
Sore harinya, Fatih pulang bersama Retno karena Fariz dan Hawa sudah datang
Mereka pulang langsung bersih-bersih, lalu bermalas-malasan ditempat tidur
Retno sedikit ngantuk karena dirumah sakit, dia tidak bisa beristirahat
"Mas aku ngantuk"
Fatih bangun, lalu berdiri "Makan dulu, yuk"
Retno duduk "Siang tadi aku nggak masak untuk kita. Jadi nggak ada makanan"
Mereka masih saling berpegangan tangan
"Tadi diajak makan diluar nggak mau"
"Nggak selera mas, aku ingin cepat-cepat pulang dan beristirahat"
Fatih beranjak dan akan berjalan kedapur "Ya udah, biar mas yang masak. Ntar kalau udah siap, sayang akan mas bangunin" Lalu, Fatih mengusap kepala istrinya
"Iya"
Fatih berjalan kedapur. Tetapi Retno justru mengikutinya dari belakang
Fatih menoleh kebelakang "Loh, katanya mau istirahat. Istirahat sana, ntar mas bangunin"
"Nggak ah. Kasihan mas sendiri"
"Ya udah tungguin sini" Tunjuk Fatih pada sofa yang ada diruang televisi
"Iya deh"
Setelah beberapa detik, Fatih datang membawa susu ibu hamil "Sayang, diminum dulu"
Sambil menerima, Retno tersenyum "Makasih"
Fatih mengangguk sebagai jawaban iya, lalu berjalan lagi kedapur
Kali ini, Fatih ingin membuat salad buah campur dengan sayuran
Selagi Retno meminum susunya, Fatih sibuk memotong brokoli, tomat, selada, dan mangga muda
Disamping dia juga ingin segar-segar, dan malas makan nasi, Fatih ingin membuat yang praktis, tetapi yang ia buat, masih mengandung kalsium, asam folat, dan protein
Irisan tersebut sudah selesai, lalu Fatih mencampurinya dengan yogurt rasa jeruk, perasan jeruk nipis juga, lalu mencampuri 3 sendok makan madu cair. Lalu ia simpan dikulkas sejenak
Selagi menyimpan makanan buatannya tadi biar adem dan mak nyesss. Fatih membuat jus
alpukat, sama jus jeruk. Kalau istrinya tidak mau minum kedua-duanya, Fatih juga mampu menghabiskannya dua gelas jus sekaligus
Fatih datang lagi membawa dua gelas jus yang dibuatnya tadi "Sayaaang, mau nggak" Tawarnya
"Kelihatannya enak mas. Icip sana icip sini boleh nggak?" Retno mengabsen dua jus sekaligus
"Boleh. Tapi sebentar. Mas akan mengambilkan makanan hasil eksekusi tadi, oke. Tunggu"
Retno tersenyum, apapun yang Fatih lakukan, selalu mampu membuatnya kagum dan gembira
Fatih datang lagi membawa mangkuk yang lumayan besar "Tarraaa.. Silakan dicoba tuan putri.." Fatih menurunkan mangkok tadi yang berisi salad tersebut
"Apa ini mas"
"Salad campur saus yogurt" Fatih memberikan sendok dan garpu kepada istrinya "Pegang sendok dan garpu milik sayang, dan mas akan aduk rata biar enak"
Retno tersenyum. Dari kebingungannya, ternyata suaminya pandai menerjemahkan keinginan hatinya, yang malas makan nasi
"Dicobain sayang. Enak nggak"
Fatih mulai menyuapi istrinya "Gimana rasanya? Enak?"
Retno mengangguk, lalu menyuapi suaminya
"Makasih sayang.." Jawab Fatih membuat Retno bingung
"Harusnya kan aku yang berterimakasih mas, kenapa mas yang berterimakasih"
"Tadi sayang kan nyuapin mas. Apa dong yang harus mas ucapin. Mas belajar dari sayang, tentang adab berterimakasih. Makan lagi sayang"
Retno tersenyum, dan kembali mengunyah makanan tersebut "Emmm enak mas, segar, manis, asam, campur aduk haha" Jujurnya
"Suka nggak?"
Retno mengangguk "Suka"
Fatih menoleh pada Retno yang masih sibuk makan makanan buatannya "Memangnya, tadi sayang ingin makan apa?"
