
Pagi harinya, rambut Retno sudah kembali basah-basah. Artinya, semalam sudah berhasil menjadi pengantin baru lagi
Retno berdiri membuatkan sarapan untuk dirinya dan juga untuk suami tercinta
Mata Fatih berbinar "Wah, sedapnya"
Fatih berjalan dibelakang Retno, lalu memeluknya dari belakang
"Buruan sarapan mas. Takut kesiangan"
Fatih melepas peluknya "Iya sayang"
Hari ini, mood Fatih sudah benar-benar membaik, dan lupa dengan masalah putrinya yang izin ingin memiliki pacar
Fatih sudah selesai bersarapan. Lalu berjalan mendekati Retno yang sedang menggendong Fahmi
Cup
Cup
Pipi istri dan anaknya sudah dikecup oleh Fatih
"Sayang, daddy berangkat dulu ya"
Kemudian mendekati Fahri yang masih terlelap dari tidurnya
"Berangkat dulu" Pamitnya sambil mengusap kepala sang istri
-
Sementara, semalam ditempat lain
Fatihah gagal kencan karena dilabrak papanya
"Daddy nggak setuju. Jika kamu nekat bersedia diajak seorang pria, yang belum jelas"
"Tapi dad"
"Nggak ada tapi-tapian"
Fatihah menunduk
Tes
Air mata Fatihah sudah berderai "Dia dosenku dad" Lirihnya "Dia selalu membantuku dalam hal pelajaran"
'Pantesan pakaiannya beda'
Hati Fatih masih panas "Oh, rupanya foto ini benar. Bahwa kamu sudah melanggar larangan daddy" Fatih menunjukkan foto putrinya dengan seorang pria yang terlihat lebih dewasa dari usia putrinya
Fatihah menatap papanya, dan berusaha ingin merebutnya "Daddy dapat foto itu darimana?"
"Kamu nggak perlu tau dari mana sumber foto ini. Yang jelas, kamu sudah melanggar. Berarti, daddy harus menghukummu"
"Menghukum??"
"Iya. Kamu tidak boleh keluar malam. Bahaya!"
"Daddy"
"Jika pria yang kamu kencani memiliki nyali, datang kemari. Temui daddy"
"Eng" Fatihah kebingungan
"Daddy tidak suka kamu janjian ditempat umum!"
"Hanya.. "
"Hanya apa??!! Pokoknya, daddy tidak mau putri daddy dicap murahan oleh orang lain"
"Baiklah, kalau daddy mengizinkan, aku akan menghubungi pak Naufal, untuk datang kemari"
"Hah?? Pak?"
"Iya"
'Iya ya, tadi Fatihah bilang dosennya'
Hati Fatih tambah bergemuruh
'Panggilnya pak. Berarti tua dong. Jangan-jangan, dia duda punya banyak anak. Lalu putriku jadi ibu sambungnya anak-anak si dosen itu. Ya Allah, persis banget kaya kisahnya mama. Ngedapetin papa yang hanya memiliki cucu satu'
Fatih mengusap wajahnya frustrasi
Hati Fatih sedikit tidak rela jika putrinya mendapat jodoh sang duda. Meskipun keluarganya mendapatkan jodoh belia
'Kenapa langsung berbalas'
"Orangnya mau kesini dad" Kata Fatihah membuyarkan lamunan sang papa
Fatih tambah melongo 'Ya Allah, itu artinya, aku akan memiliki menantu??'
-
Tak berapa lama, sang dosen berkunjung kerumah papa Ilham
"Assalamualaikum.. "
Fatih berdiri, lalu mendekati pintu "Waalaikumusalam" Fatih mengabsen pria muda yang tersenyum padanya
__ADS_1
"Selamat malam pak" Ucap pemuda tampan, yang diduga usianya sekitar 26 sampai 27 tahun.
"Iya malam" Balas Fatih "Cari siapa ya??"
"Eng, apa betul ini rumahnya Yasmin Fatihah Anjani ?" Tanyanya dengan sopan
"Iya betul. Anda siapa ya?"
Naufal mengulurkan tangan, Fatihpun menyambut
"Nama saya Naufal pak. Temannya Fatihah"
"Oh. Sendirian?" Tanya Fatih melongok keluar, dan belum mempersilakan tamunya masuk
Naufal mengangguk "I-iya pak"
"Fatih, siapa?" Mama Sifa tiba-tiba datang
Fatih menoleh "Ini tamu. Katanya temannya Fatihah"
"Oh" Mama Sifa mengabsen Naufal, dari ujung rambut hingga kaki
'Dewasa. Pacarnya apa temannya, ya?' Batin mama Sifa
"Eng, silahkan masuk deh" Mama Sifa mempersilakan Naufal untuk masuk
Naufal mengangguk, lalu masuk
"Silakan duduk"
"Iya" Jawabnya grogi
Mama Sifa menyuruh Fatih untuk menemani sebentar "Mama panggil anaknya dulu ya. Kamu temani"
Fatih mengangguk pasrah
-
Fatihah sudah duduk disisi papanya dengan wajah yang susah ditebak
Fatih melirik putrinya yang terlihat ketakutan
Fatih melepas jemari Fatihah yang sedang saling bertaut "Ngapain mainan jari" Tegurnya membuat Naufal tersenyum
Fatihah menyepak kaki papanya "Daddy.. Jangan bikin malu. Ada tamu" Bisiknya
"Kok malu? Malu sama daddy? Nggak takut?" Ucapnya pura-pura serius
Fatihah menatap netra papanya "Takut" Ucapnya lirih, lalu menunduk
Fatih mulai tersenyum, tetapi Fatihah belum tau "Takut, tapi sudah berani pacaran"
Fatihah mulai pucat
"Iya pak" Jawabnya sambil tersenyum
Tadi mereka sudah berbincang, dan Fatih sudah mulai lega
"Kegiatan Nisya sekarang apa?" Tanyanya membuat jantung Fatihah terhenti dan perlu diperiksa by pas
Deg
Jantung Fatihah berdetak kencang setelah terdiam sejenak 'Nisya? Nisya siapa?'
