JODOHKU PEMBANTUKU

JODOHKU PEMBANTUKU
Lega


__ADS_3

LIKE DULU SEBELUM BACA


"Baiklah Dad, aku akan menghabiskannya." ucap Aqira seraya menganggukkan kepalanya.


Setelah Darman keluar, Aqira langsung memakan sarapannya. Walau pun tidak selera, Aqira tetap menghabiskannya, jangan sampai nanti dia sakit. Nanti siapa yang menjaga Brian jika dia sakit?


Setelah menghabiskan sarapannya, Aqira kembali ke sisi ranjang suaminya. Mengusap tangan yang terasa dingin itu, seolah ingin menghangatkannya.


"Sayang..."


"Aku ingin memberitahukanmu sebuah rahasia. Rahasia yang sudah lama kupendam darimu."


Entah mengapa, Aqira tiba-tiba saja ingin menceritakan hal itu kepada Brian. Sebuah rahasia yang sedari dulu ingin dia ceritakan kepada Brain.

__ADS_1


Tidak tahukah wanita itu, bahwa semua hal yang diucapkannya dapat didengar oleh pria itu?


"Sudah lama aku ingin memberitahumu, tapi aku tidak punya keberanian sama sekali. Aku takut.. aku takut setelah kau mengetahuinya kau akan marah dan kecewa padaku, dan pada akhirnya kau akan meninggalkanku begitu saja." ujar wanita itu, meluapkan segala perasaannya pada pria lemah di depannya ini.


"Sayang..." lirihnya.


"Apa kau tahu, bahwa selama ini aku menunda kehamilanku?" lirihnya, tapi masih terdengar jelas di tangkap telinga pria lemah itu.


"Aku tau bahwa apa yang kulakukan itu adalah salah. Dan kau pasti marah bukan? Tapi, aku melakukannya karena sebuah alasan." Aqira berhenti sejenak, berusaha menghentikan air matanya yang terus saja mengalir.


"Dan itulah alasanku, mengapa aku lebih memilih menunda kehamilanku dengan menggunakan alat kontrasepsi tanpa sepengetahuanmu."


"Saat itu, aku mengira bahwa kau masih mencintai wanita itu, dan aku hanya kau jadikan pelarianmu saja. Kau pikir aku tidak menginginkan anak darimu? Tentu aku saja aku mau, hanya saja berbagai pikiran negatif selalu mengerubungi pikiranku. Aku takut, jika sampai aku hamil dan melahirkan anakmu, kau akan meninggalkanku dan bayiku nantinya, atau..." Aqira terisak kecil.

__ADS_1


"Atau kau akan membawa bayiku bersama kalian nantinya. Pikiran-pikiran buruk itu selalu menghantuiku selama ini."


"Tapi setelah aku melihat betapa kau memperlakukanku selama ini, saat itu aku sadar dan menyesal atas apa yang telah kulakukan. Kini aku sadar, ternyata kau memang mencintaiku dan sudah melupakan wanita itu." ujarnya seraya menghapus air matanya.


Wanita itu kini tersenyum, "Kau tau sayang, aku sudah melepas kontrasepsi itu beberapa hari yang lalu. Beberapa hari ini aku juga sudah melakukan kontrol agar aku segera hamil. Dan aku berharap semoga saja aku sudah hamil saat kau sadar nanti." lirihnya, kemudian mengusap dahi pria itu.


"Aku sangat mencintaimu sayang." ucapnya kemudian menenggelamkan kepalanya di dada bidang Brian.


Huh rasanya begitu lega setelah Aqira menumpahkan segala di depan pria lemah itu. Rasanya semua beban yang dipikulnya selama ini, hilang sudah dari pundaknya.


Brian yang memang mendengar semua yang dikatakan Aqira, awalnya marah sekali. Ingin sekali Brian terbangun dari alam bawah sadarnya untuk mencekik wanita yang selama ini ternyata telah membohonginya.


Tapi setelah mendengar penjelasan lebih lanjut, hati pria itu menjadi tenang, ternyata dirinyalah penyebab istrinya melakukan perbuatan itu.

__ADS_1


Setelah menumpahkan rahasia yang selama ini dia sembunyikan Aqira tertidur tanpa sengaja di sisi lengan Brian, sembari menggenggam erat tangan pria itu.


LOVE YOU ALL


__ADS_2