Jodoh Sang Dokter Duda 2

Jodoh Sang Dokter Duda 2
USG


__ADS_3

Akhirnya, Retno bergeser dan tidur ditengah "Ya sudah, aku yang tidur ditengah"


Fatih duduk menghadap kedua wanita cantik yang ia sayangi


"Enggak sayang. Nggak bisa. Fatihah tidurnya muter-muter kayak obat nyamuk. Kalau sayang ketendang, bagaimana?"


"Hei dad, itu dulu. Sekarang nggak. Yuk mama muda Retno, kita tidur. Jangan urusin orang tua" Fatihah memeluk paksa Retno. Membuat Retno terpaksa ngglosor disamping Fatihah


Fatih sudah geram, dan merebahkan tubuhnya disamping kiri istrinya "Awas ya, kalau daddy lihat kaki kamu numpuk ditubuh mama mudamu, daddy usir saat itu juga"


Fatihah menaikkan kedua matanya "Aman dad" Fatihah memeluk Retno kembali "Kita berdoa dulu yuk kak" Ujar Fatihah, membuat mata Fatih melebar


"Berdoa yuk mahmud" Ralatnya


Fatih nongol dari rebahannya "Eh eh. Kurang ngajar banget. Apa tadi kamu bilang ??!! Kamu ngatain mama mudamu mahmud ?? Kamu bakal digilis sama istrinya Mahmud si penjual es cendol tikungan sono"


"Adeww.. Memang ya. Punya daddy tua itu nggak ngerti bahasa gaul. Taunya jantung melulu"


"Bilang sekali lagi" Fatih nongol lagi, padahal tadi sudah rebahan dengan benar


"Sudah mas, sudah"


"Yuk kak"


"Fatihah"


"Berdoa dad, berdoa. Biar mimpi indah"


Fatih akhirnya pura-pura tidur disamping Retno


Setelah Fatihah sudah benar-benar tidur, dengan sekuat tenaga, Fatihah dipindah oleh papanya


"Dasar pengganggu"


-


Perut Retno tambah hari kian terlihat membesar


Berbagai macam keluhan kehamilan sering bergantian.


Terkadang Fatih yang merasakan mual, terkadang Retno yang merasakannya


Namun, seiring perkembangan janin yang tumbuh didalam kandungan Retno, membuat pasangan ini bahagia dan tak sabar untuk bertemu dengannya.


Hari ini, Retno diajak Fatih untuk menemui dokter kandungan, untuk cek kandungan dirumah sakit


"Hai dokter Fatih. Silakan, silakan masuk mbak, dok. Mbak... " Dokter Masita mengingat-ingat nama Retno


"Retno" Jawab Fatih


"Ah, iya. Retno anggraeni. Mari silakan duduk. Gimana-gimana, apa yang bisa aku bantu" Ucapnya to the point, karena mereka memang saling kenal


"Tolong cek kandungan istriku dong dok" Ujar Fatih pada dokter obygin ini


"Oh, kirain mau ngobrol"


"Ck, memangnya pengangguran"


"Haha.. Kalau dokter Hanan masih tugas disini, pasti dokter pilih periksa kekembarannya kan?"


"Oh belum tentu"


"Kenapa"


"Ya nggak kenapa napa. Udah cek, crewet amat"


"Iya sabar. Pagi-pagi gini aku aja belum minum, udah dipaksa periksa. Dasar pemaksaan. Ayo mbak, silakan naik di bed pemeriksaan"


Dokter Masita menggiring Retno berjalan menuju bed pemeriksaan


"Mbak..." Panggilnya pada asistennya


"Ngapain panggil mbaknya" Protes Fatih


"Buat bantu-bantu akulah"


"Tidak usah. Biar aku yang bantu. Ntar komisi ya. Paling nidurin istriku kan, Hafal.."


"Ah kamu. Pandainya begitu"


"Kapan??"


