Jodoh Untuk Abang

Jodoh Untuk Abang
Ceroboh


__ADS_3

🌺


🌺


Vania menuruni tangga dengan tergesa saat mengetahui suaminya telah tiba di rumah pada sore itu. Dan dia hampir saja melompat di tangga paling bawah ketika Arya sudah memasuki rumah. Perasaannya selalu bersemangat setiap kali pria itu kembali setelah bekerja.


"Kamu kebiasaan lari-lari di tangga. Bahaya Van, ingat kamu sedang hamil!" Arya mengomel.


Sementara Vania berdiri di depan tangga sambil mengulum senyum. Dadanya terus berdegup kencang, dan hatinya merasa bahagia seperti dia baru saja mememukan hal yang paling diinginkannya di dunia.


"Aku cuma seneng abang pulang." jawabnya, dan dia menghambur ke pelukan suaminya. Menenggelamkan wajahnya di dada bidang pria itu dan menghirup aroma tubuhnya dalam-dalam. Dan dia sangat menyukainya.


"Kamu lebay, setiap hari abang pulang pergi bekerja." namun tak urung juga dia membalas pelukan istrinya.


"Tapi rasanya beda kalau abang pulang ...


"Apa?"


"Seneng aja." dan dia tertawa.


"Bagaimana anak ayah hari ini?" Arya menyentuh perut buncit Vania lalu mengusap-usapnya dengan lembut.


"Baik ayah ..." perempuan itu berbicara dengan suara dibuat seperti anak kecil.


"Nggak nakal?" Arya menanggapi kekonyolannya.


"Nggak. Aku hari ini tenang, tapi nggak tahu kalau nanti ketemu ayah lagi." kemudian Vania terkikik sambil menutup mulut dengan tangannya.


"Ck! masih sore, ... dan abang baru pulang kerja." Arya mengusak puncak kepalanya.


"Canda ayah, ..." Vania menghindar sambil tertawa.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


"Besok mau ke rumah Alena boleh?" kini mereka bercengkerama di ruang tengah dengan televisi yang menyala.


"Ada apa?"


"Ngga ada apa-apa. Cuma mau ketemu anak-anak. Udah lama mereka nggak kesini. Sejak aku hamil kayaknya." Vania mengingat.


"Benarkah?"


"Iya, aku udah kangen sama Alea."


"Baiklah besok kita berangkat."


"Besok abang nggak ada kerjaan?"


"Kebetulan tidak ada."


"Oke kalau gitu."


"Nah, sekarang ayo tidur? sudah malam." dia bangkit dan menarik lengan Vania.


"Tapi aku belum ngantuk."


"Sebentar lagi juga ngantuk, kalau abang sudah ketemu dedek bayi." pria itu menyeringai.


🌺


🌺


"Bisa tidak kalau kamu tidak usah buru-buru seperti itu? abang ngeri melihatnya." protes Arya saat perempuan itu kembali berjalan tergesa di tangga.


"Masih pagi juga, santai lah sedikit!" katanya lagi, yang meraih tangan Vania dan membimbingnya jeluar dari rumah.


"Habisnya aku seneng karena hari ini mau ketemu anak-anak." jawabnya, bersemangat.


"Iya, tapi tidak usah terburu-buru. Kamu kan sedang hamil, biasa saja."


"Iya abang."


"Iya iya, tapi kamu begitu terus." Arya bersungut-sungut.


Namun Vania hanya tersenyum.

__ADS_1


***


Perempuan itu tampak bersemangat, dan terus tersenyum ceria sepanjang perjalanan ke rumah adik ipar sekaligus sahabatnya semasa kuliah. Alasannya apalagi kalau bukan karena akan segera bertemu dengan dua balita kesayangannya.


"Bundaaaaaa!!!!" teriakan nyaring itu tentu saja langsung menggema ketika mobil yang mereka naiki tiba di pekarangan rumah.


Dua balita segera datang menyambut kedatangan mereka berdua. Dan dengan tidak sabarnya bocah perempuan yang baru saja lancar berjalan itu segera menghampiri saat melihat sosok Vania membuka pintu mobil.


"Hai sayang, ... " Vania segera berjongkok untuk memeluk Alea dan menciumi wajahnya dengan penuh kasih sayang. Sementara Dilan memburu pelukan Arya seperti biasa.


"Bawa akelim?" bocah itu bicara.


"Nggak sayang, bunda sama ayah nggak mampir ke kedai. Nanti kalau kesini lagi bunda bawain ya?" Vania menjawab.,


"Aku kaget pas abang nelfon, kirain ada apa?" Alena muncul dari dalam rumah.


"Memangnya hanya waktu ada hal penting saja abang menelfon?"


"Nggak juga sih, tapi kan nggak biasanya."


"Kalian nggak datang kerumah, kan jadinya aku kangen anak-anak?" Vania mengangkat Alea dalam gendongan.


"Ish, ... jangan di gendong, ... Alea kan berat." perempuan itu merebut putrinya dari Vania.


"Dari semalaman Vania terus bicara, tadi bakan dia sudah tidak sabar mau kesini." Arya berujar.


"Ya padahal kalau mau, kesini aja kenapa sih? kan deket?"


"Nggak boleh sama abang." jawab sahabatnya itu, kemudian tergelak.


