Jodoh Sang Dokter Duda 2

Jodoh Sang Dokter Duda 2
Pulang Bulan Madu


__ADS_3

Pagi pagi sekali, mereka sudah bertolak menuju ketempat masing-masing.


Fariz pulang ke Tangerang, Hanan pulang ke Semarang, Papa, Fatih dan juga Husayn, mereka sama-sama pulang ke Jakarta


Bik Lis dan Aaliyah, sudah pulang dari kemarin sore


Aaliyah bilang, ingin sekali menyebrang menggunakan kapal feri


Dari pelabuhan Gilimanuk Bali, Yaitu menghubungkan antara pulau jawa dan Pulau Bali atau yang dikenal dengan Selat Bali, menuju pelabuhan Ketapang, Banyuwangi, Jawa Timur


Disisi lain, perkebunan milik Lis pemberian papi, sangat butuh campur tangannya. Jadi berlibur cukup 2 hari. Tidak bisa lebih


Pelabuhan ini juga, dipilih para wisatawan yang ingin menuju Pulau Bali menggunakan jalur darat


Setiap harinya, ratusan perjalanan kapal feri melayani arus penumpang dan kendaraan dari dan ke Pulau Bali melalui pelabuhan Gilimanuk di Bali, ke pelabuhan penyeberangan Ketapang, Banyuwangi, Jawa Timur tanpa libur, kecuali hari raya Nyepi


Rata-rata durasi perjalanan kapal feri Ketapang - Gilimanuk atau sebaliknya, diperlukan antara sekitar 1 jam.


Bik Lis menyeberang sekitar pukul 16:00 Wita, dan sampai di Ketapang pukul 16:00 Wib


Kok bisa??


Jika sebaliknya dari Ketapang untuk menyeberang ke Gilimanuk, sekitar jam 16:00 Wib, sampai di pelabuhan Gilimanuk akan berubah yaitu jam 18:00 Wita


Kok bisa??


Ya bisa. Belum menyabrang saja sudah selisih 1 jam, apalagi menyebrang. Yang butuh waktu sekitar 1 jam


Selisih Wib dan Wita 1 jam, ditambah perjalanan 1 jam


Pakdhe Sarwo mendapat kabar dari Lis pukul 15:00 Wib, katanya sudah mulai menyebrang


Kebetulan sekali hari ini Sarwo ada jadwal ke Banyuwangi, untuk menyetorkan sayuran milik Lis, yang kemarin habis dipanen


Kalaupun Lis tidak menyebrang, dan Lis menggunakan pesawat. Sarwolah yang akan bertanggung jawab menjemput Lis dan Aaliyah


Sarwo adalah kepercayaan papi untuk menjaga perkebunan sejak Aaliyah belum lahir. Dan meskipun Sarwo sudah berkeluarga, Sarwo tetap patuh kepada Lis istri majikannya


"Umm.. Itu Pakdhe Sarwo" Tunjuk Aaliyah pada Pria seumuran umminya yang sedang menunggu dipinggir jalan


Sarwo sudah tersenyum sambil membuka pintu depan mobil pickupnya


"Ya.. Pakdhe kok bawa mobil sayur sih. Gerah tau" Protes Aaliyah


"Kan sekalian nduk" Jawab Sarwo sambil menutup pintu depan, setelah Aaliyah dan Lis duduk didepan


"Udah, dari pada naik ojek. Masuk angin ntar" Lis menengahi


Sarwo tersenyum lagi lalu memberi minuman serta jajan "Ini minum, dan ini bakpia patok asli yogjo (Jogja)"


"Memang pakdhe dari jogja?"


