
Like dulu sebelum baca๐๐
Di malam yang sunyi nan sejuk itu, Aqira sedang duduk sambil menyender di ujung kepala ranjang besar di kamar mereka.
Manik coklatnya fokus membaca buku tebal di tangannya. Gadis itu membaca dengan tenang sembari menunggu sang suami selesai dengan pekerjaan kantornya.
Ini sudah menjadi kebiasaan Aqira selama beberapa hari ini, menunggu suaminya selesai bekerja, lalu tidur bersama dalam hangatnya dekapan sang suami.
Saat ini, Aqira merasa sangat bahagia. Bukan tanpa sebab, Brian menepati janjinya, Brian benar-benar berubah sekarang, tidak ada lagi Brian yang dingin, kasar dan sombong. Pria itu selalu memperlakukan Aqira dengan lembut dan menjadi lelaki yang hangat bagi Aqira.
Walau terkadang Aqira masih merasa risih akan perhatian pria itu, dia tetap menerima perhatian itu dengan senang hati.
Aqira tidak pernah menyangka, kalau Brian akan berubah secepat ini, walau Brian belum mencintainya, Aqira tidak apa-apa, ini sudah lebih dari cukup baginya.
Gadis itu hanya perlu bersabar sedikit lagi untuk dapat membuka hati pria itu.
Walaupun sudah tidur satu ranjang, kedua insan itu belum melakukan hal seperti yang dilakukan pasangan suami istri lazimnya.
Bukan karena tidak tertarik pada gadis itu, jujur saja, sejak dulu Brian sangat menginginkan gadis itu. Bahkan hanya dengan melihat wajahnya saja, itu sudah dapat membangkitkan hasratnya.
Tapi Brian sudah berjanji pada dirinya sendiri, dia tidak akan memaksa Aqira, dia hanya ingin melakukannya dengan keinginan Aqira sendiri, tanpa paksaan sedikit pun.
Dia lebih baik menahan hasratnya, daripada akan menyakiti gadis itu lagi.
Mungkin kita bertanya-tanya, kenapa Brian tidak memuaskan hasratnya kepada wanita bayarannya seperti dulu.
Brian juga bingung, dia tidak tau kenapa, pria itu sama sekali tidak tertarik lagi dengan wanita lain. Gairahnya sebagai laki-laki hanya bisa dibangkitkan oleh Aqira seorang.
"Belum tidur?" Brian muncul dari balik pintu kamar mereka, menyapa Aqira yang masih fokus dengan bukunya.
Aqira menoleh begitu mendengar ucapan lembut Brian, "Eh kau sudah selesai?" membalas senyuman Brian.
"Sudah." berjalan mendekati Aqira, lalu duduk di tempat kosong di sebelahnya.
"Menungguku?" tangannya mengambil buku yang dibaca Aqira.
"Hmm.." Aqira mengangguk.
Brian terkekeh, "Ternyata kau tidak bisa tidur tanpaku ya...?" gadis itu mengangguk malu.
"Kalau begitu, kemari." pria itu merebahkan tubuhnya, lalu menarik tubuh mungil Aqira dalam dekapannya.
Aqira juga membalas pelukan Brian, membenamkan kepalanya di dada bidang pria itu. Aqira tersenyum bahagia dalam dekapan Brian. Tidak ada hal yang lebih menyenangkan dari ini. Memeluk Brian setiap malam, mendapatkan perhatian dari pria ini, selalu membuat dirinya tersenyum bahagia.
Aqira berdoa dalam hati sebelum jatuh dalam tidurnya, semoga kebahagiaan ini bukan hanya untuk sementara.
โขโขโข
Aroma masakan yang begitu menggugah selera tercium dari arah dapur.
Aqira sedang asyik memasak di sana, hingga sesekali terdengar suara senandung dari bibir gadis itu.
Hari ini Brian mengatakan akan pulang siang ini untuk makan siang, jadi dia akan memasak makanan spesial untuk Brian. Karena ini pertama kalinya Brian pulang untuk makan siang selama pernikahan mereka.
Untung saja hari ini Aqira pulang lebih cepat dari biasanya, jadi dia bisa memasak untuk Brian.
"Aku sedang dalam perjalanan." begitulah isi pesan dari Brian kepadanya.
"Ya, hati-hatilah. Jangan mengebut." balas Aqira. Tidak ada lagi balasan dari pria itu, hingga beberapa menit kemudian terdengar suara klakson mobil Brian di depan rumah.
Aqira berlari kecil menuju pintu utama untuk menyambut Brian, serta senyum manis tidak luput membingkai di bibir mungilnya.
__ADS_1
"Kau sudah sampai?" sapanya sesaat Brian mengecup keningnya lalu merangkulnya dari samping.
"Hmm...aku merindukanmu" Brian mengangguk lalu, mereka berjalan berdampingan menuju ruang makan.
"Kau memasak semua ini?" tanya Brian setelah melihat banyak makanan tersaji di atas meja makan.
"Iya.. ini spesial untukmu." jawab Aqira semangat.
"Terima kasih gadis kecil." tangannya terulur untuk mengusap kepala Aqira.
"Kalau begini terus, berat badanku bisa terus naik." Brian terkekeh.
"Ini sudah kewajibanku, tidak usah berterima kasih." jawab Aqira sambil mengisi makanan di piring suaminya.
