
Selagi Fatih sibuk direstoran, Fatih mendapat kabar bahwa papa Ilham dibawa kerumah sakit
Dengan cepat, Fatih segera meninggalkan pekerjaannya
"Pak Indra, saya harus kerumah sakit sekarang" Pamitnya pada supervisor, yang menangani restoran
"Iya tuan. Memangnya siapa yang sakit, tuan? Maaf jika saya lancang bertanya" Tanya Indra yang melihat bosnya sedikit tergesah-gesah
"Papa pak. Papa dibawa kerumah sakit. Ya sudah, saya titip restoran ini ya pak... Jika ada apa-apa, hubungi saya"
"Baik tuan. Semoga tuan besar segera sembuh"
"Aamiin..."
-
Fatih berjalan cepat menuju dimana papanya dirawat
Husayn yang sudah stand by disana sejak papa mertuanya dirawat, dialah putra paling pertama yang telah menyambut papa Ilham masuk kerumah sakit
"Sayn.. Papa dimana ? Sakit apa papa?"
"Kolesterol kayaknya"
"Sudah dipindahkan keruangan inap?"
"Sudah"
"Diruangan apa?"
"Jan da bo long, nomor 3"
Fatih yang sudah berjalan, mendadak berhenti karena Husayn tidak ikut masuk bersamanya "Kamu kok diluar saja"
"Aku kan menjaga dua orang tua sekaligus"
"Menjaga dua orang kok nggak jelas, ruangannya jauh semua"
"Sudah, sudah sana. Aku lagi nungguin Fariz, dia kan nggak ngerti seluk beluk sini. Sudah sana masuk. Papa dah nungguin" Husayn mendorongnya
Sebenarnya Husayn menghadang seluruh keluarganya, yang sudah ia hubungi semuanya
"Iya, iya ah. Nggak usah main dorong"
Fatih sudah membuka pintu ruang inap papa Ilham
Anggap saja itu poto papa ya.. Soalnya Ilham yang asli masih muda
"Assalamualaikum..."
"Wa'alaikumusalam" Jawab mama dan papa
Papa menoleh sambil tersenyum
Fatih segera memeluk mamanya, dan langsung memeluk papanya
Fatih mengurai peluk "Papa sakit apa pa?"
"Biasa kolesterol"
"Memangnya, papa habis makan apa ma?"
"Udang. Katanya ingin makan udang" Jelas mama Sifa
"Jangan konsumsi makanan sembarangan dong pa. Ingat usia" Tegur Fatih
Pada dasarnya tubuh memerlukan kolesterol untuk membangun sel-sel yang sehat. Namun, kadar kolesterol yang tinggi dapat menimbulkan deposit atau simpanan lemak dalam pembuluh darah.
Selanjutnya, deposit lemak tersebut akan menyebabkan kesulitan aliran darah dalam pembuluh darah arteri.
Akibat dari terhambatnya aliran darah tersebut, jantung tidak mendapat darah yang kaya akan oksigen. Hal inilah yang akhirnya meningkatkan risiko serangan jantung. Selain itu, penurunan aliran darah dalam otak juga dapat menyebabkan stroke.
"Papa hati-hati dong" Fatih memegang dada papanya "Ini nyeri pa"
"Tidak"
"Kejadiannya bagaimana ini ma?"
"Tidak ada gejala apapun. Papa itu hanya kurang enak badan, lalu cek mandiri. Taunya benar. Setelah papa minta kemari, disuruh opname" Jelas mama Sifa
Gejala kolesterol tinggi, pada umumnya tidak bergejala. Dan biasanya, baru ditemukan saat pasien melakukan medical check-up
Penyebab kolesterol tinggi atau dislipidemia, karena ketidakseimbangan proporsi lemak dalam darah. Lemak/ lipid yang dapat diukur dalam darah
"Pasti papa diet ya?" Tebak Fatih
"Ngapain diet. Udah tua juga" Jelas papa kesal
"Terus, papa makan apa aja selain udang ma" Tanya Fatih pada mamanya
__ADS_1
"Papa hanya ingin daging merah dan susu yang tinggi lemak"
"Aduh, lingkaran pinggang papa sudah besar ini. Usia papa sudah tua. Jadi hati-hati soal pilih makanan"
Fatih keluar, dan masuk keruangannya, untuk mengambil meteran. Sebenarnya bukan penjahit saja yang mempunyai meteran badan. Fatih juga punya
Fatih sudah kembali keruangannya
Ternyata, disana sudah berkumpul anak, menantu, serta cucu. Termasuk Bumi
Fatih terkejut melihat ruangan ini tampak sesak
Terlihat papa tidak kenapa-napa. Wajah papa ceria apalagi semuanya kumpul
Fatih masih fokus pada Bumi "Bumi, kau sudah sampai disini"
Merekapun berpelukan
"Hai Fatih, sudah. Kebetulan aku ada di Jakarta" Jawab Bumi
"Oh.. Kak Hassan nggak pulang?"
"Nggak bisa. Uncle Xander juga nggak bisa datang. Auntynya sakit"
"Oh, kak Najwa sakit. Dirawat?"
"Nggak sih. Sedikit insiden aja. Kemarin jatuh"
"Jatuh??"
