Jodoh Sang Dokter Duda 2

Jodoh Sang Dokter Duda 2
Penyesalan Viviana


__ADS_3

Fatih dan kawan-kawan berjalan setelah selesai melaksanakan tugas bersama diruang operasi


Tiba-tiba, seseorang yang sangat ia kenal, duduk diatas kursi roda, dengan bayi yang ia pangku


Semua rekan Fatih, menepuk bahunya satu persatu, bermaksud pamit


Ya, semua dokter dan rekan kerja Fatih, semuanya hafal, jika Viviana adalah mantan istrinya Fatih


"Mari bu Vivi" Pamitnya serempak terhadap Vivi


Vivi menganggukkan kepalanya


Setelah semuanya berlalu, hanya Fatih yang masih berdiri didepan Vivi


"Mas"


Panggilan itu terasa semakin hambar dipendengarannya


Fatih terdiam dan kembali sakit hati jika bertemu dengan Viviana


Mengingat dengan perselingkuhannya, yang sangat menyakitkan, Fatih merasa harga dirinya telah diinjak-injak. Terlebih ia yang menjadi korban.


Viviana justru menikmati adrenalin yang dihasilkan, seolah-olah baru merasakan jatuh cinta untuk pertama kalinya. Pada saat itu


"Mas" Ucapnya lagi


Fatih tersenyum getir "Selamat ya bu"


Deg


'Oh, mas Fatih. Sebutan namaku saja telah lenyap dari bibirmu'


Viviana menitikkan airmata


"Mas"


"Maaf bu, saya masih ada pekerjaan" Jawabnya seakan ada dinding tinggi yang sulit untuk di lalui


Kemudian, Fatih mengayunkan kakinya untuk meninggalkan dirinya


"Tunggu"


Fatih berhenti


"Kudengar, kau sekarang memegang restoran ya mas?" Tanyanya membuat Fatih menoleh


"Maaf bu, saya laki-laki. Saya butuh uang yang banyak untuk mempunyai rumah, agar hidupku tidak menjadi benalu pada kedua orangtua ku"


Vivi terlihat diam sambil menunduk


"Dan satu lagi, saya tidak mungkin membiarkan anakku tidak bersekolah"


"Anak kita" Selahnya


"Terserah. Saya merasa, Fatihah adalah anak saya"


"Tapi, dia lahir dari rahimku mas. Aku yang mengandungnya"


"Maaf, sepertinya perbincangan ini sampai disini saja. Permisi" Fatih segera meninggalkan tempat ini secepatnya. Terlalu sesak untuk bernapas, jika sudah bertemu dengan mantan istri


"Mas, tunggu"


Fatih berhenti sejenak, kemudian, berlalu dengan punggung yang semakin mengecil dari pandangannya


Viviana kembali menangis, mantan suami yang menjadi korban atas keegoisannya, kini justru menjadi hal yang paling Viviana sesali.


'Kalau waktu bisa diubah, aku ingin kembali di saat semua masih bersama dirimu mas. Meski mahligai rumah tangga kita terkoyak, namun rasanya tidak sesakit ini'


"Bik, dorong"

__ADS_1


"Iya nyah"


Viviana terlihat sembab dan didorong oleh seorang wanita paruhbaya, yang diduga adalah ART nya


Viviana menangis kembali, dan terus mengusap airmatanya


Setelah berpisah dengan Fatih suaminya, kehidupan Viviana tidak berjalan mulus seperti sebelum hidup bersama dengan suami brondongnya


Rumah yang ia rebut sebagai harta gono-gini, kini lenyap karena terjual untuk menutupi kebutuhannya


Viviana setuju menjualnya, agar kelak tidak ada jejak hak Fatih


Urusan Fatihah, biarlah menjadi tanggung jawab Fatih.


Pasangan jomplang itu pindah kekontrakan, menunggu rumah bagus yang dijual murah. Namun, hal itu tidak datang-datang juga untuk menghampirinya


Dengan perut yang semakin membesar, suami barunya hanya ingin dilayani, tetapi tidak mau menafkahi. Semuanya berbanding terbalik dengan Fatih yang pernah ditendang dari kehidupannya


Miris


Belum genap bercerai setahun dari Fatih, rumah tangganya dihajar badai


Pertengkaran hebatpun terjadi, karena viviana merasa capek dan seperti hewan kerbau yang bodoh dan selalu diberdaya oleh suami bayarannya


Sebelum benar-benar uangnya habis, Viviana memutuskan untuk pindah dari kontrakan dan membeli apartemen dengan cara cicilan


'Sekarang, baru aku sadari. Hidup menjadi kepala rumah tangga, sekaligus ibu bagi anakku yang selama mas Fatih inginkan, tetapi aku selalu menolaknya. Aku malu mas'


Viviana berjanji, ketika anaknya lahir nanti, ia memutuskan untuk pindah kekota lain dan ingin mencari pekerjaan di sana.


