
HAPPY READING
LIKE DULU SEBELUM BACA
"Jauhkan tangan kotormu dariku!" bentak Brian lalu menghempaskan tangan wanita itu dengan kasar.
Jessi menatap Brian tidak percaya, dia suangguh tidak menyangka pria ini akan sekasar ini kepadanya.
Selama mereka menjalin hubungan dulu, tidak pernah Brian sekasar ini, bahkan membentak pun tidak pernah ditunjukkan lelaki ini kepadanya. Pria yang dulu sangat mencintainya lebih dari apapun, kini sudah berubah.
"Brian... tolong maafkan aku, aku bisa menjelaskan semuanya..." mohon Jessi dengan wajah memelas, bahkan air matanya sudah membanjiri wajah cantiknya.
Tapi itu tidak membuat Brian goyah, malah Brian semakin muak melihat sandiwara wanita itu.
Wanita ini memang lihai dalam bersandiwara, dan Brian termakan akan sandiwara wanita itu bahkan sampai bertahun-tahun.
Beberapa hari yang lalu, Brian sudah mengetahui semua kebohongan yang dilakukan Jessi kepadanya.
Dimana ternyata Jessi hanya memanfaatkannya selama ini.
Ternyata selama mereka menjalin hubungan hampir tujuh tahun lamanya, tidak ada sedikitpun rasa cinta di hati wanita itu. Selama itu pula Jessi juga memiliki pria lain di luar sana, yang hingga pada akhirnya membawa Jessi pergi darinya.
Suatu hari Jessi datang menemuinya, memutuskan hubungan mereka dengan alasan bahwa Jessi bosan dengan Brian.
Sungguh alasan yang tidak masuk akal bagi Brian.
Sampai Brian mengetahui jika alasan Jessi meninggalkannya adalah demi pria lain yang lebih mapan darinya.
Tentunya Brian sangat kecewa saat itu.
Wanita yang dicintainya selama ini ternyata adalah seorang wanita murahan.
Ternyata benar, jika cinta itu buta. Walau sudah mengetahui sifat asli Jessi, Brian tetap mencintai wanita itu dan menunggu sampai wanita itu kembali kepadanya.
Demi meredam rasa kecewanya, Brian melampiaskannya kepada jal*ng-jal*g yang dibayarnya hampir setiap malam.
Tetapi semua penantian dan pelampiasannya seketika kacau oleh kedatangan seorang gadis polos pilihan orang tuanya.
Dialah Aqira, gadis berhati tulus yang mampu menggoyahkan prinsip seorang Brian Charles untuk tidak akan berkomitmen dengan wanita manapun kecuali Jessi.
Gadis itu mulai memasuki dunia Brian dan perlahan-lahan mengacaukan ketenangan hati pria itu.
Walau perlakuan Brian yang selalu kasar dan berbuat semena-mena kepadanya, tapi tak urung membuat Aqira meninggalkannya dan memilih bertahan di sisi pria itu.
Ternyata kesabaran Aqira selama ini berbuah manis. Berkat ketulusan hatinya sedikit demi sedikit telah membuat Brian luluh, sampai akhirnya Brian menyadari bahwa telah jatuh cinta pada gadis itu.
Dan sekarang Jessi, wanita yang pernah dicintainya datang, memohon untuk kembali lagi padanya. Apakah Brian mau menerima wanita ini lagi? Wanita yang meninggalkannya begitu saja demi pria lain. Tidak!
__ADS_1
Sungguh Brian tidak sudi menerima wanita ini lagi.
Meski hanya Jessi wanita di dunia ini, Brian tidak akan mau kembali pada wanita murahan seperti Jessi.
"Tidak ada yang perlu dijelaskan! Kau pikir aku tidak tau semua kebusukanmu selama ini? Aku tau semuanya, jadi tidak usah menampakkan wajahmu di hadapanku lagi.
Pergi!" ujar Brian sarkas.
Tetapi Jessi tidak menyerah, wanita itu mendekati Brian, "Itu tidak benar Brian, aku bisa menjelaskannya, kumohon tolong maafkan aku." Jessi mengatupkan kedua tangannya.
Brian tersenyum miring memandang wanita itu, "Heh, setelah pria ******** itu mencampakkanmu, sekarang kau datang ingin kembali lagi?" sambil memasukkan kedua tangannya ke dalam kantong celananya.
Berdiri dengan angkuh, "Jessi kenapa kau begitu murahan, aku tidak menyangka jika aku pernah mencintai wanita licik sepertimu. Sungguh.. aku sangat menyesal pernah mencintaimu."
"Pergilah Jessi, semua usahamu itu akan sia-sia. Aku tidak akan mau menerimamu lagi, karena aku sudah memiliki wanita yang setia dan juga jauh lebih baik darimu."
Brian tersenyum ketika membayangkan wajah cantik istrinya.