"Iya kemarin, pakdhe setor kentang kesana. Oiya, mana oleh-oleh untuk pakdhe"


Aaliyah mulai sibuk mencari sesuatu "Mana ya um"


"Ditaruh ditas kamu kan"


"Oh iya.." Aaliyah sudah menemukan "Ini" Iapun menyerahkan oleh-oleh tersebut "Iket kepala blih"

__ADS_1


Wkwkwk


"Kau ini, ke Bali dua hari saja sebutan untuk pak dhe berubah. Sini, pakdhe iket dulu, biar kepala pakdhe tidak copot"


Akhirnya mereka melanjutkan perjalanan menuju Magetan, dimana Lis dan Aaliyah menetap disana


-


Hari ini, Fatih berangkat siang. Karena tadi pagi, dia baru sampai di Jakarta kembali


"Kalau sayang capek, istirahat aja. Jangan banyak bekerja" Ucap Fatih sambil membenahi dasinya


"Iya.. Aku ngantuk mas"


Fatih duduk dibibir ranjang, lalu mengusap kepala istrinya "Mas berangkat dulu ya.. Jangan turun. Kalau lapar, pesan G food, nggak usah masak"


"Iya"


Fatih berdiri, lalu membungkuk "Emmuah, istirahat yang cukup ya.. "


Retno mengangguk "Emm"


-


Siang ini, Fatih melangkah menuju keruangan pasien, yang sudah lama ditangani olehnya


"Masuk kapan Sus" Tanya Fatih pada asistennya


"Semalam dok"


Lalu, Fatih melangkah masuk mendekati pasien yang sudah lama bolak balik keluar masuk rumah sakit ini "Hallo pak Anton, apa kabar ?" Sapa Fatih ramah


"Oke, diperiksa dulu ya pak" Ucapnya sambil sibuk memeriksa pasien, dengan seksama


Iya, di rumah sakit ini, bukan hanya satu atau dua saja dokter ahli jantung. Melainkan banyak sekali pilihan. Tetapi, keluarga Anton sudah cocok ditangani oleh Fatih


Dulu, istri bapak Anton yaitu ibu Helen, berhasil sembuh ditangani oleh Fatih, tanpa cangkok ataupun pasang ring.


"Kapan kira-kira dokter memutuskan papa saya harus pasang ring jantung dok" Tiba-tiba putra pasien menginginkan hal itu


"Baiklah, kita bicarakan diruanganku saja"


Mereka sudah bertatap muka, diruangan Fatih


Asal diketahui saja,


"Pada dasarnya, pasang ring jantung, bukan satu-satunya pengobatan terbaik untuk penanganan kasus penyumbatan pembuluh jantung. Pengobatan ini hanya salah satu metode medis untuk penanganan kasus penyumbatan pembuluh jantung atau jantung koroner"


"Maksud saya, apa papa harus dipasang ring, atau dengan tindakan pembedahan, dok"


"Oke. Pemasangan ring jantung pada pasien, sebenarnya bukanlah tindakan yang paling utama. Melainkan harus di sesuaikan dengan spesifikasinya"


"Maksudnya dok"


"Misal pada kasus-kasus pasien dengan pengobatan sehari-hari yang diberikan oleh kami, dokter jantung. Namun, keluhan yang diderita pasien tidak kunjung membaik, dan malah bertambah berat"


"Oh"


"Kira-kira pak Anton itu yang mana. Membaik, apa bertambah berat" Tanya Fatih

__ADS_1


"Kata papa sih bosen minum obat terus. Makanya ingin pasang ring"


Fatih tersenyum lagi "Jadi, tidak semua pasien itu harus berakhir dengan pemasangan ring jantung. Beberapa kasus penyakit jantung, hanya bisa diobati dengan obat-obatan atau medikamentosa"


"Tapi papa...."


"Tunggu dulu, pemasangan ring jantung lebih diutamakan untuk pasien jantung, yang kondisinya tidak kunjung membaik"


"Terus, papa saya gimana dok. sembuh beberapa bulan, lalu kumat lagi. Tidak seperti mami, bisa sembuh total"


Fatih tersembunyi "Penyakit seseorang itu berbeda-beda ya koh, ada yang parah, tapi biasa saja. Ada yang terlihat biasa-biasa saja, dia malah parah. Oiya, obatnya diminum secara teratur?"


