
Hari ini, papa Ilham sudah diperbolehkan untuk pulang kerumah
Papa sudah tiduran dikamarnya, tetapi tiba-tiba ada tamu ingin mengunjunginya. Terpaksa papa direbahkan dikursi malas sambil menonton televisi
Kembali Retno sibuk didapur, untuk membuatkan minum dan menyiapkan camilan. Karena ternyata, yang datang adalah babe dan ibu Rani yang datang berkunjung
Tadi siang, Fatih dan Fariz sudah memberengkut membawa berbagai buah tangan yang sangat banyak dan melimpah
Dari pihak rumah sakit sendiri, memberikan buah tangan yang besar, untuk mantan pegawai senior yang pernah bersinar dimasa mudanya.
Belum lagi dari mantan menantu yaitu pemilik rumah sakit ini, siapa lagi kalau bukan Hassan.
Hassan tidak bisa pulang, tapi dia mengirimkan paket untuk papa mertuanya, juga tidak kalah besar
Belum lagi para dokter junior yang pernah menjadi tangan kanan papa Ilham pada waktu mereka bersama dulu.
Kawan-kawan dokter Hanan, Fatih, dan Husayn, juga memberi buah tangan sampai ruangan papa sesak dengan oleh-oleh
Dan sore ini, belum juga kedua orangtua Retno pulang, papa Ilham sudah menerima tamu lagi, yaitu para staff yang bekerja dipabrik milik Fariz, datang berkunjung menjenguk papa Ilham
Rumah ini mulai ramai kembali seperti akan mengadakan hajatan
Retno kembali sibuk didapur, dibantu oleh para Art yang bekerja dirumah ini
Fatih dibantu Fariz, yang sudah membuka seluruh buah tangan dari para tamu
Dari buah-buahan, camilan, dan berbagai makanan sudah menumpuk diatas meja makan
"Fariz, ini kalau tidak dibagi, rumah mama banjir makanan Riz"
"La iya bener kak. Padahal setiap ada tamu, makanan ini dikeluarkan"
"Ya udah deh. Anak buahmu suguhin jajan yang banyak. Aku mau kedapur" Pamitnya.
Lalu, Fatih mendekati Retno yang sibuk memasak ikan gurame, yang dimasak asam manis katanya
Fatih merangkul istrinya "Mmm.. Masak apa sayang, baunya enak banget"
"Ikan gurame mas. Kata mas, ikan ini bisa mengusir kolesterol tinggi dan membuat penyakit jantung minggat. Aku ingin mengusirnya, biar papa dan semuanya sehat"
Fatih gemas kembali mendengar jawaban dari istrinya.
Fatih sedikit lupa dengan keadaan. Kebiasaannya menggapit hidung istrinya seperti dirumah tanpa orang, kini ia lakukan disini "Uh.. Istri dokter jantung sekarang pinter juga mengimbangi"
"Ah... Jangan memujiku terlalu tinggi... Jatuhnya sakit"
Para Art senyum senyum menonton kemesraan putra majikannya. Perlakuannya terhadap istri terdahulu dan yang sekarang, sangat berbeda jauh.
Mungkin karena istri terdahulu sukanya duduk-duduk, lalu masuk kekamar. Jadi mereka tidak begitu mengenal Viviana
"Kita kok kayak nonton sinetron ya Mer, pacarannya didapur" Ucap Mira sang Art disini
"Hus.. Ntar tuan Fatih mendengar"
"Kan aneh Mer. Sejak dulu tuan Fatih kan pendiam. Hanya mesem kalau bercanda dengan adik-adik kembarnya. Dengan nyonya Vivi juga jarang ngobrol"
"Hus, memangnya kamu tau. Dikamar kan bisa"
"Iya juga sih. Jarang ngobrol aja punya anak ya Mer"
"Diam kamu Mir. Sudah jangan banyak ghiba" Ucap Meri Art yang tidak mau bergosip
Fatih mengusap kepala Retno "Enggak. Orang mas ngomong apa adanya"
Kedua Art kembali klesam klesem "Nyebutnya mas Mer. Ih, tuan Fatih.. Bikin iri"
"Eh ehm"
Kedua Art langsung menyingkirkan diri, ternyata selain dirinya, ada orang lain yang memperhatikan dua sejoli yang sedang memasak sambil goda-godaan
Fatih dan Retno menoleh kesumber suara
Fatih melepaskan tangannya yang selalu memegang bagian tubuh dari istrinya "Eh bapak, ibu"
"Kami mau pulang, sudah sore" Pamit ibu Rani sambil tersenyum
Retno maju dan memegang tangan kedua orangtuanya "Makan dulu dong bu, pak. Masa ibu dan bapak nggak kangen masakan Retno bu" Cegahnya
Fatih mengangguk, bahwa apa yang dikatakan oleh Retno benar
__ADS_1
"Yah bu, kite disandera lagi bu"
"Ih, nggak pa-pa beh. Sekarang kan jarang makan masakan Retno"
"Iya bu, pak. Sekalian obat kangen. Siapa tau ini keinginan" Fatih menunjuk perut Retno
Kedua orangtua Retno saling tatap
"Ya deh. Nggak pa-palah, kasihan anak kita. Siapa tau ini keinginan si jabang bayi. Takut ileran beh" Ujar bu Rani
Retno tersenyum "Duduk sini dulu beh, bu. Retno mau kedepan dulu"
Retno sudah mendekati papa dan mama mertuanya "Ma, papa mau makan sekarang, atau nanti" Bisik Retno karena masih ada tamu
"Nanti aja nggak pa-pa. Ya pa?"