"Kau memang istri idaman." pujian Brian baru saja membuat pipi Aqira merona.
"Kau bisa saja."
"Aku serius Aqira.
Kenapa dulu aku begitu bodohnya menyianyiakan dirimu, aku sungguh menyesali akan hal itu." Brian berucap dengan sendu.
"Kau memang bodoh." Aqira tergelak, membuat Brian menatapnya kesal karena masih sempat bercanda di tengah keseriusannya.
"Maaf." ucap Aqira, tapi masih terselip senyum menjengkelkan di sudut bibir gadis itu. "Sudahlah, jangan dipikirkan lagi. Yang sudah berlalu biarlah berlalu." dengan cepat mengubah ekspresinya menjadi serius.
"Kita boleh melihat masa lalu, tetapi jangan sampai kita terjerat, tapi jadikanlah masa lalu itu sebagai pelajaran hidup yang berharga." Aqira menggenggam tangan Brian.
"Yang terpenting sekarang adalah memikirkan masa depan kita, ok?"
Brian menyunggingkan bibirnya, lalu membalas genggaman tangan Aqira, "Kau benar, kita harus memikirkan masa depan kita." Brian tersenyum licik, membuat Aqira waspada. "Kau mengatakan memikirkan masa depan kita bukan?"
"Emm..." Aqira bergidik melihat tingkah Brian, ini berbahaya, pikirnya.
"Ternyata hanya itu yang kau tangkap dari pembicaraanku tadi. Dasar mesum."
bibir Aqira mengerucut kesal.
Brian terkekeh melihat kekesalan Aqira, "Bukankah kau sendiri yang mengatakannya, itu adalah salah satu hal yang harus kita lakukan untuk melengkapi masa depan kita."
"Sudahlah, nikmati saja makan siangmu." Aqira langsung menyuapkan Brian makanan menggunakan tangannya sehingga tawa Brian terhenti seketika.
Akhirnya Brian hanya bisa tertawa dalam hati, karena Aqira malah tidak berhenti menyuapinya, dan tidak membiarkan dirinya bicara. "Dasar, gadis kecilku." gumam Brian dalam hati sembari memandang wajah Aqira yang fokus menyuapinya.
โขโขโข
Drama favorit Aqira kini mengalihkan perhatian Aqira dari buku pelajarannya.
Dia sedikit jengah jika hanya berkutat dengan pelajarannya saja. Dia butuh merefreshkan pikirannya dengan menonton sejenak.
Di tengah keseriusannya menonton, tiba-tiba suaminya masuk ke kamar dengan terburu-buru.
"Ada apa?" Aqira bertanya sesaat setelah melihat wajah panik Brian.
"Kita harus bersiap-siap, Daddy masuk rumah sakit." jelas Brian membuat Aqira juga ikut panik.
"Apa? Daddy masuk rumah sakit?" Aqira menutup mulutnya menggunakan kedua tangannya.
"Iya sayang, cepat bersiap-siaplah.
Gunakan pakaian yang tebal, ini sudah malam, di luar udaranya sangat dingin." perintah Brian lembut.
__ADS_1
"Iya, aku ganti baju dulu." Aqira langsung masuk ke walk in closet.
"Apa yang terjadi pada Daddy?" tanya Aqira sambil memegang lengan Brian yang berjalan dengan cepat di lorong rumah sakit.
Mereka berjalan dengan terburu-buru menuju kamar perawatan Darman.
"Aku tidak tau sayang. Tapi kata Mommy keadaannya sedang kritis."
Aqira tidak menjawab, dia hanya bisa merapalkan doa dalam hatinya, semoga tidak terjadi hal yang buruk pada ayah mertuanya itu.
Kini mereka sudah sampai di depan kamar perawatan sang Daddy. Di sana ada Sasha yang sedang duduk di kursi tunggu depan kamar itu.
"Sasha, bagaimana keadaan Daddy?" tanya Brian kepada adik perempuannya itu.
Wajah gadis itu terlihat sedih, "Daddy Kak... Kakak lihat saja sendiri." tanpa menjawab Sasha, Brian langsung masuk ke kamar perawatan Daddynya.
"Sabar ya sayang, Daddy akan baik-baik saja." Aqira mengelus punggung Sasha, membiarkan Brian masuk lebih dulu.
"Iya kak, terima kasih. Kakak ipar masuklah lebih dulu, Daddy mencari kakak sedari tadi."
"Aku?" Aqira menunjuk dirinya sendiri.
"Iya kak, cepat masuklah." Sasha mendorong pelan tubuh Aqira masuk ke kamar Daddy.
Sasha tersenyum miring melihat punggung Aqira yang menghilang di balik pintu.
"Selamat bersenang-senang Kakak iparku sayang." ucapnya dengan tersenyum menyeringai.
.
.
.
.
.
Hmm... votenya sepi nih, ayo vote yang banyak2 dunks biar author makin semangat nulisnya๐๐.
Maaf ya untuk readers semua, kemarin aku ga update, dikarenakan sedang ada urusan keluarga, jadi aku gak sempat nulis deh.
Sekali lagi maaf ya, aku janji nanti malam aku bakal update lagi kok๐.
Jangan lupa votenya ya ๐๐
Terima kasih
Love you all๐๐
.
.
.
.
.
..
__ADS_1
.
.