
LIKE DULU SEBELUM BACA
"Kau masih berhubungan dengan wanita itu?" ucapan Darman begitu tajam seakan menusuk ke dalam telinga Brian.
Brian menggeleng, "Tidak Dad, aku sudah tidak memiliki hubungan apa-apa dengannya." jelas Brian.
"Lalu kenapa dia bisa datang ke kantormu jika bukan karena kau yang masih berhubungan dengannya." Darman begitu marah.
Darman tidak tau jika wanita yang dikabarkan sedang bercumbu dengan putranya adalah Jessi.
"Tidak Dad, percayalah padaku. Memang beberapa kali dia selalu datang ke kantorku. Tapi aku tidak pernah meladeninya. Sampai akhirnya karena tidak dapat mendekatiku, wanita itu juga malah mendekati istriku.
Dan kemarin, tiba-tiba saja wanita itu datang lagi ke kantorku. Padahal aku sudah memberikan perintah kepada petugas keamanan untuk tidak mengizinkannya masuk, entah bagaimana caranya dia masuk ke kantorku. jelas Brian dengan penuh keyakinan. Terlihat jelas pria tampan itu tidak berbohong sama sekali.
Flashback
Beberapa hari terakhir Jessi datang ke kantor Brian, tapi petugas keamanan selalu menghadangnya, dan tidak mengizinkannya masuk.
__ADS_1
Tapi hari ini dia berencana akan pergi ke sana lagi. Otaknya sudah berpikir keras memikirkan cara agar bisa bertemu dengan Brian.
Beberapa hari yang lalu Jessi sudah dibuat kesal oleh Aqira, yang selalu menceritakan kemesraannya dengan Brian. Jadi hari ini dia ingin membalas Aqira dengan sedikit bermain-main dengan Brian.
Dengan penampilannya yang berbeda, layaknya seperti pegawai kantor dan menggunakan make up yang berbeda, Jessi memasuki kantor Brian dengan mudah.
Setelah sampai di lantai ruangan Brian, dia segera melepaskan penyamarannya dan berubah menjadi Jessi yang selalu berpakaian seksi.
Sepertinya keadaan memang mendukung Jessi hari ini, Joe dan dua sekretaris lainnya sedang tidak ada di meja mereka.
Dengan langkah kaki yang berlenggak-lenggok, Jessi memasuki ruangan Brian. Dilihatnya Brian sedang duduk serius di kursi kerjanya menatap layar ponselnya.
Dan dengan langkah menggoda Jessi mendekati Brian, meraba dada pria itu dengan gerakan erotis.
Brian terkesiap, lalu mengangkat pandangannya melihat siapa yang sedang menyentuh dadanya.
"Sayang.." panggil Brian pelan.
__ADS_1
Sungguh demi apapun Brian mengira Jessi adalah Aqira istrinya.
Sedari pagi tadi, pikirannya dihantui oleh wajah wanita itu. Pertengkarannya dengan Aqira kemarin malam membuat Brian tidak fokus bekerja dan malah memikirkan Aqira.
Mungkin karena Brian begitu merindukan istrinya saat ini, membuat setiap wajah orang yang dilihatnya adalah wajah Aqira.
Mendengar Brian memanggilnya sayang, seketika membuat Jessi melayang. Dengan senang hati, Jessi mulai melancarkan aksinya. Wanita licik itu mendudukkan tubuhnya di pangkuan Brian dengan tangannya yang dengan lihai membelai wajah Brian.
Wanita itu segera menyerang Brian saat mengetahui tidak ada penolakan sama sekali. Brian bagaikan terhipnotis saat itu, yang dia cium memang Jessi, tapi dalam bayangan pria itu wanita yang duduk di pangkuannya ini adalah Aqira istrinya.
Jessi tidak ingin melewatkan kesempatan ini, sebelah tangannya berusaha melucuti kemeja Brian, tapi terhenti saat seseorang tiba-tiba membuka pintu.
Jessi ingin marah saat itu, tapi seketika menjadi senang saat mengetahui siapa yang membuka pintu.
Dengan sengaja, Jessi semakin memeluk tubuh Brian, menelusup kan wajahnya di dada bidangnya, setelah memberikan seringaian mengejek kepada wanita yang berdiri di ambang pintu.
Brian yang sepenuhnya belum tersadar, mengamati orang yang baru saja masuk. Istrinya, Aqira ada di sana, lalu wanita di pangkuannya ini siapa?
__ADS_1
Seketika Brian shock ketika menyadari semuanya. Brian dengan kasar mendorong tubuh Jessi lalu bergerak mendekati Aqira.
Tapi sangat disayangkan Aqira sudah terlebih dulu melarikan diri dari sana.