"Teratur dok"


"Baiklah, kita lakukan pengobatan dulu. Jika metode ini pada tiga jam awal mempunyai efek yang sama, dan kurang dari 12 jam, maka tindakan pemasangan ring jantung secara permanen akan dipasangkan"


Anak dari pasienpun manggut-manggut "Obat itu sebenarnya untuk apa ya dok. Maksudnya mengurangi nyeri, apa bagaimana?"


"Pemberian obat yang kami resepkan, itu penghancur gumpalan darah" Jelas dokter spesialis jantung dan pembuluh darah ini "Sebelum upaya pemasangan ring jantung dilakukan, pasien akan melalui beberapa tahapan terlebih dulu"


"Iya dok"


"Pertama, melalui metode pengobatan terapi medikamentosa terlebih dulu, seperti pasien sekarang ini, yaitu dengan pemberian obat-obat yang rutin yang diberikan oleh dokter jantung"


Anak si Pasien manggut-manggut lagi


"Apabila pasien tetap mengalami keluhan yang signifikan, dan keluhannya bertambah hebat, kami baru melakukan tahap pemeriksaan untuk melihat apakah pembuluh darah jantung terdapat kelainan atau tidaknya secara tiga dimensi. Yaitu menggunakan perangkat CT-Scan" paparnya.


"Oh"


"Nah. Seusai dilakukan kateterisasi pemeriksaan pembuluh darah secara tiga dimensi, dan jika hasilnya ditemukan kelainan atau titik-titik sumbatan, maka di situ akan dilakukan tindakan penanganan selanjutnya. Jika kurang dari 80 persen, kami sarankan untuk tidak pasang ring. Tetapi, hanya memberikan obat-obatan dan biasanya bisa membaik"


"Oh jadi, pemasangan ring itu, untuk tingkat sumbatan yang 80 persen ke atas saja ya dok"


"Iya. Akan tetapi, apabila dalam pelaksanaannya tindakan untuk mengatasi penyumbatan pembuluh darah jantung koroner cukup kompleks dan membutuhkan ring banyak, maka diharuskan untuk melakukan metode pengobatan operasi baypass jantung"


"Oh, jadi papa jangan pasang ring dulu dok"


"Jangan. Bedah jantung, itu untuk mengganti pembuluh darah jantung yang rusak tadi, dengan pembuluh darah jantung yang baru"


Ada jedah


"Jadi, tahap-tahapnya dilampaui dulu, dan tidak semua pasien harus dipasangi ring"


"Kirain semua pasien penyakit jantung, harus pasang ring semua dok"


"Tidak. Oleh karena itu, bagi pasien jantung koroner yang tingkat keparahan jantungnya belum terlalu kompleks, maka sebaiknya untuk tetap menjaga kondisi kesehatan jantung, agar tetap berfungsi normal. Dengan begitu, maka tindakan pemasangan ring jantung tidak perlu terjadi"


"Caranya dok"


"Minum obat sesuai dengan arahan dokter yang menangani, olahraga teratur, hilangkan kebiasaan stres, hindari merokok, makanan gizi seimbang, tinggi serat, perbanyak buah segar dan mengurangi lemak, protein tinggi serta karbohidrat"


"Oh"


"Semakin diabetesnya tidak terkontrol, berat badan semakin obesitas, tensinya juga semakin tinggi. Dan jika hal ini dibiarkan, maka kerusakan pada pembuluh darah akan semakin cepat. Itu yang harus dihindari"


"Oh... Terimakasih dok atas penjelasannya. Semoga papa tidak merengek terus meminta pasang ring"


Fatih tersenyum "Sama-sama"

__ADS_1


BERSAMBUNG.....


__ADS_2