
LIKE DULU SEBELUM BACA
Sore itu, Aqira sedang merebahkan tubuhnya di tempat tidur. Manik coklatnya memandang taman belakang melalui kaca tembus pandang yang terbuka gordennya.
Cuaca sedang mendung di luar sana, hujan rintik-rintik kini mulai mendera dengan deras membasahi bumi.
Suasana hatinya saat ini sama seperti cuaca sore itu, mendung, begitulah keadaan wanita muda itu.
Aqira juga sama tersiksanya seperti Brian. Bahkan lebih tersiksa malah.
Dia juga merasakan kerinduan yang teramat sangat kepada suaminya itu.
Tapi mengingat perbuatan suaminya itu terakhir kali, Aqira menahan dirinya untuk menemui pria itu.
Setiap kali Brian datang ke rumah ini, Aqira pasti selalu menghindarinya. Tidak memberikan celah sedikitpun bagi Brian untuk menemuinya.
Beberapa kali Risa maupun Darman memintanya agar mau menemui Brian, tetap saja Aqira bersikukuh. Bayang-bayang ketika Brian mencumbu wanita lain, sungguh sangat menyiksa batin wanita itu.
Bagaimana sebenarnya perasaan pria itu kepadanya? Apakah semua sikap lembutnya dan perhatiannya selama ini hanya sebuah sandiwara? Dan pengakuan cintanya, apakah itu hanya kebohongan semata.
Jika itu semua benar, maka Brian adalah laki-laki paling brengsek di dunia ini. Dan Aqira tidak akan memaafkan pria itu barang sedikitpun.
Di tengah lamunannya yang berkecamuk, terdengar suara pintu kamarnya di ketuk. Aqira dapat menebak siapa orang itu, siapa lagi kalau bukan Brian.
__ADS_1
Aqira mulai jengah, hampir setiap hari Brian selalu mengganggunya. Kali ini dia akan menemui Brian dan meluapkan semua kekesalannya pada lelaki itu
Dengan berat hati, Aqira membukakan pintu. Muncullah suaminya, pria yang dirindukannya selama dua minggu terakhir.
Jantungnya berdegup kencang ketika pandangannya bersirobok dengan manik milik pria itu. Dapat dilihatnya senyuman yang terselip manis di bibirnya. Rasanya Aqira ingin ******* bibir itu, mereguk kenikmatan yang terdapat di dalamnya.
Mungkin dua minggu tidak bertemu, membuat rasa rindunya begitu menggebu-gebu.
Jujur saja, selama ini Aqira juga merindukan sentuhan dari pria itu, tetapi rasa sakit hatinya membuat Aqira harus menahan hasratnya.
Ingin sekali rasanya dirinya menjatuhkan tubuhnya di pelukan pria itu, tapi ditahannya. Wajah datar tanpa ekspresi, sebagai tanggapannya akan senyuman pria itu.
"Sayang.." panggil Brian.
Aqira tidak menjawab, masih dengan wajah datar membalikkan tubuhnya masuk ke dalam kamar.
Brian tersenyum senang, ternyata istrinya sudah mau mendengarnya.
Brian janji akan memanfaatkan kesempatan ini dengan baik. Semoga saja Aqira percaya padanya.
”Sepertinya rencana Arian tidak perlu lagi." pikirnya.
Pandangan Brian tertuju pada Aqira yang membelakanginya, menatap hujan yang turun dengan derasnya melalui jendela kaca.
__ADS_1
Dengan perlahan Brian mendekati Aqira, berdiri setengah meter darinya.
"Sayang maafkan aku, aku tau aku salah." ucap Brian dengan wajah sendu.
"Tapi percayalah, aku tidak pernah sekalipun mengkhianatimu." ucapnya lagi.
"Percaya padaku sayang, aku tidak mengkhianatimu, Jessi menjebakku sayang. Wanita itu..."
"Jangan menyalahkan orang lain jika kau sendiri juga menikmatinya!" pekik Aqira.
Aqira membalikkan tubuhnya, menatap pria itu dengan berlinang air mata.
"Sayang aku..."
"Kau pikir aku tidak melihat bagaimana kau juga menikmati sentuhannya?! Kau bahkan..." Aqira tidak dapat melanjutkan ucapannya, tangisnya pecah membayangkan Brian yang juga membalas sentuhan Jessi dengan bergairah.
"Sayang kumohon dengarkan penjelasanku dulu, Jessi benar-benar menjebakku." ucap Brian, dia cemas melihat Aqira sedang menangis di depannya.
Brian mendekat, ingin memeluknya, tapi Aqira menghindar, "Jangan sentuh aku. Aku membencimu!" teriak Aqira mendorong tubuh Brian.
Brian hanya bisa melihat Aqira menangis, tanpa bisa dia sentuh.
Beberapa saat kemudian, Aqira menghentikan tangisnya, lalu mengusap air matanya yang tak kunjung mereda.
__ADS_1
Pandangannya kini tertuju pada Brian, pandangan yang terasa asing bagi Brian. Tatapan tajam yang belum pernah Brian lihat selama hidup bersamanya, membuat Brian gugup setengah mati. Entah apa yang akan wanita ini katakan.
Love you all