"Sudah. Istrimu saja bisa hamil. Kalau nggak hafal, mana bisa"


Fatih mau protes

__ADS_1


"Sudah. Nggak usah protes. Sekarang, bantu rebahin, terus olesin gel sekalian"


"Eh.. "


"Tadi dokter kan yang ngusir asistenku. Kamu dong dok yang olesin. Tanggung jawab" Ujar dokter Masita, yang didengusin Fatih dengan kesal


Retno sudah rebahan di bed


Fatih mulai membuka baju milik Retno, agar perut istrinya terlihat "Ini perutnya buka begini kan?" Tanya Fatih


Dokter Masita membenahi "Iya.. Ini begini. Olesin gih"


"Oke.. Begini mah, aku bisa"


"Ya iyalah harus bisa. Dokter kan biasa elus-elus perut istri"


"Iya, iya apalagi"


"Cukup"


Selagi Dokter Masita mempersiapkan alat-alat pemeriksaan, kembali ia menggoda dokter jantung yang usianya lebih muda dari dirinya


Dokter Masita menatap ke monitor "Top banget punyamu ya dok"


"Kenapa??"


Dokter Masita menunjuk perut Retno "Ini. Masih bisa bikin melendung anak orang"


"Lah, dikerjain kok bukan dilihatin"


"Ahaha dokter Fatih... Somplak kamu"


"Ya dokter aja yang nanyanya aneh. Sudah periksa ah"


"Iya ini lagi. Brisik banget kamu"


Dokter Masita kembali fokus pada monitor


"Usia kandungan mbak Retno, sudah memasuki usia ke 14 minggu" Dokter Masita terus memeriksa dengan seksama "Wah dok, ada dua biji nih dok"


"Maksudnya kembar ??" Ucap Fatih dan Retno bersamaan


"Iya"


"Dua"


Fatih menatap Retno "Dua sayang" Wajah Fatih sedikit pias karena khawatir


Retno tersenyum "Tidak apa-apa mas. Biar anak kita cepet banyak"


"Hah??" Fatih masih bingung


"Ahaha. Istrimu tenang-tenang aja dok. Kenapa dokter yang terlihat takut"


"Aku sudah tua dok. Masak istriku pingin anak banyak. Kan bukan pabrik"


Dokter Masita dan Retno saling tatap. Dan


"Ahahaha"


"Bikinnya rajin. Giliran tumbuh semua takut" Ejek Masita


"Sudah-sudah. Istriku kan kecil. Aku khawatir dok. Periksa lagi"


'Sebenarnya aku inginnya satu satu. Kenapa harus kembar gini' Fatih melamun


"Mas.."


"Eh"


"Kenapa melamun"


"Enggak"


Dokter Masita mulai menjelaskan


"Janin sudah memiliki panjang sekitar 7 cm, dengan berat sekitar 25 dan 30 gram dok, mbak"


"Normal itu dok, nggak desek desekan" -Fatih


"Iya normal. Kamu terlihat khawatir. Ingat. Dokter sama dokter Hanan, dokter Husayn, dan siapa lagi?"


"Fariz"


"Hah iya. Apa nggak super desek-desekan. Lahirnya, baik-baik saja. Malah cakep-cakep, aku seneng ngelihatnya. Jadi orang sukses semua. Aku salut pada bu Sifa dan dokter Ilham. Coba"

__ADS_1


Fatih manggut-manggut, lalu memeluk istrinya


"Belum. Nggak usah peluk-peluk dulu. Nggak sabaran amat" Ujar Masita sambil menarik lengan Fatih yang memeluk tubuh istrinya didepan matanya


"Maksudku, keadaan bayi dan istriku sehat-sehat saja kan?"


"Ini lagi diperiksa. Bawel banget. Sejak kapan sih, bawel gini"


"Udah lanjut. Jangan marah-marah mulu"


"Ih sorry ya. Nih. Pada usia ini, janin sudah sebesar buah lemon, dan sudah bisa menunjukkan berbagai macam jenis ekspresi mulai dari menyipit, mengerutkan kening, meringis, atau bahkan menghisap jempolnya. Bisa dilihat?"


