayang" Fatih memegang tangan Retno sekilas
"Maksudnya"
"Kalau disana, sawerannya kan banyak. Kemarin katanya dikasih Fariz, terus Husayn. Belum lagi dari Hanan lewat transfer. Kan betah dia dapat ramesan banyak" Ucap Fatih panjang lebar
"Kalau dari daddy, banyakan mana Fat" Tanya Retno pada Fatihah
"Lumayan mi, bisa buat semesteran dan jajan. Kan ini tanggung jawab daddy mi"
Retno manggut-manggut "Kalau dari papa-papa?"
"Bisa buat beli baju, tas, apa aja deh" Fatihah menengada tangannya keatas, dengan maksud berdoa "Ya Allah, mudah-mudahan usia gepa dan gema panjang"
"Aamiin" Diamini oleh mereka berdua, karena doanya sepertinya serius
"Diberi kesehatan"
__ADS_1
"Aamiin"
"Duitnya juga banyak"
"Aamiin..."
"Stop stop, doanya yang bener dong"
"Itu sudah benar mi. Kalau semuanya doaku dikabulkan, uang jajan untukku pasti mengalir deras"
Fatih geleng-geleng "Dasar anak matre"
"Is daddy. Rejeki jangan ditolak dad. Kita harus terima dengan hati yang gembira. Yang penting, aku tidak minta-minta sama papa ataupun para mama"
"Memangnya, siapa yang sering ngasih uang kekamu Fat? Mama siapa maksudnya"
"Oh.. Kemarin yang ngasih mama Hawa, karena mama yang berkunjung sendiri"
"Oh"
"Udah dad, mi. Jangan mancing-mancing masalah uang mulu. Cerita daddy aja waktu masih di UK. Hal menyenangkan apa dad. Kayaknya daddy pernah cerita tuh, tentang anggur-angguran"
"Anggur beneran ah. Masa anggur-angguran. Pengangguran dong"
"Hehe" Fatihah terkekeh
"Cerita apa nih"
"Anggur daddy.... "
"Oh kalau di UK, sewaktu daddy study disana, itu tumbuhan anggurnya dibikin pendek-pendek, sampai batangnya besar. Dan yang mereka tanam yaitu anggur merah kecil. Kalian tau anggur tersebut untuk apa?"
"Minuman beralkohol" Jawab Retno ragu
"Konyak" Jawab Fatihah
"Dari film-film dad. Pada minum itu terus pada ngoceh"
"Kirain"
"Terus, siapa yang benar nih" Kata Fatihah
"Semuanya benar. Tapi yang lebih tepat untuk pembuatan wine"
"Jadi, daddy membeli banyak bibit anggur untuk membuat minuman itu. Nggak setuju aku dad"
"Heh, heh. Di UK itu, tumbuhannya jutaan. Dan luas tanahnya hektaran. Main nggak setuju aja. Daddy beli cuma berapa biji, itupun untuk hiasan biar rindang. Ngapain daddy buat begituan. Kamu sudah nggak doyang makan buahnya? Hobby nya makan anggur, banyak protes"
"Kirain dad"
-
Malam harinya
Setelah mengembalikan Fatihah kerumah papa Ilham, Fatih berpamitan dan pulang ke apartemen
Dikamar
Retno hanya memakai tanktop dan celana pendek
Perutnya yang semakin besar, membuatnya susah bergerak karena terlalu berat beban yang ia pikul
Fatih mengabsen seluruh tubuh Retno "Sayang, kamu capek?"
"Iya mas" Ucapnya sambil mengulurkan tangan keatas, lalu memegang kedua pundak suaminya
"Mau bangun ??" Tawarnya
__ADS_1
"He em"
Fatih membantu istrinya untuk duduk
Setelah duduk "Mas, te tekku gatal"
"Bukan perut?"
"Bukan. Kalau gatal diperut, katanya bayi yang aku kandung, tumbuh rambut kepala. Kalau te tek yang gatel, bagaimana mas. Masa kepalanya bayi malah pada naik keatas. Mau pada demo? Kan aku hampir lahiran juga"
"Ahaha" Fatih tertawa "
"Mas kok tertawa"
"Jangan digaruk sayang"
Fatih membuka buah dada Retno yang makin menggoda "Payu dara gatal saat hamil, bisa terjadi karena berbagai macam faktor. biasanya dipicu oleh hormon kehamilan, peregangan kulit, serta pertambahan berat badan saat sayang sedang hamil"
Fatih mengusap-usap hingga yang punya semakin meremang "Jangan digaruk. Jika digaruk, ini justru bisa menyebabkan kulit menjadi iritasi. Bahkan, rasa gatal bisa semakin terasa, dan bisa membuat kulit terluka dan terasa perih"
Payu dara gatal, dipicu oleh penggunaan sabun mandi maupun detergen. Untuk itu, ibu hamil dianjurkan untuk menghindari penggunaan sabun mandi yang mengandung parfum dan detergen. Karena kedua bahan ini dapat menyebabkan iritasi yang memicu rasa gatal.
"Terus mas, aku bagaimana. Gatallll" Retno sudah ingin menangis "Digaruk nggak boleh. Terus harus diapain ? Di rendam pakai air panas? Dikasih garam?"
"Heh?? Yang ada jadi tetelan sayang"
"Terus bagaimana dong.. Gatal"
"Seharusnya itu diolesi minyak esensial. Tapi harus konsultasi dulu sama dokter kandungan dan dokter kulit. Ibu hamil boleh nggak makai minyak tersebut"
"Terus apa dong, gatal hwaa" Retno sudah gemas dan meremasnya karena rasa gatal yang luar biasa "Gigit mas, aku nggak kuatttt" Retno sudah menunjuk-nunjuk dadanya seperti menantang "Gigit sekarang. Siapa tau ini obat yang mujarab"
Fatih tersenyum dan sedikit kalap "Yang jelas tanpa efek samping"
"Hallah. Buru..."
Fatih yang sudah disediakan makanan lezat, meskipun tanpa kenyang namun menyenangkan. Siapa yang sanggup untuk menolaknya "Sini, mas isep daripada mubazir"
"Iya buru"
Fatih menghisapnya "Enak?"
Retno mengangguk "Lumayan mas, enak"
Fatih melanjutkan lagi, lalu meremasnya seperti minum es lilin
Tanpa sadar, merekapun polos. Padahal perjanjian mereka cuma meng hisap
Yang dihisap sudah terbuai, yang meng hisap sudah tidak kalap
Akhirnya, dua insan ini sama-sama tidak kalap
Sebenarnya, mengatasi payu dara saat hamil, itu perlu dikompres dengan air es saja. Cukup 10 menit. Urusan beres.
Tetapi ya itulah Fatih, menang banyak
Perut besar tidak jadi penghalang, akhirnya
Basah basah basah
Tissue tissue tissue
Tidak berani detail.. takut menggoda iman
Mohon maaf lahir batin ya... Marhaban ya ramadan
BERSAMBUNG....
__ADS_1