JODOHKU PEMBANTUKU

JODOHKU PEMBANTUKU
Cerita Hangat


__ADS_3

Happy Reading all


Like dulu sebelum baca 😊😊


Ajak yang lain baca juga yaa 😉


Setelah drama pagi itu selesai, mereka tertidur begitu saja di kamar orangtua Aqira. Mungkin karena terlalu lelah saling mengusili, membuat keduanya tertidur dengan begitu mudahnya.


Brian lebih dulu terbangun saat jam menunjukkan pukul sebelas lewat.


"Selamat siang.." Brian mengecup kening Aqira yang baru saja bangun.


Aqira hanya tersenyum, lalu keningnya berkerut, "Kenapa kau selalu bangun lebih dulu dariku?" gerutunya.


Brian menekan kening Aqira dengan telunjuknya, "Pertanyaanmu konyol sekali, dirimu saja yang tukang tidur."


"Aku bukan tukang tidur!" bantahnya.


"Uh terserah kau saja, aku tidak akan pernah menang darimu." gerutu Brian sambil mendudukkan tubuhnya.


Aqira terkekeh, "Jangan marah suami tampanku." menarik tangan Brian.


"Ehm.. lepaskan tanganku..." menepis tangan Aqira.


"Eh kau mau kemana, kau benar-benar marah?" menarik tangan Brian.


Dengan geram Brian menyentil kening Aqira, "Lepaskan. Ponselku di luar, aku ingin memesan makanan, kau tidak lapar?"


"Ohh, kupikir kau marah, ya sudah pesanlah sana, aku juga lapar." wanita itu sengaja mempermainkan Brian.


Brian mendengus kesal dengan kelakuan istri kecilnya itu sambil keluar dari kamar.


Setelah selesai memesan delivery order, Brian kembali ke kamar. Bergabung merebahkan tubuhnya di samping istrinya


"Sayang..." panggil Aqira, menyampingkan tubuhnya menghadap Brian.


"Hem... Ada apa?" sahut Brian yang juga mengahadap wanita itu.


"Kau belum cerita siapa wanita itu." ujar Aqira.


Brian tau siapa yang dimaksud oleh istrinya itu. Wajar saja wanita itu penasaran dengan wanita bernama Jessi itu, melihat mereka yang saling berpelukan, pasti membuat istrinya gelisah, pikir Brian.


Padahal tidak, Aqira sudah mengetahui semuanya, wanita itu hanya ingin mendengar semuanya langsung dari mulut pria ini.


Aqira ingin melihat apakah ada yang ditutupi suaminya darinya.


"Kau sungguh ingin tau?" tanya Brian.


Aqira mengangguk, "Baiklah akan kuceritakan semuanya."


Aqira menatap pria yang sedang menarik nafasnya itu dengan antusias.


"Namanya Jessi.. dulu kami hanya teman satu kelas. Tapi kami memulai hubungan setahun setelah lulus SMA."


"Kenapa?" potong Aqira.


"Kau tau sayang, dulu aku tidak pernah tertarik menjalin hubungan dengan seseorang, aku hanya fokus dengan pelajaranku dan segala tugas mengenai perusahaan yang diberikan oleh Daddy."


Kening Aqira berkerut, "Tugas kantor? Bukankah saat itu kau masih sekolah?" tanya Aqira.

__ADS_1


"Iya, walaupun aku masih sekolah saat itu Daddy sudah mendidikku untuk mengolah perusahaan. Daddy mendidikku dengan begitu keras, sehingga tidak membiarkan aku menjalin hubungan dengan wanita."


"Benarkah Daddy seperti itu?" Aqira nampak tidak percaya, Darman yang selama ini dikenalnya merupakan sosok yang lembut sangat mustahil melakukan hal itu.


"Kau tidak percaya?" Aqira mengangguk.


"Sekarang saja kau melihat pak tua itu bersikap lembut, padahal dulu pria tua itu sangat kejam dan tegas.


Aqira mengangguk mengerti, "Tapi kenapa sifat Daddy berubah sekarang?"


"Mungkin dia merasa ajalnya sudah dekat, makanya dia ingin menebus kesalahannya dulu." ucap Brian terkekeh.


Aqira langsung memukul dada Brian, "Kau ini, bicaralah yang sopan pada orangtua." gerutu Aqira.


