
Fatihah berjalan cepat menuju kelasnya
"Fatihah !!! Tunggu!!" Suara Desy menghentikan langkahnya
Fatihah menoleh "Desy. Buruan"
Kemudian, mereka berlarian menuju ke kelasnya
"Huh huh huh" Fatihah terduduk sambil ngos-ngosan
Tiba-tiba
"Pagi semua" Sapa dosen muda dan super ramah
"PAGI MISTER !!!" Ucap semua siswa yang berada dikelas, tapi tidak termasuk Fatihah
Fatihah mengelus dadanya "Untung tidak telat"
Dosen itu berjalan mendekati Fatihah "Telat lagi?"
"Hehe hampir" Fatihah mengangkat kedua jarinya
"Itu nafasmu masih ngos-ngosan" Bisiknya tepat didepan wajah Fatihah
"Laiyah hampir, belum terlambat"
Ini bukan cerita tentang mahasiswi dengan dosennya yang dingin dan killer.
Tetapi, cerita tentang mahasiswi yang petakilan dengan pacarnya yang merupakan dosen muda yang super ramah kepada semuanya.
Bagaimana Fatihah menghadapi teman-temannya yang diam-diam fans berat dari pacarnya yang selama ini dia sembunyikan?
Naufal Widiatmaka, M. Psi. Resmi mengajar di sebuah kampus yang ada di Depok, dimana Fatihah mengenyam pendidikan disana
Dia, kini menjadi dosen muda setelah dilantik beberapa bulan yang lalu.
Surat Keputusan untuk menjadi dosen sudah turun beberapa bulan yang lalu, dan dia bahkan sudah mempunyai ruangan sendiri. Sayangnya, berita tentang kedatangan Naufal sebagai dosen muda di kampus, belum cukup terdengar luas. Hanya ada desas-desus kalau akan ada dosen yang baru.
"Apakah, aku sudah cukup rapih ma?" tanya Naufal pada ibunya, bulan yang lalu, sewaktu pertama ia akan mengajar
"Sudah. Putraku sudah tampan" Jawab ibunya dengan senyum mengembang
Tak disangka, kedatangannya menjadi dosen, memikat hati seorang gadis yang lugu, ceplas-ceplos, petakilan, dan yang jelas cantik
-
"Fatihah, ayo! Lama banget sih jalannya. Nggak usah main chat melulu" Kata Desy sambil menarik tangan Fatihah
"Sebentar" Fatihah sedikit berontak karena sedang sibuk membalas chat dari seseorang
"Ih, lelet amat kayak siput. Buruan, aku sudah lapar ni"
-
Mereka berdua sudah sampai dikantin. Dan ternyata, semua teman-temannya sudah lengkap berkumpul disana
Ada Januar, Feby, Marc, April, semua matanya tertuju pada mereka berdua.
"Ada apa ngliatin aku? Ada yang aneh?" Tanya Fatihah berdiri sambil membeber bajunya
Semuanya menggeleng "Enggak" Jawab Febry, dan langsung memberikan pertanyaan "Eh, oh ya Fat. Tadi sewaktu masih didalam, lo ditegur apaan sama mister Naufal?"
"Oh, enggak. Nggak ngomong apa-apa tuh" Bohongnya takut ketahuan
"Masa sih, kayaknya serius kayak negur gitu sama lo Fat" Saut April
"Ah, perasaanmu saja Pril"
Tiba-tiba Desy menghampiri kembali
"Sudah pesan?" Tanya Fatihah
"Belum, ramai banget"
__ADS_1
"Yah, ngajakin buru-buru, giliran disini kebingungan. Buruan pesen apaan. Aku dipesenin sekalian"
"Iya-iya"
Begitu Desy sudah membawa bakso yang ia pesan, Fatihah menghilang
"Fatihah... Fatihah ... Mana dia" Desy pusing mencari Fatihah, yang sudah kembali ke kursinya
"Tadi gua lihat lari kesana. Tau kemana" Saut Febry yang sudah sibuk dengan makanannya
"Kemana si itu anak. Minggat nggak ngomong-ngomong" Gerutu Desy "Feb, dia udah kupesankan bakso loh. Ntar kalau mie nya segede cacing, marah-marah tu si Munaroh"
"Ya sabar Des, palingan ke toilet" Saut Marc
Sementara,
Fatihah sedang menerima video call dari Naufal
"Dimana itu??" Tanya Naufal dengan senyum tampannya
"Gudang"
"Kenapa wajahnya ditekuk?"
"Kelihatannya kawan-kawanku mulai curiga pak. Bapak jangan sering-sering mengajakku ngobrol dikelas"
"Ck, sudah dibilang, kalau sedang diluar pelajaran, jangan panggil bapak. Tua, banget"
"Ih, ntar keceplosan"
"Ya bagus dong"
"Kok bagus. Kalau ketahuan banyak orang bagaimana?"
"Ya nggak masalah. Malah mau aku umumin sekalian, biar semua orang tau, kalau kita serius"
"Eh, nggak bisa"
"Kenapa nggak bisa?"
"Tapi kamu mau kan?"
