
Beberapa bulan kemudian
Perut Retno sudah semakin membesar
Dulu, waktu mendapat kepastian bahwa istrinya baru hamil, sudah merupakan hal yang menggembirakan bagi Fatih. Tetapi setelah mendapat kabar bahwa ternyata Retno sedang mengandung anak kembar, Fatih justru jadi sedikit panik
Ini sebuah tantangan bagi Fatih. Mengandung anak kembar, juga akan menjadi 2 kali lipat dibandingkan mengandung 1 bayi saja
Kecemasannya mulai memudar karena kedua saudaranya yang memiliki anak kembar, merekapun baik-baik saja. Jangankan mereka, papa yang mendampingi mama hamil empat saja, berusaha kuat, meskipun kecemasan selalu melandanya. Itu hal lumrah
"Kamu tidak perlu takut ataupun cemas. Resiko kehamilan kembar memang lebih tinggi dibandingkan kehamilan tunggal. Tapi dengan perhatian dan pengetahuan yang cukup, banyak ibu hamil yang bisa menjalani kehamilan dan proses persalinan dengan lancar"
Nasehat papa selalu diingat-ingat, dan Fatih bisa tegar menghadapi semua ini
Asupan gizi selalu Fatih sediakan, agar istri dan anaknya mempunyai gizi yang seimbang
Hari ini, mereka berdua datang kerumah sakit bersama-sama setelah habis istirahat
Kehamilan kembar, membutuhkan perhatian ekstra dibandingkan kehamilan tunggal, termasuk kunjungan ke dokter kandungan dan USG yang lebih sering.
"Masih sering mual bu Retno?" Tanya dokter obygin
Fatih menoleh kearah istrinya "Sudah jarang ya, sayang?"
Retno mengangguk "Iya jarang"
"Oke, kita periksa dulu ya" Ucap dokter obygin mempersilakan
Retno sudah berbaring di bed pemeriksaan
Sebelumnya, dokter sudah melakukan pemeriksaan tekanan darah
"Bagus. Tekanan darah stabil. Nanti habis ini tes darah ya, untuk melihat indikasi anemia"
Fatih menoleh kearah istrinya, lalu menjawab "Iya"
"Yang jawab kok dokter sih dok" Protesnya
"Ya kan istriku bingung. Iya?"
"Iya, aku takut sakit. Dokter, boleh nggak gantian?" Usul Retno
"Gantian apanya?" Fatih dan dokter obygin saling tatap
"Yang dites darah masnya aja. Hehe tukeran" Jelas Retno
"Ahaha.. Iya nih, harusnya begitu ya, biar imbang" Dokterpun tertawa
Fatih mengerutkan dahi "Terus terus. Kalau yang dites mas, yang dites apanya. Yang hamil kan sayang. Mana bisa begitu. Sunat sekali aja dah sakit. Mas dah kapok, nggak mau sunat lagi"
"Ahaha.. Kalau disunat lagi, Retno dapatnya apa dok ahaha"
Fatih ikut tertawa, membuat Retno mulai kesal "Ish, mas"
"Nggak, nggak becanda" Ucapnya sambil merangkul istrinya sekejap
"Oiya, timbang dulu sayang" Ucap dokter
Fatih membantu Retno untuk naik ketimbangan badan
__ADS_1
"Hati-hati"
"Iya mas. Aku takut njomplang"
"Kehamilan kembar itu begitu mbak, lebih berat karena bayi yang mbak kandung dobel, berarti plasentanya juga dobel"
"Iya dok, kian kemari, saya susah sekali untuk ruku' takut nyungsep"
"Mas, katanya kalau hamil kembar itu beranaknya cepat ya mas?" Bisik Retno pada suaminya
"Iya betul. Jika ibu yang mengalami kehamilan kembar, biasanya mengalami persalinan pada minggu 36-37, bukannya minggu ke-40 seperti pada kehamilan tunggal"
"Betul. Umumnya, bayi bisa terlahir sehat tanpa masalah bila dilahirkan setelah minggu ke-34. Tapi berat badan yang kurang, serta organ tubuh yang belum sempurna, tetap jadi harus perhatian keluarga untuk menghindari masalah kesehatan yang serius" Jelas dokter obygin
"Resiko bayi sungsang umumnya lebih tinggi pada kehamilan kembar. Hal inilah yang menyebabkan kemungkinan Ibu harus melahirkan melalui operasi Caesar juga jadi meningkat" Sambungnya
"Mas" Retno sedikit ngeri mendengar kata caesar
Fatih meremas tangan Retno agar lebih tenang
"Tantangan yang akan ibu hadapi saat menjalani kehamilan kembar memang tidak sedikit. Tapi kebahagiaan yang akan ibu rasakan tentu sebanding dengan perjuangan ibu. Bantuan dan dukungan dari Ayah, " Tunjuk Dokter obygin pada Fatih "Serta keluarga, baik selama masa kehamilan maupun setelah melahirkan, akan membuat tantangan itu akan menjadi lebih menyenangkan" Jelasnya panjang lebar
-
Sore ini, Fatih sudah pulang dari tugasnya
Tadi siang sehabis periksa kandungan, Fatih mengantarkan istrinya untuk pulang kerumah
Beberapa jam tidak bertemu, Fatih seakan rindu berat
"Sayang.. Mas pulang" Teriaknya seperti biasa jika sudah masuk kerumah
Dilihatnya, istrinya masih melaksanakan sholat ashar
"Oh, pantesan tidak menyaut" Kemudian Fatih masuk kekamar mandi untuk membersihkan diri
Menjadi suami yang siaga seperti Fatih lakukan saat ini, penting untuk istri selama masa kehamilan. Pasalnya, peran suami saat istri hamil bukan hanya harus mendukung secara fisik, tapi juga secara emosional.