'Kalau aku berada di kota yang sama, dan dirumah sakit yang sama, terlalu menyakitkan buatku jika sering melihat mas Fatih. Aku tidak siap, jika melihat mas Fatih bersanding bersama wanita lain'


-


Sementara dihati Fatih


'Satu tahunan lebih aku berusaha melupakannya dengan sangat tersiksa,


Tiba-tiba Fatih teringat dengan miss lele


Fatih segera membuka ponselnya, dan ada chat dari Fatihah


Tadinya biasa saja. Palingan minta dijemput. Begitulah kira-kira fikiran Fatih


Tetapi, begitu ia membaca pesan dari putrinya, hati yang tadinya sobek, kini perlahan menyatu kembali. Bibir yang tadinya keluh, kini melengkung


Fatih membaca pesan dari putrinya "Dad, aku diajak kerumahnya kak Retno. Ntar dijemput ya"


Pesan itu membuatnya kegirangan


"Siap.. Daddy meluncur sekarang"


Perlahan, ingatan tentang mantan istri mulai menghilang, dan mulai digantikan oleh seseorang. Meskipun belum jelas, namun Fatih sedikit ada magnet yang ingin menuju kesana


"Kamu harus terus bermimpi kak, supaya kamu bisa terus maju dan berubah menjadi lebih baik" Kata-kata itu memotivasi Fatih untuk selalu kuat. Siapa lagi kalau bukan dari adik-adiknya


Dan mereka, tidak memaksa Fatih untuk mengikuti jalannya. Tetapi, mereka justru merasa saling mengisi.


Pernah Fatih bertanya, apa maksudnya. Namun, mereka hanya menjawab "Suatu saat, kamu juga akan mengerti kak"


Dua puluh tahun menikah, waktu yang cukup lama mengarungi biduk rumah tangga


Dikaruniai seorang anak perempuan, dan sulitnya mengurus bayi pada saat itu.


Viviana berubah kesal, karena badan yang ia jaga, berubah karena habis melahirkan


Tadinya biasa-biasa saja. Namun, seiring jalannya waktu, merasa, bahwa Fatihlah penyebab dia tidak cantik lagi


Sejak dulu Viviana manja, untuk sekedar merawat Fatihah saja menolak. Bagaimana Fatih akan mencari pekerjaan sampingan, setelah pulang kerja harus merawat sang bayi, yang sedikit repot karena pembantu yang ia punya cuma satu. Yaitu satu untuk semua

__ADS_1


Hari-harinya penuh drama. Beban hidup semakin hari semakin berat. Namun cinta membuatnya bertahan dan buta nasehat dari adik-adiknya


Setelah surat cerai itu keluar, barulah Fatih segera membawa pergi semua bajunya, serta anak mereka satu-satunya


Dan setelah tiga bulan status dudanya, Fatih kembali merasakan sakit ketika melihat sang mantan istri menjadi ratu kembali dipelaminan


-


Kembali ke Fatih saat ini


"Daddy.. "


Fatih tersenyum menatap putrinya yang berkumpul dengan para muda-mudi yang diduga kawan-kawan Retno


"Daddy sudah datang?" Fatihah segera meraih tangannya lalu menciumnya


Fatihah kembali bergelayut dilengan papanya, dan disambut oleh babe Kohar


"Oi pak dokter. Mari-mari silakan mlipir dimari aje dok. Didalem penuh, banyak bocah temannya si Retno"


Babe menyambut Fatih bersuka ria, berbeda dengan menyambut si Toto


Mungkin karena Fatih relasi bisnis, jadi babe hangat menyambutnya


Ketika mereka berjabat tangan, Fatihah langsung ngacir bergabung lagi dengan kawan-kawannya


"Itu ayahmu Fat" Tanya salah satu kawan Retno


"Iya kak"


"Kayaknya pernah aku lihat deh"


"Yaiyalah dirumah sakit. Waktu nyokapku sakit jantung" Saut kawan Retno lainnya


"Ah iya. Populer juga papamu Fat"


"Masa. Tapi daddy orangnya pendiam kok. Populernya disebelah mana. Kataku sih biasa"


"Duda kan Fat"


"Iya. Kenapa, ada yang salah dengan daddyku"


"Tidak. Pantesan, jadi rebutan para pasiennya"


"Kok bisa. Daddy nggak tebar pesona kan?"


"Enggaklah. Kan galak"


"Masa sih. Galak kok jadi rebutan"


"Fat, gimana nggak jadi rebutan. Wajahnya keren. Mana tau udah punya anak prawan macam elu"


"Ah, itu karena begitu daddy lulus jadi dokter, langsung nikah. Ya udah muncullah aku. Coba kalau nikahnya agak dewasa. Pasti anak daddy masih kecil-kecil"


"Eh Fat, memang daddymu jadi duda, mami lo meninggal"


Fatihah berubah sendu, lalu geleng geleng


"Sudeh, jangan diteruskan" Ucap Retno menengahi


"Aku kan ingin tau dari sumber yang terpercaya Ret"


Retno menatap Fatihah sudah tak enak dipandang "Sudeh Fat, kagak useh sedih. Mereka aje pade nyante nyantapin lele" Tunjuk Retno pada Fatih dan babe yang sedang ngobrol dan makan-makan


Sementara ditempat babe


Sesekali Fatih melirik pada putrinya, lalu nyerempet sedikit melirik Retno


Retno memang tidak menggodanya, tetapi hatinya saja yang tergoda sendiri. Namun, tidak tau jelas ketertarikan Fatih pada gadis itu dari segi mana

__ADS_1


Masih ingin lanjut..... Jangan lupa pencet tombol hadiah, vote, komen, agar author semangat untuk berkhayal ha ha..


BERSAMBUNG


__ADS_2