"Terpaksa"
"Kok terpaksa"
"Terpaksa nyembunyiin ini semua" Jawabnya sangat imut
Naufal mendengus kesal "Kita sudah sebulan loh. Masa disini ngumpet-ngumpet, main kerumah juga nggak boleh"
"Sttttt, disini ada mata-mata. Aku nggak mau urusan ini tembus ketelingah daddy"
"Memang mata-matamu siapa sih?"
"Saudaraku sendiri?"
"Oh iya. Satu kelas juga"
"Enggak"
"Ya berarti aman dong"
Naufal sangat senang melihat wajah Fatihah semakin menggemaskan jika digoda
Lalu tiba-tiba sambungan video call tersebut terputus
Naufal benar-benar tidak sabar untuk bertemu secara langsung dengan Fatihah
Gawai Naufal bergetar kembali
Naufal tersenyum. Gawainya bergetar karena ada chat yang masuk dari kekasih hatinya
"Gara-gara mister, kawan-kawanku semuanya membully"
__ADS_1
"Membully apa sayang?"
"Mister tadi mendekati aku. Dan itu yang melihat banyak"
"Maafkan aku, sayang. Tapi kamu suka kan?"
"Suka ? Nggak ada suka-suka. Yang ada kaget"
"Hahaha, aku bener-bener nggak sabar bisa ketemu sama kamu. Mau makan siang bersama?"
"Di kampus? Nggak bisa. Aku sudah berkumpul dengan kawan-kawan"
Naufal segera menyusul kekantin
"Ya Tuhan, pak dosen, senyumannya menawan" April, Febry dan mahasiswi lain yang ada dikantin, seakan terhipnotis dengan datangnya Naufal yang super ramah itu
Fatihah tidak percaya melihat kekasihnya datang kekantin, dan tersenyum padanya
Fatihah mulai berkirim pesan "Anda yakin mau makan di kantin kampus dan ingin menggemparkan seisi kampus? Nanti ada berita viral"
Naufal membaca chat, lalu duduk didepan Fatihah yang masih terlihat kosong karena pemiliknya sedang sibuk dengan urusan lain
"Kan memang faktanya kita pacaran, sayang. Apa yang perlu diributkan?" Jawabnya dengan ucapan
Fatihah membalasnya dengan chat "Pak Naufal yang terhormat, kita kan backstreet dari semua orang. Tolonglah pengertian anda"
"Iya, iya. Aku paham maksudmu, sayang. Ya udah nanti kita makan malam di restoran yang jauh dari kampus ya. Kita ketemuan di tempat biasa" Bisiknya
Fatihah mengangguk ragu
"Baiklah. See you, sayang" Masih berbisik
Fatihah tidak membalas chat lagi ataupun ngobrol secara langsung dengan Naufal.
Akhirnya, Naufal berdiri, dan pergi meninggalkan kantin
Seorang mahasiswi lain, diam-diam memotret mereka berdua dengan seorang dosen muda yang baru saja sebulan mengajar disini
"Apakah mereka berkencan ?? Kulaporkan pada papa Fatih kamu Fat. Biar kamu dicincang oleh papa ahaha"
-
Bagi sebagian orang, masa-masa selama berada di perkuliahan merupakan masa yang tak terlupakan. Di mana seseorang akan memulai kehidupan baru sebagai mahasiswa untuk mengemban ilmu di perguruan tinggi impian dan bekerja keras untuk mencapai masa depan yang cerah.
Walaupun memang sebenarnya urusan percintaan tidak hanya terjadi di masa perkuliahan saja, tetapi memang tidak sedikit mahasiswa yang ingin bisa menemukan dan merasakan cinta di masa kuliah.
Pacaran memang bisa bikin Fatihah jadi lebih bersemangat untuk beraktivitas, karena ada seseorang yang selalu berada di sisi dan menemaninya, selama masa perkuliahan ini. Tapi pacaran bisa jadi 'bumerang' untuk diri sendiri maupun pasangan, kalau tidak dilakukan dengan baik
-
Sementara, Fatih sudah mengeluarkan tanduknya karena mendapatkan chat dari mata-matanya yaitu Sayra
"Oh, jadi alasan kemarin izin itu sudah terjadi"
"Sudahlah mas, negur Fatihahnya baik-baik. Dia masih labil. Jika mas kerasi, bisa-bisa dia berontak"
"Kok sayang malah dukung gitu sih. Kayak setuju gitu"
Retno memutar bola matanya jengah "Terserah kamu mas. Kalau aku lihat, mereka itu tidak makan bersama"
"Maksudnya??! Sudah jelas-jelas mereka berdua duduk berhadapan"
"Apa mas nggak lihat. Mangkok Fatihah hampir habis. minumnya juga. Mas perhatiin si cowoknya dong. Ada nggak mangkok atau gelas yang ada didepannya"
"Nggak ada. Kok kamu detail gitu sampai kemangkuk mangkuk segala"
"Lah, katanya makan bersama. Masa makan bersama gitu. Ah, mata-mata mas kurang canggih tuh"
Fatih mengerutkan kening
"Kenapa?" Tanya Retno mengangkat kedua alisnya-
"Nggak. Yang bener siapa dong. Mata-mataku, atau kamu" Ucapnya begitu dekat dengan wajah sang istri
__ADS_1
"Serah kamu mas"
*BE**RSAMBUNG*....