"Haha Maaf.


Aku juga tidak tau kenapa Daddy berubah, seingatku sikap Daddy berubah sejak Jessi meninggalkanku beberapa tahun yang lalu. jelas Brian.


Aqira nampak berpikir, "Hmm semua orang pasti berubah." lirih Aqira.


"Kau benar, semua orang pasti berubah." sahut Brian.


"Sekarang kembali ke topik, bagaimana ceritanya sampai kau menyukainya." ujar wanita itu.


"Kau semangat sekali, apa kau tidak cemburu membahas masa laluku dengan wanita lain?" heran Brian.


"Untuk apa aku cemburu, yang terpenting sekarang kau sudah menjadi milikku." ujar Aqira penuh keyakinan.


"Heh kau percaya diri sekali Nona, kau tidak takut jika suami tampanmu itu berpaling kepada wanita itu?" Brian sengaja menggoda wanita itu.


"Ohh silahkan saja, pergilah, pergi temui saja wanita itu." sinisnya.


Brian meletakkan tangan Aqira di dadanya, "Di dalam sini sudah diisi penuh oleh namamu, tidak ada tempat untuk wanita lain lagi." sontak ucapan Brian barusan membuat pipi Aqira merona.


"Jangan menggombal." wanita itu memukul pelan dada Brian untuk menutupi kegugupannya.


"Aku tidak menggombal, itu memang benar adanya, aku akan gila jika sampai kau pergi dari sisiku. Sungguh aku sangat mencintaimu lebih dari apapun." Brian mengungkapkan isi hatinya dengan sungguh-sungguh.


Wajah Aqira tidak hanya merona, bibirnya menipis menyunggingkan senyum kebahagian yang tak terkira.


Pengakuan pria ini telah berhasil membuat hati wanita itu berbunga-bunga.


Aqira tidak tahan ingin memeluk pria itu, sedetik saja tangan mungilnya sudah melingkari tubuh kekar Brian.


"Aku juga mencintaimu... Sangat mencintaimu."


"Maka berjanjilah untuk tetap di sisiku selamanya, apapun yang terjadi.." tangan kekarnya mengusap lekuk punggung wanita itu.


Aqira melepas pelukannya, kemudian menyodorkan kelingkingnya di depan Brian, dan disambut pria itu dengan jari kelingkingnya juga, "Aku berjanji, apapun yang terjadi, aku akan selalu ada di sisimu... selamanya." ucap Aqira sungguh-sungguh.


Pria itu tersenyum lembut, "Aku berjanji, apapun yang terjadi, aku akan tetap mencintaimu, menjagamu, dan membahagiakanmu sampai akhir hayatku..."


Kedua manik Aqira mengembun tanpa diminta ketika mendengar pernyataan suaminya.


"Kenapa janjimu lebih banyak dariku..." tanyanya dengan manja.


"Itu memang sudah menjadi tugasku, tugasmu hanyalah tetap di sisiku, mendampingiku kemanapun aku melangkah." lalu mengecup bibir merekah milik Aqira.


Awalnya hanya kecupan biasa, tetapi tubuh mereka menginginkan lebih dari ini.

__ADS_1


Pria itu melepas tautan bibir mereka, menatap wanitanya penuh mendamba.


"Sayang.. aku merindukanmu.." dengan bibir masih saling menempel.


"Aku juga merindukanmu.." lirih Aqira dengan malu-malu.


Aqira sengaja menekan bagian tubuhnya pada tubuh Brian, agar pria itu tau jika dia juga sangat menginginkannya.


Brian terkejut sekaligus senang akan respon Aqira, biasanya wanita ini hanya menikmati dan sesekali membalas sentuhannya di percintaan mereka sebelumnya.


Tanpa dapat menahannya lagi, Brian melucuti pakaian istrinya dengan hati-hati. Kembali pria itu menjamahi tubuh istrinya yang satu malam ini dirindukannya.


"Aku mencintaimu..." bagaikan sebuah kalimat mantra selalu mereka ucapkan setelah kepuasan batin mereka dapatkan.


Mereka terlalu sibuk dalam kegiatan mereka, sampai tidak mendengar kurir pengantar makanan yang sedari tadi mengetuk pintu rumah Aqira.


Author : