Jodoh Sang Dokter Duda 2

Jodoh Sang Dokter Duda 2
Retno Diboyong Ke Apartemen


__ADS_3

Fatih mengakhiri penyatuannya


Rasanya tidak tega melihat istrinya teriak-teriak karena kesakitan


"Tissue mana sayang" Tanyanya pada Retno


"Ini" Tunjuknya diatas kepalanya yaitu diatas nakas


Fatih memberangkang diatas tubuh Retno, yang masih dengan keadaan polos


Kembali Retno membayangkan benda itu yang tadi menusuknya, hingga membuat airmata nya menetes


Retno memejamkan matanya dan menarik bantal untuk menutupi wajahnya sekaligus mengelap airmatanya yang sempat meleleh saking sakitnya


Sambil mengelap kepunyaannya dan juga milik Retno, Fatih membuka bantal yang menutupi wajah sang istri "Kenapa?"


"Sakit om"


Selagi Fatih mengelap milik Retno, ia sedikit menekan


"Sudah om, perih om. Jangan" Tolaknya takut dihujam lagi


"Kan sekalian daddy periksa, takut terjadi infeksi, bagaimana"


"Biar aku sendiri aja om" Retno akan bangun dari rebahannya


"Tunggu dulu, jangan bangun" Ucapnya kembali mengelap


Bibirnya melengkung, lalu menindih Retno kembali "Terima kasih ya.."


Cup


Kecupnya pada bibir Retno


Fatih bangun, lalu mencari CD yang tadi ia lepas dan membuangnya sembarangan "CD ku mana sih"


Setelah ketemu dan sudah memakainya "Sayang, bersihkan badanmu dulu sayang. Jangan tidur"


Retno pun menurut.


Ia bangun dan sedikit berlari sambil menarik sarung milik Fatih, bekas alas percintaannya tadi


Retno ingin menjerit ketika **** * nya terkena air


"Perih ya" Tiba-tiba suara itu datang mengagetkan, membuat Retno menoleh dengan cepat


"Om.. Kenapa om berdiri dipintu. Keluar om, malu"


"Kenapa malu" Ucapnya berjalan mendekat, lalu melepas begitu saja segitiga nya, dan mengguyur seluruh tubuhnya dibawah guyuran air shower


Retno mengangah "Si om, benar-benar tidak tau malu"


"Haha" Fatih tertawa "Ayo, mandi sini" Fatih menarik Retno yang sedang berjongkok "Nanti sembuh. Maaf ya"


Mereka bertatapan dibawah guyuran air


Sesekali Fatih menyingkirkan rambut Retno yang berantakan kedepan karena tersapu air


"Kita berdo'a dulu yuk"


“Nawaitul ghusla liraf'il hadatsil akbari fardhol lillaahi ta'aala”


Artinya: Aku berniat mandi untuk menghilangkan hadas besar wajib, karena Allah Taala


Sebagai pasangan suami istri, bercinta di malam pertama bisa menjadi pengalaman tak terlupakan. Namun, tak semua pasangan bisa merasakan langsung kebahagiaan. Sebab, biasanya bila pasangan kurang terlumasi, wanita bisa merasa nyeri, sensasi terbakar di dekat vulva, atau rasa sakit yang menusuk hingga panggul.


Perlu diketahui, bahwa nyeri pasca berhubungan in tim, sebenarnya sangat umum terjadi.


Satu dari tiga wanita mengalami nyeri selama atau setelah hubungan sek sual


Sedangkan menurut dokter obgyn papa Ilham dan Hanan, itu menjadi salah satu masalah utama yang mereka sering temukan pada pasiennya.

__ADS_1


Ketika pasangan suami istri melakukan hubungan in tim penetrasi, dan pen is suami melakukan kontak berulang kali dengan dinding vag ina, ini bisa semakin parah dan sangat menyakitkan.


Bisa juga, pen is terlalu besar


Jika masalahnya ini, dan vag ina istri terasa nyeri, itu karena belum terbiasa. Maklum masih segel


Tidak semua wanita mengalami nyeri saat setelah berhubungan sek s.


Tapi, jika istri mengalami rasa nyeri yang menusuk, kram, nyeri panggul, hingga berkepanjangan, kemungkinan istri menderita endometriosis.


-


Kembali ke pasangan pengantin baru


Mereka sudah sampai dilantai dasar apartemen mereka


Fatih merangkul Retno, sembari mengecek info rumahnya, dengan nama mereka "Lihat sayang" Tunjuk Fatih pada papan informasi "Nama kita, sudah tercatat disini"


Retno membacanya "Mr Alfatih P Zayn & Mrs Retno A Djangkaru. Kok bisa om. Kan baru menikah kemarin"


"Ya bisa. Ngurusnya, pas daddy ngurus-ngurus dokumen persiapan nikah. Kan ada identitas milik sayang"


"Oh"


"Jadi, kita tinggal disini bebas, karena kita penduduk legal"


Kemudian, Fatih kembali menggandeng tangan Retno, sesekali memegang pinggang, merangkul, lalu menggandeng lagi, sesuka Fatih


