Jodoh Sang Dokter Duda 2

Jodoh Sang Dokter Duda 2
Retno Memasak Untuk Sang Mertua


__ADS_3

Sebelum kembali keruangan papa Ilham, mereka masuk lagi ke supermarket yang ada dirumah sakit ini


"Untuk menurunkan kadar kolesterol papa. Apa sih yang harus dikonsumsi oleh papa" Tanya Fariz pada ketiga kakak kembarnya


Kali ini Husayn ikut. Mumpung masih pada kumpul. Tetapi tidak dengan Ratna. Karena Ratna masih diruangan papanya


"Yang penting, papa jangan sampai meninggalkan sayuran dan buah-buahan" Saut Hanan yang berjalan disamping kiri Fariz


"Oh, bebas buahnya"


"Pilihan juga Fariz... Jangan mentang-mentang kamu suka durian, lantas kamu beli buah tersebut buat papa" Saut Husayn yang berjalan disamping kanan Fariz


"Aku kan tanya kak, jangan emosi. Kalau sayur, apa yang harus dimakan oleh papa" Tanya Fariz lagi


"Aneka sayurannya seperti brokoli, bayam, sawi, selada, wortel, dan kentang" Saut Fatih yang sibuk dengan ponselnya


"Emm.. Ya udah deh. Aku mau kebuah-buahan" Fariz berjalan cepat ke kranjang buah-buahan


Fatih mendekati "Kalau buah, kamu pilihnya yang mengandung lemak sehat, seperti ini nih, alpukat" Fatih mengambil alpukat, lalu memberikannya pada Fariz


"Sama buah yang mengandung serat pektin Riz" Saut Hanan


"Apa tuh pektin" Tanya Fariz yang tidak tau apa-apa soal kesehatan


"Ini nih, jeruk" Hanan memegang jeruk, lalu memberikannya pada Fariz "Apel" Hanan menunjuk buah apel, anggur dan stroberi "Itu anggur, dan stroberi"


"Oh.. Sebentar, sebentar. Hawa mana Hawa" Fariz mencari istrinya


"Tuh depan"


Ternyata ketiga menantu papa Ilham sibuk memilih camilan yang diperuntukkan untuk papa dan mama mertuanya


Fariz mendekati istrinya "Mam, kamu lagi memilih apa?"


"Camilan bang"


"Kenapa nggak buah"


"Kan abang sudah pada sibuk dibuah-buahan"


"Ya deh, terserah"


Semua belanjaannya, yang membayar Fariz. Yang lain, tidak boleh membayarnya


Yo wislah terserah Fariz


Setelah selesai belanja, merekapun mampir keruang rawat papa Ilham


"Banyak banget buah dan camilannya nak" Ucap mama Sifa yang menatap buah dan camilannya ditata oleh ketiga menantunya


"Buat jaga-jaga mah" Jawab Hawa


"Oiya ma, malam ini Fariz dan Hawa pamit. Tidak bisa menemani papa mama disini. Tidak pa-pa ya mah, pah" Ujar Fariz sambil memeluk mama


Mama Sifa hanya mengangguk pasrah


Fariz mendekati papa Ilham "Papa, lekas sembuh. Besok, kami balik lagi setelah rapat dipabrik" Lalu memeluk papanya


"Oh, iya nak hati-hati" Hati papa sedikit lega. Ternyata Fariz tidak ikut menjaganya karena ada rapat penting


"Iya pa. Malam ini, biar Hanan dan Alana yang jaga disini. Kak Fatih dan Fariz biar pulang. Besok, biar mereka gantian" Usul Hanan yang menengahi, agar sama-sama enak


Akhirnya, malam ini, Hanan dan Alana yang menginap dirumah sakit. Ditambah, seluruh anaknya tidak ada yang ikut sama sekali

__ADS_1


Ketiga putra putrinya yaitu Altaaf, Zira dan Arin, mereka ikut pulang kampung, menghadiri ibunya pak Sholeh yang sedang ada hajatan, yaitu ngunduh mantu adiknya pak Sholeh


Sebenarnya Hanan dan Alana juga akan hadir dipernikahan adik dari pak Sholeh. Tetapi papa Ilham masuk kerumah sakit, jadi Hanan lebih memilih menjenguk papanya ketimbang kerumah orang tua dari sopir pribadinya


Sedangkan Imran, sekarang sudah tidak tinggal di Indonesia. Karena Imran mengambil study di London, diuniversitas yang sama seperti kakek buyut, grandpa dan papanya


-


Fatih dan Retno disuruh pulang, karena keadaan Retno yang sedang hamil muda


"Mas, mas nggak malu nggak ikut jaga papa?"


"Tempatnya nggak muat sayang. Lagian, Hanan kan yang jaga malam ini"


"Tapi kok, aku malu ya mas. Kak Hanan sama mbak Alana, jauh-jauh yang jaga. Kita yang deket nggak"


"Kamu kan lagi hamil sayang"


"Aku tidur sendiri berani kok"


Fatih melirik Retno sedikit kurang sreg


"Baiklah, kalau lusa papa masih menginap dirumah sakit, kita yang jaga disana"


"Kok lusa. Memang besok siapa?"


