Jodoh Sang Dokter Duda 2

Jodoh Sang Dokter Duda 2
Yunan Nikolai


__ADS_3

Selagi keluarga ini sedang bersenda gurau, tiba-tiba ada telepon dari Aaliyah. Bahwa umminya atau bik Lis, terjatuh diperkebunan.


Bik Lis segera dilarikan kerumah sakit. Tetapi Aaliyah bilang, umminya koma, dan belum sadar-sadar juga


Papa Ilham yang mendengarkan berita ini, tubuhnya bergetar membayangkan Aaliyah


"Ya Allah..." Papa Ilham menangis "Aaliyah anakku. Kasihan sekali kamu nak" Tangan papa sudah diudara dan terus bergetar "Fariz, Husayn, Hanan. Bisakah kalian datang kesana. Kasihan Aaliyah"


"Iya pa" Ucap Fariz dan Hanan bersamaan


"Pa, sepertinya aku tidak bisa mendadak kesana. Aku harus ngurus cuti terlebih dulu" Kata Husayn jujur


Papa Ilham mengangguk "Baiklah, urus cutimu"


"Kalau aku juga harus cuti dulu pa. Nggak bisa langsung" Begitupun dengan Fatih


"Iya. Papa sudah tau. Tapi menurut papa, kamu nggak usa ikut kesana, Fatih. istrimu masih repot. Masih ada anak-anak yang harus kamu dahulukan"


"Iya kak. Sekalian jagain papa seperti biasa. Kita sama-sama saling membutuhkan. Jadi, biar kami yang kesana" Ucap Hanan yang sudah dirangkul bahunya oleh Fariz


"Baiklah, terserah kalian" Ucap Fatih bimbang


Akhirnya, Fariz dan Hanan yang bisa terbang sekarang juga. Mereka berdua yang bisa diandalkan dikeluarga ini karena memiliki usaha sendiri, jadi bebas karena kerjanya tidak terikat, seperti Fatih dan Husayn


-


Beberapa jam kemudian, kabar duka terdengar juga ketelinga papa Ilham, bahwa bik Lis menghembuskan nafas terakhir karena gegar otak dan pembulu darah pada kepalanya pecah


"Innalillahi wa innailahi rojiun"


Semuanya menangis


"Bilang sama kakakmu Xander. Bila perlu, jenazahnya bik Lis bawa kemari, untuk dikebumikan disini. Dan Aaliyah, boyong sekalian kemari. Jangan dibiarkan anak itu sendiri disana" Usul papa Ilham sambil tergugu


Xanderpun tidak bisa menolak titah dari unclenya "Iya uncle, saya akan menyuruh Yunan untuk segera mengurus Aaliyah"


-


Kediaman papi Anand kembali ramai karena kepergian Listiani untuk selama-lamanya


Aaliyah sudah menangis meronta ingin ikut bersama umminya


"Um.. Aaliyah ikut um.. Aaliyah sendiri"


Semuanya ikut berderai termasuk Xander sang kakak


Xander segera meraup Aaliyah "Sayang, ada kakak disini. Kamu tidak sendirian"


Aaliyah masih meronta "Aaliyah tidak mau ikut kakak ke luar negri. Aaliyah ingin Ummi hwaaa"

__ADS_1


Sifa mendekati "Sayang, ikut mama yuk. Dirumah mama kamu tidak akan sendiri"


Hawa menimpali "Iya, ikut kak Hawa juga nggak pa-pa, nanti kamu ada temennya Faruq" Hawa terus merayu


Aaliyah sedikit bingung, tetapi kembali bersedih dan menangis sambil meraung "Ummiiii..... Aaliyah ikut"


Fatihah dan Sayra mendekat "Al" Panggil mereka, membuat Aaliyah berhenti dari tangisnya


"Kau akan tinggal bersama kami" Ucap Fatihah, kemudian Fatihah mendongak meminta persetujuan dari keluarga besarnya


Semuanya mengangguk setuju


"Iya, kau juga bisa tidur dirumahku. Kau dan Fatihah, bisa tidur dikamarku. Kita bertiga, tidur bersama. Kamu mau?" Timpal Sayra sambil terus merayu


Aaliyah mulai bisa diam


Dan setelah bik Lis dikebumikan digerombolan keluarga Han, semuanya menginap dirumah papi Anand, termasuk Aaliyah


-


Diusia Aaliyah yang ke 18 tahun, Aaliyah sudah menyandang sebagai anak yatim piatu


Tiap hari Aaliyah kemakam ummi dan papinya untuk pergi menyekar "Papi, kenapa papi ajak ummi. Kenapa tidak sekalian ajak Aaliyah. Aaliyah juga ingin melihatmu, pih" Aaliyah kembali berderai