Hati Fatih berbunga-bunga, tetapi sedikit campur aduk


"Ekspresi wajah janin dalam kandungan ini bisa berubah-ubah. Karena fungsi sistem saraf otaknya"


Fatih dan Retno manggut-manggut


"Adapun selain hal tersebut, tubuh janin juga akan ditumbuhi lanugo atau sejenis rambut-rambut halus. Dan pada usia ini pula, liver janin sudah mulai memproduksi cairan empedu. Dan limpanya sudah mulai memproduksi sel darah merah"


Dokter Masita mengabsen wajah pasien dan rekannya "Jelas ya"


"Makanan dong sekalian jelasin"- Fatih


"Ih kamu kan bisa"


"Aku takut kurang pas. Kita kan beda keahlian. Sudah jelaskan"


"Oke, oke. Pada dasarnya, ibu hamil tetap dianjurkan untuk makan tiga kali sehari"


"Hmm dengarkan. Sayang selalu makan tiga kali sehari nggak"- Fatih


"Enggak. Kan kadang nggak ingin mas"- Retno


"Oke. Namun, perhatikan juga menu hariannya. Sebisa mungkin, ibu hamil harus mengonsumsi makanan yang variatif dan terbuat dari bahan segar"


Fatih dan Retno manggut-manggut lagi


"Usai melewati masa morning sickness di masa trimester pertama, maka di trimester kedua ini, nafsu makan ibu hamil biasanya mulai membaik. Maka dari itu, kembalilah untuk makan tiga kali sehari seperti biasa, tetapi ditambah dengan satu porsi makanan selingan"


"Apa itu"


"Mbak Retno harus menaikkan berat badan untuk terus mendukung tumbuh kembang janin dalam kandungan. Tapi, Mbak Retno tidak boleh sampai kelebihan berat badan yang justru bisa memicu diabetes gestasional. Faham?"


"Iya, iya lanjut"- Fatih


"Kamu lanjut-lanjut melulu"-Masita


"Yang dokter kandungan siapa"


"Aku"


"Ya sudah jelasin"


"Resek kamu ya. Oke. Nasi memang menjadi sumber karbohidrat utama. Namun, nasi juga cepat menaikkan gula darah. Oleh karena itu, ibu hamil harus memerhatikan porsi karbohidrat yang tepat. Di trimester ini, disarankan untuk mengonsumsi nasi, namun akan lebih baik, jika mbak Retno menggantinya dengan nasi merah. Pasalnya, nasi merah memiliki kandungan serat yang lebih tinggi dari nasi putih"


"Lauk-lauk"- Fatih


"Lauknya yaitu, daging yang menjadi sumber protein yang berkualitas tinggi. Seperti daging sapi, ayam, dan ikan"


"Sayur-sayur"


"Ih.. Sayurnya seperti kacang-kacangan, yang merupakan sumber baik dari protein, zat besi, asam folat, kalium, magnesium, dan asam lemak esensial. Semuanya itu penting bagi tubuh mbak Retno ketika hamil"


"Maksudnya" Retno mulai bingung


"Tempe dan tahu" Jawab Fatih


"Oh"


"Jangan lupa"


"Apa??"


"Sayuran hijau"


"Yaudah jelasin. Jangan ngelihatin aku"


"Ih. Dokter Fatih resek banget. Oke mbak. Sayurnya seperti brokoli, bayam. dan jangan lupa buah, susu. Terutama greek yoghurt, karena kalsiumnya lebih banyak dibandingkan produk susu lainnya. Sedangkan untuk selingan sore hari, mbak Retno bisa minum susu hamil atau kacang almond"


"Nah, sudah jelas sayang?" Tanya Fatih pada Retno


"Iya mas. Kalau nggak jelas tinggal bilang sama mas he"


BERSAMBUNG....

__ADS_1


__ADS_2