Jodoh Sang Dokter Duda 2

Jodoh Sang Dokter Duda 2
Papa Ilham Berpulang


__ADS_3

Setelah urusan Aaliyah selesai, sekarang tinggal urusan Fatihah


Keluarga Naufal ingin segera Fatihah diresmikan, untuk dinikahinya


Dan malam ini, Fatihah resmi diperistri oleh Naufal


-


Fatihah sudah diboyong ke kediaman Naufal


Sebenarnya mama Sifa dan papa Ilham, menginginkan salah satu cucunya tinggal bersamanya. Karena papa Ilham sudah sering sakit-sakitan karena usia yang sudah uzur, dan ingin ditemani terus-terusan oleh keluarganya


Siang itu disiang hari


"Sayang, punggung papa sakit" Ucapnya mengelus punggungnya sendiri, ingin diusap oleh istri kecilnya, tetapi sudah tua usianya


Mama Sifa mengelus punggung tersebut, sampai mama capek dimana-mana, kemudian mama tertidur dibelakang punggung papa


Setelah tidak ada pergerakan usapan tangan sang istri, papa Ilham berbelok lalu mengusap rambut dua warna milik sang istri, kemudian memeluknya dengan serta merta


Papa Ilham memeluknya sambil mencium berulang-ulang wajah lelah istrinya, yang setia menemaninya separuh lebih dari hidupnya "Sayang, papa sangat, sangat sayang kepadamu" Papa Ilham berkaca-kaca


"Tak ada wanita yang cantik dan setia sepertimu, yang pernah papa temui didunia ini"


Cup


"Papa sayang padamu"


Cup


Papa Ilham kembali menciumnya entah sudah berapa kali untuk siang hari ini


"Dari pertemuan awal, kau mengajarkan papa arti kehidupan yang sulit akan ekonomi, terpuruk karena keadaan. Dan menikah pula karena keadaan" Mata papa berkejab-kejab


"Beruntung papa menikahimu, hingga kita tua bersama"


Papa Ilham menghela nafas panjang


"Putra-putra kita sudah dewasa, dan sudah menemukan pasangan yang baik, serta sudah memiliki keturunan semua. Tapi papa terlalu lelah dan selalu merepotkan dirimu"


Papa Ilham kembali mencium kepala sang istri "Lailahaillallah muhammadarrasulullah"

__ADS_1


Beberapa menit kemudian


Mama Sifa terbangun karena terlalu lama ia tertidur, tetapi tidak ada yang membangunkan dirinya selama tidur lumayan nyenyak


Sementara seluruh putra-putranya, tak satupun yang berada dirumah ini karena quadruple sudah kembali lagi ke tempat tinggal masing-masing


Pasangan Fatih dan Retno, serta kedua anak kembarnya kembali ke apartemen, karena mereka sudah terlalu lama meninggalkan apartemennya, untuk menemani papa dan mama quadruple


Mama Sifa meraba-raba suaminya yang sudah tertidur lelap


Mama terbangun dari berbaringnya "Tak biasanya papa nyaman begini" Ucapnya sambil mengusap wajah pucat sang suami "Pa" Panggilnya pelan dan lirih ditelinga "Papa" Panggilnya lagi agak keras dan sedikit mengguncang badan suaminya "Pa" Panggilnya lagi dan menempelkan telinganya pada dada suaminya


Mama Sifa kembali mengecek denyut nadi "Papa kenapa?" Kemudian mama turun dari ranjang, dan memanggil-manggil minta tolong pada semua orang yang bekerja disini


"Paaakkk.. Pak Kus!! Maaakkk.. Mak Ijah" Panggilnya sambil berteriak-teriak


Semuanya mulai mendekati mama Sifa


"Iya Nya, ada apa nyonya memanggil saya" Saut pak Kus, yang dibuntuti oleh mak Ijah


"Papa, tolong papa diperiksa pak, kenapa papa diam" Ucapnya cenonoran dan mulai memencet-mencet nomor HP milik putra-putranya


"Kenapa papa!!?" Jemari mama Sifa, ia dekatkan pada hidung papa Ilham


"Tuan tidak ada nya"


Tes


Airmata mama Sifa sudah jatuh dengan sendirinya. Kemudian, ia angkat kepala papa Ilham dan menaruhnya pada pangkuannya "Papa....!! Jangan tinggalkan mama, pa !!" Ucapnya sambil meneteskan air mata