"Iya, terpeleset"
"Oh, tapi nggak pa-pa"
"Nggak.. Hanya masih nyeri katanya"
"Oh, ya deh. semoga cepat sembuh"
"Aamiin... "
"Fatih" Panggil papa Ilham
"Iya pa"
"Kamu nggak menyambut semuanya" Tegur papa
"Iya pa, baiklah"
Plok plok
Fatih sudah menabok kedua adiknya
"Hoe... "
Mereka bertiga berpelukan
"Kirain sudah nggak liat adik-adiknya" Kesal Hanan
"Iya sombong. Mentang-mentang sudah ketemu keponakan jauh. Jadi lupa" Ejek Fariz
"Ahaha" Fatih hanya tertawa. Ternyata, disamping Hawa ada wanita pujaan hatinya
Fatih mengurai pelukan, dan menyingkirkan kedua adiknya "Sayang.. Kamu ada disini" Netra Fatih tertuju pada istrinya
"Ciee.. Dari tadi matanya piknik kemana bang" Ejek Hawa
Fatih menatap Hawa sekejab
"Nggak usah natapin aku bang. Nih istrinya aja jangan dicuekin"
"Iya, Hawa" Menjawab Hawa, tetapi netra Fatih menatap Retno sambil berjalan mendekatinya "Tadinya kan sepi. Mana aku tau, Wa"
Semuanya senyum-senyum melihat Fatih sedikit berwajah ceria ketika tau kedatangan istrinya
Fatih tersenyum menatap istrinya "Sayang, ngerti papa sakit dari mana?"
"Cieee sayang.. Uhuiiii" Goda Hawa
"HAWA!!" Tegur semua orang
"Kak Husayn" Jawab Retno malu-malu karena digoda
"Husayn? Memangnya dia ngerti nomor ponselmu?" Tanya Fatih pada Retno
"Nggak usah cemburu bang. Bang Husayn itu nggak kayak bang Fatih. Dia mudah cari informasi. Orang aku aja yang menghubungi dia" Selah Hawa
"Bukan begitu Hawa, kelihatannya belain banget sama Husayn. Sekarang dimana dia" Tanya Fatih mencari Husayn
"Dia mah kayak setrikaan bang. Tadinya diruang sini Jan da bo long, sekarang pasti diruang perawan kadasen"
"Oh"
__ADS_1
"Ntar mampir keruangan tuan Sohail ya. Mumpung kita berada disini" Usul Hanan
"Iyalah.. Hargai Ratna" Jawab Fatih
"Mas, tuan Sohail siapa?" Tanya Retno
"Mertuanya bang Husayn" Saut Hawa
"Apa hayuk kita kesana dulu, ntar ngumpul disini lagi" Ajak Fariz
"Ish tunggu dulu. Aku mau ngukur papa"
"Buat apa papa diukur bang. Orang sakit pamali loh diukur begitu" Tegur Hawa sok tau
"Bukan mengukur untuk bikin baju. Kak Fatih kan bukan penjahit" Selah Alana
"Oh, bukan ya"
Fatih mulai mengukur lingkar pinggang papanya
"LP papa hanya 100 cm. Aman. Mungkin papa kelelahan, jadi papa harus menginap"
"Memangnya yang tidak aman berapa cm bang?" Tanya Hawa
"Bagi pria, 102 cm keatas. Dan bagi wanita, 89 cm keatas" Jawab Fatih
Fatih berjalan mendekati Hawa "Sini, kamu aku ukur"
"Buat apaan"
"Kamu normal nggak"
Fatih mulai mengukur Hawa "Kamu kurang aktivitas fisik ini. Makanya lebar . LP kamu, 100 cm, bahaya. Masa LP kamu sama kayak papa"
"Yah, terus aku bagaimana dong"
"Olahraga yang teratur. Itu dapat meningkatkan HDL atau kolesterol baik. Jangan merokok"
"Yang merokok siapa bang" Teriak Hawa
"Kamu yang merokok miliknya Fariz" Jawab Hanan asal
"Huss!!" Tegur semua orang
Hanan langsung menutup mulutnya
Cetitttttt
Alana nencubit pinggang Hanan
"Adddddeeeee" Hanan mengusap-usap pinggangnya yang jadi korban cubitan istrinya
"Mas ih, malu-maluin"
Hanan langsung memeluk Alana "Maaf, keceplosan"
"Ih, kebiasaan"
"Kelepasan.. "
Semua orang tersenyum lebar melihat pasangan ini beradu
"Sudah Alana, Nggak usah malu. Terus bang, penasaran aku" Menabok punggung Alana, tetapi netranya menatap Fatih meminta penjelasan "Tadi sampai merokok bang"
"Oh, merokok ya.. Merokok, dapat menurunkan kadar HDL atau kolesterol baik"
"Oh, ya ya"
"Fariz merokok nggak? Kalau merokok disuruh berhenti"
"Nggak bang. Tapi diabetes. Karena dia sering natapin aku gitu, cieee" Menjawab Fatih tetapi menggoda suaminya
Fariz hanya mendengus
"Oh diabetes lagi bahaya itu. Glukosa darah, itu berperan dalam peningkatan kolesterol LDL dan penurunan kolesterol HDL. Itu semua merusak lapisan pembuluh darah arteri" Jelas Fatih lagi
"Ahhh.. Ngeri banget penjelasannya bang"
"Memang. Makanya ati-ati" Jawabnya. Kemudian, Fatih mendekati papa Ilham lagi
"Papa.. Tadi papa sudah diperiksa seperti tekanan darah, nadi, pernapasan, dan suhu tubuh kan?"
"Sudah"
"Semoga cepat sembuh ya pa" Fatih mengusap-usap tangan papanya
"Kak, katanya mau mengunjungi tuan Sohail dulu" Hanan menoel Fatih
"Iya sana. Mumpung masih disini" Selah papa
Akhirnya, anak dan menantu Ilham, semuanya mengunjungi papa mertuanya Husayn
__ADS_1
BERSAMBUNG....