Jodoh Sang Dokter Duda 2

Jodoh Sang Dokter Duda 2
Viviana Ngamuk


__ADS_3

Prok


prok


prok


Vivi bertepuk tangan mengejek


Fatih menoleh 'Vivi..'


"Vivi" Ucap semua orang yang kenal. Kecuali Retno. Dia belum kenal


"Ternyata, pestanya hanya pesta kampungan cih" Ejeknya, sambil naik keatas panggung. Dan dengan cepat, iapun merusak backdrop yang ada dipelaminan


"Vivi !!" Teriak Fatih


"Mami !!" Fatihah berlari naik keatas panggung "Mami. Apa yang mami lakukan. Malu mi" Ucapnya sambil melerai dan berdiri didepan mamanya seperti pion yang melindungi raja


Vivi menyingkirkan Fatihah, sambil menunjuk-nunjuk "Kamu anak kecil. Kamu tidak tau urusan orang dewasa"


Dengan cepat Fatih menarik Fatihah kebelakang badannya "Vivi. Kau tidak usah menunjuk-nunjuk anakku dengan sembarangan"


"Anakmu kau bilang! Dia anakku. Anak yang pernah aku kandung. 9 Bulan!!" Teriaknya tak mau kalah


"Benar. Tuhan telah menitipkan Fatihah didalam rahimmu, selama 9 bulan. Lalu, setelah itu, kamu kemana !"


"Mas!! Kenapa kamu berubah. Dulu kau laki-laki penurut. Tidak pernah memprotesku. Jangankan menolak, membantahpun, kau tidak pernah. Jangan-jangan karena wanita ini" Viviana menarik lengan baju yang Retno kenakan


Fatih mendorong Vivi, dan menarik Retno kebelakang badannya juga "Vivi !! Ternyata berhembus kabar itu memang benar"


"Benar apa!!"


"Kau sudah gila. Sinting kamu"


Viviana tertawa lebar


Fatihah mendorong mamanya agar menjauh dari papanya "Mami.. Mami yang sudah meninggalkan daddy terlebih dahulu. Kenapa mami datang kepesta daddy, membuat kerusuhan. Apa daddy membuat kerusuhan dipesta mami?!"


Dengan geram, Fatihah didorong kuat oleh Vivi. Hingga terjerembab hampir terjatuh mengenai kursi pelaminan


Retno menubruk Fatihah, agar tidak diamuk oleh Vivi. Alhasil, punggung Retno terkena sepakan tangan Vivi


"Akkh" Jeritnya, lalu ditolong oleh Fatihah


Fatih segera menarik Viviana dan


Plak


Fatih menampar pipi Viviana, lalu menarik tangannya sendiri dengan bergetar 'Ya Tuhan, tanganku telah berbuat kejam' Mata Fatih sudah memerah dah bercampur kecewa karena perbuatan Vivi


Muka Vivipun menjadi tambah murka "Mas !! Ternyata kau lebih pilih bocah ingusan ini ketimbang aku"


"Mami.. Yang meninggalkan duluan itu mami. Bukan daddy" Teriak Fatihah lagi


Dengan membabi buta, Fatihah didorong kembali hingga limbun


Kejadian tersebut terlalu cepat


Husayn dan Fariz berlari ikut menubruk Fatihah, namun mereka malah tabrakan dibawah panggung


Retnopun sama tak kalah khawatir, tapi terburu ditangkap Hanan yang lari terakhiran


Sambil mengeratkan gigi, Retno bangun, dan mendorong Viviana "Cukup!! Ini rumahku, ini rumahku !!! Jika ingin mengamuk, bukan disini tempatnya!!"


Plakkkk

__ADS_1


Vivi menampar Retno dengan serta merta


Bukk


Retno pingsan, karena terkena pelipisnya


"RETNO........." Teriak semua orang


"Husayn, Fariz, urus dia!!" Tunjuknya pada Vivi. Sedangkan Fatih segera mengangkat Retno berlari masuk kekamar


Fariz membekuk Vivi dan mengikat tangannya kebelakang


"Lepaskan tanganku gila!!" Viviana berteriak dan terus berontak


Fariz melepas tangannya, lalu memutar Viviana agar menghadap kepadanya "Yang gila itu, kamu Vivi !! Kau Gagal move on. Mana laki-laki bayaranmu!!" Fariz sudah memegang krah Viviana


"Riz, sadar Riz, lepasan Riz" Husayn melerai Fariz


Sedangkan Hanan sudah tidak disana lagi, karena bibirnya terluka ketiban kepala Fatihah


"Lepasin??" Fariz Menoleh kearah husayn "Orang gila mau dilepas disini !! Buat tontonan ?? oke" Geramnya, tapi masih tetap dipegang


"Kamu yang gila !!" Berontak Vivi


Fariz mendorong Vivi "Wow, wanita berkelas, bukannya datang untuk memberi selamat kepada mantan suaminya yang sudah ditendang, malah membuat keributan dan mengancam. Kalau bukan gila, lalu apa !!!" Teriak Fariz tak kalah keras


Alhasil, pesta jadi berantakan.


mantan istri dari pengantin inipun, diamankan oleh kelompok Linmas, untuk keluar dari pesta


"Jangan dilepas dia pak. Tunggu aba-aba" Ucap Fariz ikut naik pitam


"Udah Riz, sabar Riz" Husayn terus melerai Fariz


Sementara dikursi yang berada dibawah panggung


Hawa mendekati papa Ilham, karena ditarik oleh Alana


"Mbak, papa mencarimu"


Padahal Hawa ingin mencegah Fariz, agar Fariz tidak semena-mena terhadap Viviana


Kejadian tersebut sempat membuat sejumlah tamu undangan ketakutan. Pembawa acara sempat meminta kepada seluruh tamu untuk bersabar dan minggir


"Mohon bersabar, mohon bersabar, ini ujian.." Ujar MC tersebut.