"Dih? kayak tahanan aja nggak boleh pergi?" cibir Alena seraya melirik ke arah kakak laki-lakinya.


"Akhir-akhir ini dia ceroboh, jalan berdua saja masih sering tersandung. Di dalam rumah saja dia suka lari-lari apalagi di tangga. Abang hanya khawatir ada apa-apa."


"Kenapa bisa gitu?"


"Nggak tahu, akhir-akhir ini aku merasa sangat bersemangat." Vania menggendikan bahu.


"Terlalu bersemangat." sambung Arya.


"Bukannya tegang karena lagi hamil besar? tapi malah lebih bersemangat? kamu aneh."


"Biasanya. Aku aja sempet stress pas hamil dari delapan ke sembilan, takut-takut gitu."


"Aku nggak, biasa aja."


"Hmm ... kamu memang aneh." Alena tertawa. "Tapi bagus juga sih, kan kasihan abang bakal repot sendiri kalau kamunya down."


"Hmmm ..."


"Ayo masuk. Belum makan kan? kebetulan aku udah masak."


***


"Jadi kandungan kamu sekarang berapa bulan?" Hardi sambil menyuapi anak perempuannya makan.


"30 minggu itu berapa bulan sih bang?" Vania menoleh kepada suaminya.


"Tujuh bulan lebih dua minggu? mungkin sudah masuk delapan bulan kan?" jawabnya, dan dia menatap ke arah Alena.


"Iya, bener. Nginjak delapan bulan." sang adik menganggukan kepala.


"Lahirannya sebentar lagi dong ya?" ucap Hardi lagi.


"Begitulah." Arya mengamini.


"Udah nggak ke kedai atau ke kafe?"


"Kalau sendiri sih nggak, abang nggak kasih ijin." Vania sedikit berbisik, namun tetap bisa di dengar dengan jelas oleh Alena dan suaminya.


"Sudah abang bilang, kamu itu ceroboh dan berbahaya kalau abang biarkan kamu pergi sendiri." jelas Arya, namun hal itu malah membuat tiga orang di hadapannya tertawa.


***


"Alea jangan lari-lari!!" Vania mengejar balita yang sangat aktif itu berlarian di halaman samping rumah.

__ADS_1


"Udah tahu anaknya aktif kenapa dia kejar-kejar gitu ya?" Alena menepuk keningnya pelan.


"Itu yang abang maksud. Vania jadi terlalu bersemangat yang akhirnya malah membuat dia jadi ceroboh." Arya memperhatikan dari teras.


"Tapi kalau abang larang dia pasti ngambek."


"Jangan deh, ngambeknya ibu hamil serem bang." sahut Hardi lalu tertawa.


"Dibilangin aja. Dia kan seneng mau punya anak. Tahu sendiri sedihnya gimana dulu pas keguguran."


"Iya juga sih."


"Semangatnya Vania kayaknya nyembunyiin ke gugupan dia menghadapi kelahiran yang sebentar lagi."


"Sepertinya begitu."


"Jadi kalau udah tahu gitu ya mending diawasi aja."


"Iya."


"Ayaahhh..." Dilan berteriak sambil berlari menghampiri mereka.


"Apa kak?"


"Bunda jatuh." bocah itu menjawab.


"Apa?"


"Dedek lali-lali telus, jadi bundanya jatuh." jelasnya, dan dia menunjuk ke ujung halaman dimana Vania berada, dan perempuan itu berusaha untuk bangkit.


"Bantu bunda sayang." dia tampak berpegangan pada tangan kecil Alea.


"Kamu tidak apa-apa?" Arya berlari mendekat.


"Nggak. Cuma kepleset sedikit." Vania pelan-pelan berdiri.


"Hati-hati dong, ... udah ... jangan main diluar lagi. Alea emang gitu kalau dibiarin main diluar. Dia senengnya lari-lari terus." Alena menggendong anak perempuannya.


"Tidak ada yang sakit?" Arya meraih pergelangan tangan Vania.


"Nggak."


"Yakin?"


"Iya." dia sedikit menahan diri ketika merasakan bagian dalam perutnya terasa di cubit. Untuk menghindari kepanikan yang mungkin saja terjadi.


"Beneran? hati-hati lho." sambung Alena.


"Iya, nggak apa-apa. Cuma sedikit kan? nggak apa-apa." Vania meyakinkan.


"Kan, sudah abang bilang kamu itu ceroboh. Main dengan Alea saja bisa jatuh, apalagi yang lain?" omel pria itu kepadanya.


"Iya abang, tapi kan nggak apa-apa."


"Mudah-mudahan tidak apa-apa, tapi kalau ada apa-apa bagaimana?" Arya menyentuh perut Vania dengan hati-hati.


"Nggak akan abang ish, ..."


"Kamu bikin abang khawatir tahu?"


"Nggak usah khawatir. Kan aku nggak apa-apa." dia kembali meyakinkan.


"Iya, harus baik-baik saja, sebentar lagi melahirkan bukan?"


"Hu'um ..." Vania menganghukan kepala.


Lalu pria itu menariknya kedalam rumah, mengikuti Alena yang sudah terlebih dahulu masuk kesana.


🌺


🌺


🌺


Bersambung ...

__ADS_1


like komen sama hadiahnya mana? kalian masih ada disana kan?😂😂



__ADS_2