Bagi seorang wanita, kehamilan adalah suatu masa "roller-coaster" di mana kondisi emosionalnya naik turun karena perubahan drastis pada hormon dan bentuk tubuhnya. Sesaat ia bisa merasa bahagia atas kehamilannya, lalu tiba-tiba menangis tanpa alasan, atau stres karena merasa tidak berguna.
Tetapi sebagai pasangan calon orangtua, masa kehamilan ini, baik trimester pertama, kedua, dan ketiga. Adalah waktu yang tepat bagi suami untuk menjadi superhero bagi sang istri.
Fatih sudah keluar dengan handuk yang melilit dipinggangnya, lalu rambut yang basah, dan menetes-netes
Retno sudah didepannya sambil membawa handuk kecil "Mas sudah sholat ?"
"Sudah"
Tangan Retno keatas sambil membentangkan handuk kecil bermaksud untuk membantu mengelap rambut basah suaminya
Seperti biasa, Fatih terduduk dikursi meja rias, kalau sudah dibeginikan oleh istrinya
Retno mulai mengelap rambut suaminya, sambil menekan-nekan kepalanya seperti pijatan
Fatih memeluk pinggang istrinya
"Enak??" Tanya Retno
"Enak sekali" Ucapnya sambil memeluk erat perut istrinya "Sayang, mami rewel nggak selepas daddy tinggalin kalian semua, hem" Fatih bertanya pada kedua jagoannya yang belum ingin keluar dikehamilan istrinya yang ke 7 bulan
__ADS_1
"Nggak daddy.. Mami lagi gembira"
Fatih mendongak "Gembira??"
Retno mengangguk "He em"
Fatih mengerutkan dahi "Apa itu" Fatih masih belum melepas perut istrinya
"Lepasin dulu akunya" Manjanya sambil mengurai tangan suaminya
Retno mengambil baju untuk suaminya "Mas pakai dulu bajunya, ntar aku tunjukin"
Retno mengambil paket besar dari orang yang sangat ia kenal "Ini dia mas, box besar"
Fatih langsung mengecek dari mana kiriman barang yang besar ini
"Oh, dari Hanan. Kok belum dibuka"
"Aku nungguin mas"
"Oh, ya udah sini mas buka. Mana guntingnya"
Fatih sudah membukanya, dan mengeluarkan hadiah yang ada didalamnya
"Ya Allah mas banyak banget"
"Mas juga bawa oleh-oleh untukmu"
"Apa mas"
"Daster. Coba lihat. Cocok nggak"
"Boleh dicoba mas?"
"Boleh"
Menjadi suami siaga, salah satu wujud kasih sayang yang Fatih tunjukkan kepada istrinya. Fatih selalu suportif dan mendampingi Retno, agar istri yang sedang hamil, tidak mudah stres.
Ketika ibu hamil sedang stres ia melepaskan hormon stres yang diserap oleh bayi. Bila terlalu sering terpapar hormon stres, bayi menjadi lebih mudah stres dan rewel setelah ia lahir.
Jadi dengan mengurangi stres pada ibu hamil, akan memberikan manfaat kesehatan bagi ibu dan perkembangan bayi.
Ibu hamil yang didampingi oleh suami yang suportif selama masa kehamilan juga cenderung lebih kebal terhadap masalah kejiwaan seperti depresi postpartum atau kecemasan pasca melahirkan. Semakin awal dukungan yang diberikan pasangan kepada istri, semakin besar juga pengaruh positifnya.
Malam ini, Retno sudah dibantu Fatih agar bisa tidur
Dengan perut yang semakin membesar dan juga waktu tidur yang semakin berkurang, Fatih sedikit tidak sanggup melihat ruang gerak istri yang semakin terbatas dan mudah lelah.
Fatih terus mengusap-usap punggung sang istri yang terasa pegal dan capek katanya
Fatih sedikit menekan-nekan punggung Retno
"Iya mas, enak itu mas"
"Yaudah tidurlah"
Setelah Retno terlihat tidur, Fatih mengambil alih pekerjaannya.
Fatih melarang istrinya mencuci piring, menyetrika, mengepel, atau mengerjakan pekerjaan rumah lainnya.
__ADS_1
BERSAMBUNG....