"Papa..!! Mama dengan siapa??!" Ucapnya terus mengguncang-guncang tubuh suaminya yang sudah dingin


"Papa..!!! "Jerit mama Sifa terdengar melengking, dan diakhiri dengan tangisan yang sudah pecah


Beberapa menit kemudian, pasangan Fatih dan Retno datang


Fatih menghambur memeluk papanya, kemudian mencium wajah papa yang sudah berpulang "Innalilahi wainnaillahi roji'un"


Fatih berbelok menatap mamanya yang terduduk lemas disofa single, yang sengaja ditarik agar dekat dengan ranjangnya yang masih ada papa disana


Fatih segera memeluknya "Mama.. Papa telah meninggalkan kita" Fatih terisak, sedangkan mama Sifa hanya terdiam dan terus meneteskan air matanya "Mama harus ikhlas melepaskan papa. Papa orang yang baik. Mengajarkan kita menjadi pribadi yang lebih baik. Tak pernah menuntut apa-apa pada kami. Kami bangga punya papa seperti papa Ilham.. " Ucapan Fatih tercekat "Zayn" Terusnya, kemudian Fatih terguguh dipangkuan sang mama

__ADS_1


Tangisan mereka membuat seisi ruangan ini menjadi ikut pilu


Retno yang notabene nya sebagai menantu terdekatnya, hanya bisa memeluk wanita yang mengenakan daster hitam dan selendang warna senada sebagai penutup kepalanya.


Mama Sifa begitu hancur dengan kematian sang suami yang sangat mendadak. Tak ada tanda-tanda atau firasat sedikit pun. Bahkan, tujuh hari sebelum kepergian papa Ilham, keluarga ini sempat mengadakan pesta pernikahan Fatihah dan Naufal


Waktu itu, papa masih sempat ikut tamasya bersama-sama di pantai yang jaraknya sekitar satu jam perjalanan dari rumah


Betapa bahagianya keluarga ini yang nyaris sempurna


Keempat putranya sudah memiliki keluarga yang harmonis, cucu-cucunya semuanya lucu-lucu. Terakhir, menyaksikan keponakan dan cucu menikah. Sungguh keluarga besar yang sempurna


Masih melekat di ingatan mama Sifa. Betapa sehat wal afiatnya papa. Meskipun pria bekas tampan dimasa mudanya ini terlihat baik-baik saja, meskipun usianya sudah benar-benar tua


"Tadi pagi, papa masih kuat berjalan pagi mengelilingi komplek rumah ini. Tak ada keluhan yang keluar dari mulutnya tentang sakit atau tak enak badan" Mama Sifa mengingatnya dan kembali menangis


"Mama tahu benar, papa memiliki fisik yang kuat. Tak ada penyakit apapun yang menyerangnya. Tapi siang ini, papa benar-benar tega meninggalkan mama sendiri" Mama terguguh dan dibarengi oleh Fatih


"Sejak memiliki papa, mama tidak pernah sesedih ini. Papa terlalu sempurna buat mama" Kenangnya sambil berderai "Puluhan tahun bersama, kini harus berpisah seperti ini"


Retno baru mendengar mama mertuanya menangis pilu


Selama menjadi menantunya, Retno belum pernah mendengar mama Sifa mengeluhkan tentang papa yang cenderung manja pada mama mertuanya


Meskipun begitu, Retno tahu bahwa pasangan suami istri itu sangat saling mencintai dan jarang sekali bertengkar. Harmonis, begitulah kata yang tepat untuk menggambarkan hubungan mereka.


Betapa tidak, tak sekali pun terdengar di telinga Retno, bahwa mereka bertengkar. Bahkan, papa dan mama selalu datang ke restoran, tempatnya mama bekerja sebagai penanggung jawab, meskipun sang suami yaitu Fatih sudah bersedia menggantikan posisi mamanya


Pernah terbesit sedikit iri kala melihat rumah tangga mama dan papa mertuanya.


Meskipun jarak usia yang terlampau jauh, seperti dirinya, tetapi mereka punya banyak waktu untuk bersama-sama.


Weekend masih sempat jalan-jalan. Beda dengan dirinya


Kalau suaminya ada pekerjaan mendadak dirumah sakit, pulangnya langsung sambung ke restoran. Meski dihari Sabtu atau Minggu


Bukan hal baru bagi Retno. Untuk bermain bersama kedua anaknya saja jarang. Karena suaminya benar-benar sibuk


Jika dirinya minta piknik saja, dia harus merengek dulu


__ADS_1


__ADS_2