
Selamat membaca ๐๐
Ajak yang lain baca juga yah...
Aqira kesal sekaligus lega mendengar bahwa dia tidak tertarik dengannya, jadi Aqira tidak perlu takut menghadapi pria kejam itu.
Terserah mau Brian berpikir apa tentangnya yang penting jangan sampai dia menyentuhnya lagi.
Tapi kenapa aku kesal, apakah aku berharap Brian tertarik padaku? Tidak tidak Aqira jangan pernah manaruh persaan pada lelaki monster itu gumamnya.
Tapi tadi dia telah mencuri ciuman pertamaku aaaa... kenapa aku baru sadar memang dasar pria tidak tau malu, seenaknya saja menciumku, lihat saja nanti aku akan membalasmu!! rutuk hati Aqira .
Pagi harinya Aqira terlebih dulu bangun, dia merasakan perutnya memberontak minta diisi.
"Aku lapar sekali dari kemarin siang aku belum makan, ini semua karena monster itu aku jadi melupakan makan malamku." kesal Aqira.
Tanpa membersihkan tubuhnya masih mengenakan baju tidur, Aqira segera turun ke dapur untuk melihat apa yang bisa dimasak.
Besok pelayan baru mulai bekerja, jadi untuk hari ini Aqira yang akan mengurus rumah ini.
Aqira senang melakukannya, kalau boleh tidak ada pelayan juga tidak apa apa.
Rumah ini juga tidak terlalu besar jadi dia tidak terlalu kewalahan mengurusnya.
Aqira membuka lemari pendingin penyimpanan bahan makanan, ada banyak bahan makanan di dalam sana. Aqira heran kenapa banyak makanan, siapa yang membelinya, padahal rumah ini baru mereka tempati.
Aqira mengambil daging dan sayuran dan beberapa bahan yang lainnya untuk dimasak.
Aqira mulai memasak, dengan baju tidur biru muda dan rambut di cepol berantakan membuat Aqira terlihat imut seperti anak kecil.
Aqira menyukai kegiatannya yang satu ini, sembari bersenandung kecil dengan tangan yang sibuk memotong bahan makanan.
Tanpa Aqira sadari, sedari tadi Brian yang menyandarkan sebelah bahunya di daun pintu memperhatikannya dari belakang.
Matanya mengamati tubuh Aqira dari atas sampai bawah.
"Gadis rubah ini, dia pikir dia masih anak kecil memakai baju anak anak seperti itu." batin Brian.
Karena tidak mau ketauan Brian segera pergi dari situ meninggalkan Aqira yang sedang memasak.
Aqira sudah selesai memasak, terdapat beberapa macam makanan tersusun di atas meja makan.
Lalu melangkahkan kakinya menaiki anak tangga menuju kamar.
__ADS_1
Di kamar terdengar suara gemericik air dari kamar mandi, suaminya pasti sedang mandi.
Aqira berjalan ke arah walk in closet untuk menyiapkan pakaian kerja sang suami.
"Hah.. Tuhan kenapa aku kembali lagi bersama pria itu, aku sungguh tidak tahan dengan sikapnya itu." rutuk Aqira sambil memilih baju yang akan dipakai suaminya.
"Kalau tidak tahan kenapa kau menikah denganku?" terdengar suara ketus Brian di belakangnya membuat Aqira terkejut.
"Kauuu.."
"Kau pikir aku menginginkan pernikahan ini?" jawab Aqira tidak kalah ketus
"Kenapa tidak, kau pasti menginginkan uangku."
"Sudah berapa kali kukatakan, aku tidak pernah menginginkan uangmu!" suara Aqira meninggi geram mendengar tuduhan Brian.
"Jangan terlalu munafik, wanita mana yang tidak menyukai uang, kau pasti juga sama seperti mereka."
"Jangan samakan aku dengan dengan mereka, sepeser pun aku tidak menginginkan hartamu." geram Aqira.
"Oh ya sungguh kau tidak menginginkan uang? Aku tidak percaya sama sekali."
"Terserah kau saja mau berpikir apa, aku tidak peduli." ketus Aqira menempelkan kemeja yang dipegangnya tadi di dada Brian lalu keluar meninggalkan Brian .
Di meja makan Aqira menikmati sarapannya, dia terlalu lapar untuk menunggu sang suami untuk sarapan bersama.
"Tidak sopan sekali, makan tanpa menunggu suaminya sendiri, di mana istri yang kau katakan baik itu." ketus Brian setengah berteriak
"Uhhuk uhhukk "
Aqira tersedak karena terkejut." Tidak bisakah kau memelankan suaramu, kau pikir ini hutan?
"Aku sangat lapar dari kemarin siang aku belum makan hanya karena kau!!" gerutu Aqira.
"Kenapa kau menyalahkanku, apa hubungannya denganku?"
"Kau tidak ingat kemarin kau meninggalkanku di jalanan sepi jadi tidak ada yang mau kubeli untuk mengisi perutku dan lagi tiba tiba kau menyeretku dari rumahku saat aku akan makan malam." Aqira begitu geram dengan pria ini.
"Sampai di sini pun kau tidak memberiku makan." ucapnya sembari menyendokkan makanan ke sebuah piring.
"Itu urusanmu, kau mau makan atau tidak aku tidak peduli!!" ketusnya hendak pergi meninggalkan meja makan.
"Kau mau kemana, kau tidak sarapan?" heran Aqira.
__ADS_1
"Siapa yang mengatakan aku mau makan satu meja denganmu, aku tidak sudi!" ucapnya menyeringai.
"Tapi tadi kau bilang...."
"Makan saja makanan murahan itu sampai kau kenyang." ucapnya terkekeh sebelum benar benar meninggalkan rungan itu.
"Aaaaa... dasar pria menyebalkan!" gerutu Aqira.
"Tadi dia marah marah karena tidak kutunggu sekarang dia tidak sudi makan denganku, memang dasar pria gila." kesalnya karena selalu dikerjai Brian.
.
.
.
.
.
Hai Lisa balik lagi๐๐
Jangan lupa like, coment and vote yaa๐
Love you alll๐
Byee๐ค
.
.
.
.
.
.
.
..
__ADS_1