Yunan mengusap kepala Aaliyah "Adek, disini dik Aaliyah masih memiliki banyak saudara dan banyak teman. Jangan putus asah seperti itu"


Aaliyah mendongak, lalu berdiri "Sekarang Aaliyah tidak punya siapa-siapa. Aaliyah hanya punya kak Xander. Tetapi kak Xander juga akan meninggalkan Aaliyah. Aaliyah sendiri" Ucapnya kembali menitikkan air mata


Aaliyah mencernah ucapan pria dewasa yang selalu ada untuk Aaliyah


"Aaliyah, kita akan segera dijodohkan"


Aaliyah melotot tidak percaya "Aaliyah masih kecil bang, Aaliyah nggak mau menikah sekarang"


"Baiklah, kita bicarakan dengan kak Xander. Kita pulang kerumah"


"Kenapa harus dirumah"


"Ini dipemakaman, kita harus bicarakan ini dirumah, ya?"


-


Setelah perbincangan yang cukup alot, akhirnya Aaliyah menyerah dan segera dinikahkan dengan Yunan


Sah


Sah


Sah

__ADS_1


Iya, Aaliyah Putri Anandhan. Gadis cantik berusia 18 tahun ini, akhirnya sudah menikah diusia yang masih dini


Aaliyah dijodohkan dengan Yunan, anak angkat papi Anand, yang usianya 9 tahun lebih tua dari Aaliyah


Mereka sudah bersalaman


Semuanya memeluk Aaliyah sendu


Tapi apa boleh buat. Jika Xander bilang A, lainnya tidak bisa membantah. Termasuk papa Ilham


Sekarang Aaliyah masih berstatus siswa yang duduk dibangku kelas 3 SMA, yang ada di Magetan


Aaliyah tinggal menunggu kelulusan, dan akan melanjutkan ke universitas ungu, dimana dulu kakek Nadem dan nenek Kavita pernah menjadi dosen dan rektor disana, yang ada di Jakarta


Disitulah Xander ngotot membawa Aaliyah ke Jakarta, agar Aaliyah melanjutkan pendidikannya disini.


Dan tidak menunggu kelulusannya, Xander telah menikahkan Aaliyah dengan Yunan, secara siri, karena Aaliyah belum cukup umur untuk didaftarkan ke KUA, karena usia Aaliyah belum menginjak ke 19 tahun


Jika Aaliyah sudah cukup umur, mereka berdua segera didaftarkan ke KUA, untuk dilegalkan


Xander memang terlalu takut jika adiknya berbuat yang tidak-tidak karena menitipkannya pada anak asuhnya. Daripada maksiat, dan dirinya memanggung dosa, akhirnya Xander menempuh jalan ini


Yunan Nikolai. Pria tampan ini, salah satu anak asuh keluarga Han


Pemuda pintar dan berkepribadian baik ini, termasuk kesayangan papi Anand sewaktu beliau masih hidup


Yunan, pemuda berusia 26 tahun ini, telah diberi mandat untuk menikahi Aaliyah adiknya, sekaligus untuk menjaganya


Sudah lama Yunan tau, bahwa dirinya akan dijodohkan dengan Aaliyah, sebelum kejadian ini


Sewaktu Xander mengatakan perjodoan, Yunan sedikit keberatan. Tetapi setelah diperkenalkan wujud asli Aaliyah, Yunan langsung jatuh hati


Aaliyah yang cantik, imut, badan langsing, mampu membuat hati Yunan begitu sayang melebihi pada adik-adiknya yang berada dipanti


Tetapi Aaliyah sama sekali tidak tau dan tidak kenal dengan sosok Yunan, yang akan dijodohkan dengan dirinya kelak, pada waktu itu.


Aaliyah tidak bisa menolak kemauan sang kakak. Karena sebelum Lis, ibu dari Aaliyah meninggal, Xander selalu baik pada keluarga ini. Dan sayang pada mereka berdua


Bahkan kebutuhan Aaliyah, tidak pernah berkurang. Xander selalu menawari apa keinginan Aaliyah


Yunan pria yang baik, jujur, tampan, pintar dan selalu patuh dengan Xander


Sebagai tangan kanan Xander, Yunan diutus untuk bertanggung jawab penuh, untuk mengelolah bisnis warisan dari papinya yaitu showroom, yang sekarang sudah menjadi milik Aaliyah


Kisah ini akan berlanjut dinovel milik Aaliyah ya



Kira-kira judulnya seperti pada gambar. Belum rilis, masih dalam angan

__ADS_1


BERSAMBUNG....


__ADS_2