"Fariz"


"Oh iya. Terus, kalau ternyata jatah mas jaga, terus papa sudah dibawa pulang"


"Gampang, sayang masakin aja buat papa. Bagaimana? Setuju tidak ?"


"Oh, gitu ya.. Ya deh, aku mau"


-


Pagi harinya setelah Fatih berangkat kerumah sakit, Retno segera memasak makanan, khusus untuk penderita kolesterol tinggi


Retno memasak ikan tuna, rekomendasi dari suaminya. Katanya, papa harus makan ikan laut, yang mengandung asam lemak omega-3, seperti ikan salmon, ikan kembung, ikan sarden, dan ikan tuna.


Kebetulan, dikulkas masih ada ikan tuna. Jadi Retno memasaknya untuk sang mertua


Disamping itu, Retnopun memasak biji-bijian, yaitu biji gandum, dari kebun babe yang ia bawa dulu. Kata suaminya, biji gandum juga bagus untuk penderita seperti papa Ilham


Retno memasaknya seperti menanak nasi, yaitu bisa menjadi pengganti nasi


Retno sudah menyusun biji gandum, sayur buncis campur brokoli, ikan tuna, dan jus alpukat


"Semoga papa suka"


Retno segera ke rumah sakit sebelum jam 11. Biasanya, jam 11 dirinya sudah lapar. Jadi, Retno berkaca pada dirinya


-


"Assalamualaikum... "


"Waalaikumusalam.." Jawab mama, papa, Hanan, serta Alana


"Oh, Retno. Sendirian ?" Tanya Hanan yang sedang berdiri sendiri


Alana mendekati Retno "Kamu bawa apaan?"


"Ini mbak, makanan buat papa" Ucapnya malu-malu

__ADS_1


Papa mama tersenyum, lalu mama Sifa menghampiri "Pasti Fatih ya. Yang menyuruh kamu memasak"


"Hehe tidak ma. Saya hanya ingin memasak untuk papa" Ucapnya sibuk mengeluarkan makanan yang sudah diolah oleh dirinya


"Emmm, baunya enak loh pa" Mama Sifa mengendus-endus asap yang sedikit menguap, membuat papa Ilham gembira karena diperhatikan oleh menantunya


Alana ikut melongok "Ini kok hitam-hitam apa ma? Kaya ketan hitam tapi kok bulet" Tanya Alana yang tidak tau makanan jadul


"Ini biji gandum" Jelas mama yang tidak asing dengan makanan tersebut "Wah dapet dari mana kamu Retno"


"Dari kebunnya babe"


"Oh, ini pah, makan pa" Mama Sifa segera menyuguhkan masakan menantunya itu ke hadapan suaminya


Papa Ilham tersenyum lebar


Alana mendekati papa "Baru lihat aku pa, ma"


"Ingin coba?" Tawar mama


"Boleh deh, dikit aja ma"


Hanan hanya tersenyum melihat istrinya ikut sibuk dan meminta jatah papanya


Alana memakannya


"Enak??" Tanya Hanan


"Rasanya diam aja mas. Lengket lengket gitu kaya ketan" Jawab Alana jujur


Haha


Semua orang tertawa


"Sebenarnya, kalau babe, sukanya dikasih kelapa parut. Dan gitu aja dimakan, dah kenyang" Jelas Retno membuat papa dan mama mengangguk


"Iya, itu kan gantinya nasi" Saut Hanan


Alana masih terheran-heran "Oh.."


"Masih mau? Sama ikan tunanya, jadi enak" Ucap papa Ilham yang sedang mengunyah makanan tersebut, lalu menyodorkan makanan itu dengan sendoknya


Alana menerima suapan dari papa Ilham "Wah, bisa-bisa papa gemuk entar. Makannya lahap" Ucap Alana sambil mengabsen makanan dihadapan papa Ilham, yang sudah berkurang banyak


"Kamu udahan dong. Masak yang sakit malah nyuapin yang sehat. Menantu kurang ajar namanya" Ucap Hanan yang bermaksud menyingkirkan Alana


Lagi seru-serunya berkerubung, tiba-tiba Fatih datang


"Wah, kelihatannya rame banget"


Mereka berlima menoleh


"Sini-sini, kita lagi nyerbu makanan yang dibawa oleh Retno" Ucap Hanan sambil ikutan makan


"Heh?? Kenapa kalian yang sehat ikut-ikutan makan" Fatih segera mendekati istrinya, lalu menggapit hidung istrinya dengan kedua jarinya yang ditekuk "Lah ini sudah makan belum" Bisik Fatih sambil mengusap perut istrinya


"Tadi sudah nyobain dirumah"


Fatih tersenyum. Lalu melongok papanya yang sedang kerubungi istri, anak dan menantunya


Fatih geleng-geleng


Rantang tiga susun, tinggal rantangnya tok

__ADS_1


BERSAMBUNG......


__ADS_2