"Masih mengajar di SMA Bulan Purnama pak"
"Oh, masih mengajar disana?" Ucap Fatih mulai mencair. Membuat Fatihah menyenggol lengan papanya
"Masih pak"
"Daddy kenal ?"
"Kenal" Jawab Fatih enteng
'Hwaaaaaaa' Hati Fatihah mulai tersobek-sobek
Fatih menoleh pada putrinya, lalu menyepak kakinya "Kamu kenapa, murung?"
"Enggak" Bohongnya
Fatih berdiri "Ya sudah. Salam buat Nisya. Salam dari quadruple. Pasti kenal"
Naufal mulai bingung "Quadruple??"
"Maksud bapak / Maksud daddy" Diucap bersamaan oleh Fatihah dan Naufal
Fatihah sudah mulai faham. Ada pencerahan sedikit. Bahwa Nisya, bukanlah anak muda yang bikin cemburu barusan, melainkan temannya
Fatih menaikkan kedua alisnya
"Maksudnya, bapak bernama quadruple??" Ucap Naufal jujur tidak tau
Fatih dan Fatihah saling tatap. Lalu tertawa
"Ini daddyku. daddy Fatih namanya. Bukan quadruple" Ucap Fatihah, lalu tertawa lagi
Naufal hanya tersenyum kecut dan super malu
"Ya sudah. Saya tinggal dulu. Tapi saya harap, Fatihah jangan dibawa kemana-mana. Putriku bukan untuk dicontohkan kepada keluargamu. Jika kamu serius seperti ucapanmu tadi. Silahkan, ajak orang tuamu kemari" Ucap Fatih sebijaksana mungkin
__ADS_1
"Baik pak. Akan saya ajak ibuku untuk datang kemari" Ucap Naufal semringah
"Daddy. Maksud daddy, aku harus segera dilamar dad"
"Maumu apa"
"Kata daddy aku masih kecil"
"Kecil kok sudah pinter pacaran. Daddy tidak mau menambah dosa. Jika kedua keluarga sudah sepakat. Kau harus menikah sekarang"
"Daddy serius?" Ucap Fatihah sedikit takut
"La iya. Tanggung jawab daddy besar untuk menjaga anak gadis daddy sepertimu. Daddy tidak mungkin mengerahkan Fahri dan Fahmi untuk menjagamu"
Fatihah tersenyum "Daddy sih, udah tau punya anak perawan, eh punya bayi lagi" Bisiknya
"Sudah ah diam. Kalau bukan karena kamu dekat dengan mami Retno, mana mungkin daddy kenal"
"Jadi, daddy nyesel?"
"Enggak"
"Ish, daddy"
-
Pagi harinya dikampus
Fatihah sudah berada diruang perpustakaan
Naufal duduk disamping Fatihah "Salam dari pak Quadruple sudah kusampaikan sama ibuku" Bisiknya sambil tersenyum malu
Fatihah menoleh "Terus" Ucap Fatihah sedikit tinggi
Semua orang menoleh pada Fatihah
"Maaf"
Fatihah menyubit pinggang Naufal "Gara-gara mister sih. Aku ditegur. Memalukan" Bisik Fatihah
"Tidak apa-apa. Biar impas kita"
"Biar impas gimana?"
"Quadruple"
Ikikikik
Mereka terkikik dan segera meninggalkan perpustakaan
-
Mereka berdua sudah masuk keruangan Naufal
Jam pelajaran terakhir, ternyata kosong karena dosennya tidak masuk.
Jika Fatihah pulang cepat, pasti banyak pertanyaan dari opa dan omanya, yang dikira bolos dan sebagainya.
Daripada dituduh yang tidak-tidak, Fatihah mending menghabiskan waktu bersamanya diruangan milik Naufal
"Namanya Fatihah"
"Kenapa dengan namaku"
"Enggak, orang aku mau ngaji, alfatihah"
"Nama saya dieja.. F-A-T-I-H-A-H bukan alfatihah"
"Maaf-maaf sayang"
Fatihah cemberut "Jangan panggil sayang-sayang. Kita belum muhrim"
"Oh, jadi minta dihalalin"
"Bukan begitu. Aku biar lulus dulu. Baru kita nikah"
"Lama amat. Keburu tua aku"
Mereka berdua sibuk dengan dunianya masing-masing
"Fatihah, bisa tolong rapikan buku - buku itu?" Tunjuk Naufal pada raknya
Fatihah mengerutkan dahi "Kenapa harus aku. Itu sudah rapih"
"Ya sudah kalau tidak mau. Hanya ngetes doang. Apa, kita mau pulang sekarang!"
"Memangnya mister mau pulang sekarang juga?"
"Iya. Ayo aku antar"
"Tapi aku bawa mobil. Ntar mobil mister bagaimana?"
"Kawanku yang bawa. Bagaimana? Diantar, apa pulang sendiri?"
"Eng, diantar deh"
"Siap. Ayo"
BERSAMBUNG......
__ADS_1