Jawaban mama Sifa diangguki oleh papa Ilham, lalu menatap Retno "Papa makannya nanti saja nak" Lalu papa Ilham sibuk lagi mengobrol dengan para tamu yang sedang bercanda dengan Hawa
Kali ini, Hawa sedang sibuk menerima tamu, jadi tidak sempat ikut membantu kebelakang
Mama Sifa memegang tangan Retno "Itu bapak sama ibunya diajak makan dulu, ntar mama nyusul ya"
"Baik ma"
Setelah tamu semuanya pulang, termasuk kedua orangtua Retno. Retno membawakan nasi dan lauknya untuk papa Ilham
"Papa, papa makan ya.. Mumpung masih anget, enak" Tawar Retno
"Ah iya nak"
"Mama, mama makan aja di ruang makan bersama semuanya. Biar enak. Biar papa, saya yang suapin" Ucap Retno kembali
Mama Sifa menatap suaminya, bermaksud minta jawaban. Dan ternyata, papa mengedipkan matanya yaitu memberi jawaban 'iya'
"Ya sudah, mama mau kebelakang ya pa, Retno" Pamitnya
Retno dan papa mengangguk
Papa Ilham rasanya senang tiada tara. Menantunya saling mengisi tugas
-
Retno duduk sambil memijat-mijat kakinya yang agak capek
Ini kali pertama Retno menginap dirumah papa Ilham
Retno sedikit sungkan karena rumah ini memang bagus dan mewah
Diambang pintu, Fatih berdiri sambil tersenyum "Belum tidur?"
Retno menggeleng, lalu menarik kakinya, agar berselonjor ditempat tidur, lalu menutupinya dengan selimut
Fatih sudah duduk dibibir tempat tidur "Sayang kakinya sakit?"
Retno mengangguk
Fatih segera memijit pelan agar Retno menikmati "Kamu kecapaian sayang. Besok kita cek kandungan ya?"
Retno tersenyum samar, lalu mengangguk lagi
"Baiklah, ayuk tidur. Sekarang sudah malam" Ucapnya sambil terus memijat kaki istrinya, lalu membantu merebahkannya
Fatih mengabsen istrinya yang terlihat letih "Yang sakit manalagi"
Retno menggeleng, sebagai jawaban tidak
"Ada apa sih nggak menjawab"
"Nggak pa-pa" Retno menatap suaminya, yang belum berhenti memijit dirinya "Sudah mas"
Fatih melepas pijitannya
"Rumah ini sangat besar, aku nggak bisa tidur kayaknya mas" Keluhnya
"Kok, hanya karena besar, sayang nggak bisa tidur?"
Retno mengangguk "Iya. Mungkin belum terbiasa. Jadinya kayak berada dimanaaa, gitu"
"Nggak. Bukan itu. Mas yakin bukan itu. Pasti ada yang sakit"
__ADS_1
"Enggak"
"Apa yang sayang rasakan. Mana yang sakit" Fatih sedikit khawatir, lalu memegang perut istrinya "Perutnya kram, atau bagaimana?"
"Nggak pa-pa, yang aku rasakan tempat ini asing. Kayak dimana... Gitu.. Titik"
Tiba-tiba
Tok tok tok
Fatih dan Retno bertatapan
"Siapa!!" Teriak Fatih
"Aku dad"
"Hadewwww perusuh datang"
Retno menyenggol suaminya "Anaknya sendiri dibilang perusuh"
"Eh, nggak percaya. Lihat saja nanti" Jawabnya, lalu turun dari ranjang, dan membuka pintu "Ada apa ketok-ketok pintu"
Fatihah tidak menjawab. Melainkan nyelonong dan tidur disisi Retno
Fatih berjalan cepat "Ngapain kamu tidur disini? Pindah"
"Nggak mau. Aku ingin tidur dengan mama muda"
"Mama muda, mama muda. Minggir" Fatih sudah menarik lengan putrinya
"Ih, daddy kenapa sih pelit amat" Fatihah terduduk "Yang kenal duluan sama kak Retno siapa??!!"
"Eh, panggilnya nggak sopan banget"
"Daddy... Aku tanya"
Fatih sedikit memutar otaknya "Ya.. Babe sama ibu"
"Bukan itu!!"
"Apa??! "
"Antara aku dan daddy, yang kenal duluan siapa??!"
"Ya.. Kamu"
"Ya udah, daddy ngalah. Tua-tua nggak mau ngalah"
"Oke, kalau terjadi apa-apa sama mama mudamu, kubijik bijik kamu"
"Idih, galak amat. Aku ini anak tiri apa anak kandung sih dad"
"Kamu anak gangsing. Minggir, daddy tidur ditengah"
Lalu, Fatih nggelosor ditengah-tengah mereka
Fatihah bangun dan tidak terima "Nggak bisa dad, aku nggak mau tidur sama daddy. Aku maunya tidur sama mama muda Retno"
"Oh nggak bisa, daddy suaminya"
"Tapi aku nggak mau ketularan tua kayak daddy"
"Fatihah!! Pindah kalau kamu ngejek terus"
"Ih nggak bisa. Daddy yang pindah"
"Kalau kamu tidur disamping mama muda, daddy iket kamu"
Mereka saling ancam
"Mas, mas sudah. Jangan ancam-ancaman begitu"
Fatih dan Fatihah saling memunggungi dan bersedekap. Membuat Retno menatap bingung
"Apa??!!"
"Apa!!"
BERSAMBUNG.....
__ADS_1