"Tidak Brian, tidak ada wanita lain yang boleh memilikimu kecuali aku, Ceraikan dia Brian.. ceraikan wanita itu...!" Jessi menjadi histeris ketika Brian mengatakan memiliki wanita lain.
Jessi berusaha memeluk Brian tapi segera ditepis pria itu dengan kasar.
"Sampai kapan pun aku tidak akan pernah menceraikannya. Dasar murahan!"
Segera Brian menekan tombol intercom dan menyuruh penjaga masuk.
Setelah petugas keamanan datang, Brian memerintahkan mereka untuk membawa Jessi keluar.
Suara Jessi masih terdengar dengan sumpah serapahnya dari luar ruangannya.
β’β’β’
Pagi itu Aqira terpaksa membuka matanya yang masih mengantuk, karena suara dering ponselnya yang begitu mengganggu.
Padahal masih jam lima pagi, siapa yang menelpon pagi-pagi begini.
"Siapa yang menelpon?" suara serak Brian terdengar, yang ternyata ikut terbangun.
"Tidak tau." Aqira menggeser tubuhnya agar terlepas dari pelukan suaminya.
Tangan mungil Aqira menarik selimut agar dapat menutupi tubuh polosnya yang tanpa busana. Semalam suntuk pasangan suami istri itu kembali memadu kasih sampai lupa memakai pakaiannya kembali, akibat kelelahan.
Dengan sengaja Brian menarik selimut itu, hingga dada Aqira terpampang polos di depannya.
"Kau menggodaku?" ucap Brian dengan seringaian liciknya.
"Sayang.." rengek Aqira, saat Brian kembali menariknya dan mulai menjamahi tubuhnya.
__ADS_1
Brian tak bergeming, pria itu sibuk dengan aktivitas tangannya meraba tubuh wanitanya yang begitu memabukkkan ini.
Tak tinggal diam, bibir Brian ikut mencecapi setiap lekuk tubuh wanita itu.
Aqira terbawa dalam arus gairah yang diciptakan oleh sang suami, membalas setiap belaian yang disuguhkan oleh Brian.
Ponsel yang berdering sedari tadi, terabaikan oleh aktivitas panas mereka di pagi ini.
Setelah pergumulan dengan sang suami, Aqira segera mandi dan bergegas menyiapkan segala keperluan Brian.
Begitu juga dirinya yang akan berangkat ke kampus.
Keduanya berangkat bersama seperti biasanya. Di mobil ponsel Aqira berbunyi tanda pesan masuk.
Aqira membukanya, dan serentetan pesan dari Jessi tertulis di sana.
Wanita itu menanyakan tentang pertemuan mereka siang ini, karena Aqira sudah janji kemarin akan mengajak Sindy untuk mengenalkannya dengan Jessi.
Aqira yakin Sindy juga akan cepat akrab dengan Jessi, sama seperti dirinya.
Tapi Aqira bingung mau membalas apa, Brian sudah melarangnya untuk bertemu dengan Jessi. Tentu saja semua yang dikatakan Brian kemarin tentang Jessi, membuat Aqira ragu kepada Jessi.
Benarkah bahwa Jessi hanya berpura-pura kepadanya, agar dapat mengganggu hubungannya dengan Brian?
"Pesan dari siapa?" Brian mengejutkan karena Aqira melamun sambil memandangi ponselnya.
"Eh ini, pesan dari Jessi, dia mengajakku bertemu siang ini." jelas Aqira sambil menunjukkan pesan dari Jessi.
"Jangan menemuinya!" sebuah ultimatum tak terbantahkan keluar dari mulut Brian.
"Jika memang benar seperti yang kau katakan dia hanya bersandiwara padaku, biarkan aku menemuinya, aku ingin lihat sendiri bagaimana dia akan mengganggu kita." tutur Aqira.
Brian menaikkan sebelah alisnya penuh tanya.
"Sayang, dia pasti akan curiga jika tiba-tiba aku menghindarinya.." jelas Aqira, seakan mengerti tatapan sang suami.
"Baguslah. Ternyata kau pintar ... sedikit.." Brian terkekeh.
Wajah Aqira tertekuk mendengar ejekan dari sang suami.
"Maksudmu aku bodoh?!" suara Aqira meninggi.
Brian semakin tergelak, "Iya kau memang bodoh, tapi entah kenapa pria cerdas sepertiku jatuh cinta pada gadis sebodoh dirimu." menarik Aqira yang cemberut ke dalam pelukannya.
Aqira meronta-ronta, masih kesal dengan sang suami.
Sedangkan Joe, pria jomblo itu hanya bisa menahan mata agar tidak melihat ke spion depan kedua majikannya yang sedang bersenda gurau.
__ADS_1
"Malang sekali nasibku." lirih Joe.
LOVE YOU ALLππ