
LIKE DULU SEBELUM BACA
"Dasar anak tidak tau diri." pekik Risa ketika melihat putra sulungnya sedang berdiri di ambang pintu rumahnya.
Dengan langkah terburu-buru Risa menghampiri Brian kemudian melayangkan pukulan bertubi-tubi di lengan kekar putranya itu.
"Mommy.. Apa yang Mommy lakukan." pekik Brian ketika Risa tiba-tiba menyerangnya.
"Kau tanya apa yang Mommy lakukan? Dasar anak tidak tau malu, Mommy akan membunuhmu, beraninya kau menyakiti menantuku!" teriak wanita paruh baya itu tepat di depan wajah putranya itu.
Sejauh ini Brian akhirnya mengerti kenapa Mommynya marah padanya.
"Mom kumohon dengarkan aku, aku tidak pernah berniat menyakiti istriku." ujar pria itu.
"Mau apa kau datang kemari!!" tiba-tiba suara berat terdengar dari arah tangga rumah itu.
Pemilik suara berat itu adalah Darman, wajah pria paruh baya itu terlihat sekali sedang tidak bersahabat.
"Aku ingin menjemput istriku Dad." jawab Brian pelan. Kali ini Brian sudah pasrah dimarahi oleh orangtuanya.
__ADS_1
"Setelah apa yang kau lakukan pada menantuku kau ingin menjemputnya?" ujar Darman penuh penekanan.
Darman bahkan lebih emosi dari Risa, setelah mendengar cerita Risa mengenai masalah rumah tangga putranya, emosi Darman menjadi tersulut.
Darman tidak ingin ada yang menyakiti menantu kesayangannya itu, termasuk Brian sekalipun, yang notabenenya adalah putra kandungnya.
"Dad Mom, kumohon tolong dengarkan penjelasanku. Aku tidak pernah mengkhianati istriku. Aku sangat menyayanginya, bagaimana mungkin aku menyakiti istriku." ucap Brian dengan wajah memelas.
Wajah pria itu terlihat kusut, karena setelah adu mulutnya dengan Jessi tadi siang, Brian langsung pulang ke rumah mencari Aqira.
Tapi istrinya ternyata tidak pulang ke rumah mereka. Brian pikir Aqira pergi ke rumah ayah dan ibunya yang terletak di pinggiran kota, seperti yang dilakukannya beberapa waktu terakhir ketika mereka bertengkar.
Brian tidak tau lagi harus mencari Aqira kemana. Kini tempat terakhir yang belum dicarinya adalah rumah orang tuanya.
Mungkin saja istrinya ada di sana, pikir Brian.
Setelah sampai di rumah orang tuanya pukulan bertubi-tubi malah dia dapat begitu memasuki pintu rumah.
"Tidak ada yang perlu dijelaskan! Daddy lebih percaya kepada menantuku daripada dirimu." ucap Daddy dengan tegas.
__ADS_1
"Dad, istriku hanya salah paham, dia hanya datang ke ruangan ku di saat yang tidak tepat." jelas Brian.
"Waktu yang tidak tepat katamu, maksudmu Aqira harus datang setelah kau selesai bercinta dengan wanita licik itu?" teriak Risa. Rasanya ingin sekali Risa menampar mulut putranya itu.
"Maksudku bukan seperti itu Mom..." ucap Brian lemah.
Sungguh Brian tidak tau harus bagaimana menjelaskannya. Kedua orangtuanya sama-sama tidak mau mendengarkan penjelasannya.
Brian sudah tidak sabar lagi, pria itu segera menerobos Risa ingin masuk ke dalam rumah.
"Kau mau kemana?!" bentak Darman kemudian menghalau Brian.
"Aku ingin bertemu istriku Dad." ujar Brian.
"Tidak boleh!!" tegas Darman.
"Dad, tapi Aqira istriku, aku berhak membawanya." ucap Brian dengan wajahnya yang sudah mulai tersulut emosi. Jika saja Darman bukan Daddy-nya, sudah dipastikan pria paruh baya itu akan babak belur saat ini juga.
"Tapi Aqira tidak ingin menemuimu." ujar Darman yang seketika membuat hati Brian berdenyut sakit.
__ADS_1
Aqira tidak mau menemuinya?