Hawa sudah mendekati mertuanya "Papa, papa mencari saya? Ada apa Pa?"


Papa Ilham memberikan ponselnya pada Hawa "Telpon mbak Ety, suruh datang kemari membawa rombongan"


"Rombongan apa pa, ini aja sudah rusuh"


"Rombongan untuk membawanya" Tunjuk papa pada Vivi


Setelah Hawa membaca dengan seksama, ternyata yang dihubungi, Ety panti sosial "Oh... Ya, ya ya, faham"


Hawa menjauhi kedua mertuanya karena Mama Sifa terus-terusan menangis


"Pa.. Kenapa kok jadi begini. Malu aku pa, malu. Kita sudah membuat kerusuhan dikampung orang" Ucapnya sambil menangis


"Sudah ma, sudah. Bukan kamu yang membuat keributan"


Setelah Vivi berhasil dibawa keluar, pembawa acara pesta pernikahan mengaku maklum dengan tindakan tersebut "Setiap manusia punya kecewa, apalagi masalah cinta. Jodoh, rezeki, pati, semuanya ada di tangan Tuhan"


Setelah itu pesta ditutup dan dibubarkan

__ADS_1


Yang ingin makan-makan dipersilakan, yang ingin pulang juga sudah dipersilakan


Sementara dikamar pengantin


Fatih membaringkan tubuh Retno diatas ranjang


Mama Rani terus menangis "Nduk, bangun nduk"


Fatih segera mengecek pernapasannya dengan memeriksa denyut nadinya, dan melihat pergerakan dada serta perut.


Kepala Retno sudah dimiringkan kesamping dan pastikan wajahnya tidak terhalangi.


Tangannya sudah ditegak luruskan dengan dada. Dan tangan lain menekuk ke arah wajah.


Fatih mengangkat salah satu kaki Retno hingga membentuk sudut 90 derajat, Dan membiarkan kaki yang dekat Fatih, masih tetap dalam keadaan lurus.


Fatih memiringkan tubuh Retno kedepan, sehingga tangan yang menekuk berada tepat di bawah kepala, dan kaki yang membentuk sudut tadi berada di atas kaki yang lurus.


Fatih segera membangunkan "Sayang, bangun" Fatih menepuk pelan tubuh Retno. Namun Retno tak kunjung bangun


Beberapa detik, Retno terlihat berkeringat, Fatih segera melonggarkan pakaian Retno, yang ketat. Yaitu bagian dada


Fatih mulai membuka kancing baju pengantin


"Iya lepas aja bajunya pak dokter" Ucap seorang wanita yang diduga sebagai MUA


Iapun membantu melepaskan baju pengantin yang dipakai oleh Retno "Bajunya pak dokter juga dilepas aja, biar nggak panas"


"Ah iya mbak, sampai lupa" Fatih segera melepasnya


Kembali Fatih menggoyangkan tubuh gadis yang sudah sah menjadi istrinya


"Sayang, bangun. Retno.. Bangun sayang" Fatih terus memanggil dengan suara agak keras. Dan memberi rangsangan di kulit


Fatih menepuk-nepuk pipi dan sesekali mencubitnya "Es, es mana es, tolong"


Seseorang berlari membantu "Ini, ini dia es nya"


Fatih menerimanya "Terima kasih" Lalu meletakkan benda tersebut dikulit dan wajah.


"Ini minyak kayu putih dok"


Fatihpun memberikan minyak tersebut kearah hidung.


Retno akhirnya mulai sadar kembali "Aku kenapa, aku ingin duduk"


"Jangan duduk dulu sayang, berbaringlah dulu" Fatih menatap Retno penuh sayang, lalu mengusap wajah istrinya "Sayang haus?"


Retno mengangguk


Fatih segera membantu Retno untuk duduk. Setelah Retno benar-benar sudah duduk "Ayo, minumlah"


Beberapa menit kemudian, Retno sudah membaik. Dan para tamu yang tadi berkerumun, sudah menyingkir untuk berpamitan, termasuk keluarga Fatih


Sedangkan Viviana, terpaksa dibawa ke panti sosial untuk penyembuhan


"Mau berbaring lagi?" Tanya Fatih sambil menutup pintu karena semua orang sudah bubar


"Tidak"


"Ada yang sakit"


"Ada, punggungku"


Fatih baru teringat, bahwa punggung Retno terkena gebugan halilintar

__ADS_1


"Baiklah sini daddy periksa"


BERSAMBUNG.....


__ADS_2