__ADS_1
"Apa ya... Ingin rujak, gado-gado, karedok. Pokoknya yang campur bawur gitu. Tapi kan sudah petang mas. Mana ada penjual yang mangkal jam segini"
"Haha, kalau bilang, ada sayang"
"Bohong"
"Enggak, beneran"
"Dimana malam-malam gini sedia begituan"
"Restoran keluarga. Pasti chef nya mau bikinin. Apalagi buat menantu mama" Fatih mencubit hidung Retno dengan kedua jarinya yang ia tekuk
"Ih, kebiasaan baru" Retno mendorong tangan Fatih yang selalu mengincar hidungnya "Seneng banget narikin hidung"
"Gemes tau"
Cup
Fatih mengecup bibir Retno sekilas
Plok
Retno menabok Fatih
"Dilarang, malah usilin yang lain"
"Mas bilang kan gemes. Jadi, apa yang nemplok pada sayang, mas suka" Jujur Fatih
Retno tersenyum mengejek, tapi justru lucu dihadapan Fatih
"Bibirnya nggak usah dibikin begituan. Ntar mas lahap baru tau rasa, njerit-njerit mas, mas"
Plok
Retno menabok lengan suaminya lagi
"Ih mas, diem"
"Oh... " Fatih memeluk Retno sembarang
"Ih menyebalkan" Liriknya sambil mendorong badan suaminya yang berat
"Menyebalkan apa menyebalkan"
"Dua-duanya"
Retno menghambur dari samping "Oh.. Suamiku kecewa ya" Retno mendongak, lalu mencolek bibir Fatih
Fatih menunduk, hingga mereka saling tatap
Cup
Retno mencium bibir suaminya, lalu tersenyum "Makasih mas. Makanannya aku suka. Tak perlu rujak, karedok ataupun gado-gado. Masku juga pinter bikin gado-gado kekinian" Lalu kembali mengusap bibir suaminya yang sedikit melengkung
Cup
Cup
Cup
Fatih membalasnya berkali-kali "Dah, minum jusnya, biar kenyang"
Setelah tandas semuanya, Fatih membawa mangkuk dan gelas kotor ke wastafel untuk dicuci
Retno mengikuti dan memeluk tubuh suaminya dari belakang
"Kenapa tidak tunggu disana"
"Enggak mau. Aku inginnya begini"
Fatih tersenyum dan menyelesaikan tugasnya mencuci mangkuk dan gelas agar cepat kelar "Dah"
Retno segera pindah kedepan tubuh suaminya, agar mereka berhadapan
Fatih tersenyum "Apa?"
"Aku nggak boleh tidur sekarang kan?" Ucap Retno polos
"Belum boleh" Ucapnya sambil mengangkat istrinya, untuk duduk dimeja dapur
Fatih sudah berdiri ditengah-tengah Retno yang sudah duduk dimeja tersebut
Retno merebahkan kepalanya dipundak suami "Kalau ngantuk begini boleh"
"Hahaha" Fatih tidak menjawab. Ia justru menikmati istrinya duduk model begini
__ADS_1
Tangan kiri Fatih memegang punggung milik Retno. Sedang tangan kanannya mengusap paha kiri milik istrinya yang terekpose dengan jelas
Tangan Fatih mulai gerilya ketubuh istrinya yang masih tertutup baju
Fatih mulai melepas CD milik istrinya dengan mudah
"Mas"
"Sebentar" Fatih berjalan menuju pintu. Lalu menguncinya
"Kenapa dikunci"
"Takut kecoa ngelihat"
Plok
"Ih. Kebiasaan"
Fatih mulai melucuti semua gaun minim yang dipakai istrinya.
Sekarang polos, tinggal dirinya yang masih mengenakan baju tidur
Sedetik juga, mereka sama-sama polos
Fatih menggeser Retno agar duduknya tidak ditengah. Ia geser hingga pantat Retno duduknya dibibir meja
Sambil men cumbu, ternyata sensasi didapur sungguh menyenangkan
Fatih sudah menghujamnya, membuat Retno kesusahan menahan has ratnya yang ikut memuncak
Retno sudah merem melek dan meremas pundak suaminya yang terus nenghentak-hentakkan benda tumpul, yang bisa membuat dirinya menjadi berbadan dua seperti sekarang
"Uh mas, mas" Desahnya
"Lagi sayang, terus ucapkan lagi"
"Hu hah mas, mas"
"Enak?"
Retno mengangguk sambil merem menikmati "Emp maas"
Fatih segera mengangkatnya dan berjalan kekamar
Masih berlanjut
Mereka terus mengerang dalam kenikmatan
"Aaaakkkkkk" Fatih merasa nge Fly dan ambruk disisi Retno
Meskipun Retno sama-sama melayang, tapi masih sadar untuk menutupi bangaunya milik suami
Fatih menoleh "Jangan tidur dulu sayang"
Retno mengangguk
Setelah tenaga mereka terkumpul, merekapun mandi malam
Beberapa menit, mereka sudah selesai mandi, dan sama-sama pakai handuk.
Retno keluar kamar dan berjalan kedapur, untuk mencari jejak-jejak tadi
Fatih mengikutinya dari belakang
"Sayang cari apa?"
"Jejak" Retno sambil mengendus-endus bekas tadi "Bau nggak mas"
"Bau apa?" Fatih belum faham
"Jejak petualang tadi"
"Ahaha"
Retno jongkok "Mas, ini dilantai pada nteletek" Retno menunjuk air lengket yang menetes dilantai
Fatih ikut jongkok "Sudah bangun. Biar mas lap. Kelihatan kamu" Tunjuk Fatih pada paha Retno yang melompong sedikit
"Apanya?" Retno mengikuti netra suaminya yang menatap pahanya
"Sarang burung"
Retno mendorong Fatih yang sedang mengelap jejak petualangan tadi dengan tissue, lalu berdiri dan menuju kekamar
Haha
__ADS_1
Fatih tertawa, yang sukses menggoda istrinya hingga kesal
BERSAMBUNG.....