Mereka sudah menaiki lift, dan masuk kerumahnya di nomor 15 lantai 5


Ternyata, diatas sudah disambut oleh semua keluarganya


"Waaah... Pengantin baru. Ditungguin lama" Fariz sengaja berdiri didepan pintu, untuk memberi kejutan pada mereka berdua


Fatih dan Retno terkejut


"Kok bisa, kalian bisa masuk"


"Kurcilmu bang" Ucap Hawa sambil merangkul Fatihah kedepan "Kami paksa aja dia, suruh memasukkan kami semua"


"Oh" Dengan rasa sayang, Fatih memeluk putrinya erat. Terakhir mencium kepalanya "Emmmuuaahh.. Dah" Fatih mengurai dan merangkulnya, serta merangkul Retno


Fatih berucap pada mereka berdua, yang berada direngkuhannya "Kalian tidak kangen" Fatih mengabsen keduanya


Fatihah menoel Retno "Kak, kakak kangen nggak sama aku"


Retnopun membalas dengan cara menoel juga "Harusnya kangen, tapi tangan si om, berat" Ucapnya sambil menunjuk tangan besar Fatih, yang menumpuk dibahunya


Semua orang, matanya melebar "Si Om??"


"Panggilannya aneh banget" Ucap Hanan, membuat Retno memerah karena malu


Hanan kedepan sambil celingak celinguk "Hawa, sini kamu"


Hawa mendekat "Apa bang"


"Memang dulu, waktu kamu pertama kali bertemu Fariz, kamu panggilnya apa?" Tanya Hanan


"Pertama kali ya.."


"Iya"


"Hai"


"Hai?? Nasib banget kamu Riz, panggilannya nggak jelas. Contoh, contoh"


"Hai, sini kamu" Ucap Hawa seperti menantang


Husayn berjalan kedepan, lalu menarik hijab milik Hawa "Memang ini, istri yang tidak tau diuntung"


"Abang...!! Kebiasaan buruk" Teriak Hawa, membuat Arin turun dari sofa

__ADS_1


Arin kebingungan melihat Hawa krudungnya sudah menutupi wajah


Arin menarik hijab Hawa yang sudah menjulur "Mama, mama Hawa kenapa. Nggak bisa nafas ya" Arin tambah merusak dan menarik nya hingga lepas


"ARIIIIIINNNN... "Teriak semua orang


Arin kebingungan "Arin tidak salah, Arin tidak salah. Arin ingin menolong"


Semuanya tepuk jidat


"Itu bukan menolong, itu merusak Ariiin...." Teriak Altaaf sambil berkacak pinggang didepan adiknya


"Arin, Arin, sini" Husayn menarik lengan Arin "Tos dulu"


Mereka pun tos " Kita berteman oke"


"Oke pa"


"Ya Tuhan, mereka rupanya sekongkol ya" Hanan kembali tepuk jidat


Ahaha


Setelah capek berantem, merekapun bercegkraman sebelum mereka pulang kekediamannya masing-masing


Sementara, Retno berjalan kedapur, untuk membuatkan minum


Meskipun kebingungan, Retno masih bisa membuatkan minum walau secangkir teh untuk semua keluarga barunya


Fatih kedapur "Sayang, sayang bikin apa?"


"Hanya air teh, om"


"Oh. Itu almari diatasmu ada simpenan jajan sayang"


"Iya om, ntar aku buka" Jawabnya sambil sibuk mengaduk teh, yang sudah dituang kedalam gelas


Fatih membuka lemari tersebut, lalu mengambil aneka jajan yang sengaja ia simpan disana "Isinya belum komplit sih, ntar gampang belanja dibawah ya"


"Iya. Oh iya om, kardus yang dari ibu. Tadi ditaruh dimana ya?"


"Ini, ini, dikakiku"


"Oh ya"


"Mau dibongkar?" Tanya Fatih


"Iya om. Coba isinya apa"


Fatihpun mengangkat kardus tersebut, lalu membantu membongkarnya


"Wah.. Isinya rendang, lele goreng, tahu, tempe, telor, banyak banget sayang. Sekampung dibawa semua"


"Dikira disini semacam kontrakan kali om. Makanya, semuanya diangkut semua" Retno kembali membuka sesuatu yang paling bawah "Wah nasi om"


Mereka saling tatap "Om, kita tata saja, lalu bawa kedepan ya om" Sambungnya


"Boleh"


Retno segera menata semua lauk dipiring-piring. Sedangkan Fatih membawa keluar untuk disuguhkan pada keluarganya


"Makan-makan"


Semuanya menoleh


"Loh, Retnonya mana" Mama Sifa baru teringat dengan menantu barunya. Maklum kumpul semua jadi lupa karena didepannya sudah banyak


"Dibelakang ma"


Dengan bantuan Ratna, Alana, dan Hawa. Makanan dan minuman akhirnya keluar juga


"Ini masak barusan?" Tanya Hawa pada Retno

__ADS_1


"Iya" Jawab Fatih bohong


BERSAMBUNG....


__ADS_2