
LIKE DULU SEBELUM BACA
Akhirnya Brian memutuskan pergi dari sana, biarlah istrinya menenangkan diri. Mungkin pemandangan kemarin antara dirinya dengan Jessi membuat istrinya. itu shock.
Dengan langkah gontai, Brian menuruni anak tangga. Sungguh dia sangat kecewa kepada istrinya yang sama sekali tidak percaya padanya.
"Son..." panggil Darman yang sudah berdiri di ruang keluarga dekat tangga.
Brian hanya melihat Daddy-nya tanpa menyahut panggilannya.
"Kemarilah." ujar pria paruh baya itu.
Brian menurut saja, masih dengan wajah lesu Brian menghampiri Daddy-nya. Darman membawa Brian duduk di sofa.
"Ceritakan pada Daddy." ujar Darman seraya menatap putra sulungnya itu intens.
Brian membalas menatap Darman, dia dapat melihat bahwa Daddy-nya tidak sepenuhnya menyalahkan dirinya.
"Aqira hanya salah paham Dad, aku tidak pernah mengkhianati istriku." ujar Brian dengan sendu.
__ADS_1
"Lalu kenapa Aqira bisa menudingmu jika memang kau tidak benar-benar melakukannya." tanya Darman dengan hati-hati.
Dia merasa, dirinya tidak berhak terlalu ikut campur akan masalah rumah tangga putranya, tapi dia juga kasihan melihat Brian seperti ini.
"Ini semua karena Jessi Dad." wajah Brian yang semula sendu, kini mengeras dan memerah ketika menyebutkan nama Jessi, wanita licik itu.
"Jessi?" Darman terlihat memikirkan sesuatu
"Bukankah dia wanita kekasihmu yang pernah mengkhianatimu beberapa tahun lalu?" Darman mastikan.
Brian mengangguk, dirinya memang tidak bisa menyangkal bahwa Jessi pernah menjadi kekasihnya. Brian sungguh merutuki kebodohannya dulu, yang dengan mudahnya memberikan cintanya untuk wanita licik seperti Jessi.
"Benar Dad. Jessi wanita yang pernah kukenal kan pada kalian dulu." jawab Brian.
Di saat Brian sedang pergi ke kamarnya dan Risa ke dapur membuatkan minum, meninggalkan dirinya dan Jessi di ruang tamu.
Awalnya Darman cukup menyukai Jessi jika menjadi menantunya kelak, tapi seketika semuanya berubah saat Jessi dengan tidak tau malunya mendekatinya, duduk di sampingnya hingga menghimpit tubuhnya.
Wanita itu membisikkan kalimat-kalimat menjijikkan seakan ingin menggoda pria yang pada saat itu masih terlihat muda dan tampan.
__ADS_1
Bukannya tergoda, Darman malah jijik yang membuat Darman murka saat itu juga.
"Dasar Wanita murahan." begitulah kata-kata kasar yang pantas untuk wanita licik itu.
Sepertinya Jessi memang sudah tidak memiliki rasa malu lagi, dengan senyum menggodanya Jessi beringsut duduk di pangkuan Darman.
Kesabaran Darman habis sudah, dengan amarah yang berapi-api, Darman menghempaskan tubuh Jessi dengan kasar hingga terjungkal di lantai.
Bertepatan Jessi terjatuh, saat itu juga Brian dan Risa muncul dari arah yang berbeda.
Brian segera berlari ke arah Jessi yang sedang terduduk di lantai.
Memang Jessi wanita yang licik, dengan memanfaatkan kepercayaan Brian, wanita itu malah menyudutkan Darman, seolah-olah dirinya adalah korban.
Dan bodohnya Brian, pria itu malah lebih percaya kepada Jessi.
Hampir saja dia membunuh Darman saat itu jika saja Risa tidak jatuh pingsan saat itu akibat melihat putranya menghajar ayah kandungnya sendiri.
Mulai dari saat itulah hubungan antara ayah dan anak itu merenggang. Hanya karena wanita licik itu membuat keluarga Charles berantakan.
__ADS_1
Darman bersyukur, pada akhirnya Brian tidak jadi menikahi wanita licik itu. Jika saja Brian menikahinya, Darman yakin keluarganya akan semakin hancur.
Kelegaan hati Darman ternyata tidak bertahan lama. Jessi datang kembali mengganggu rumah tangga putranya. Kali ini Darman tidak akan tinggal diam. Darman sendiri yang akan menghancurkan wanita licik itu jika sampai berani menyentuh kebahagiaan keluarganya.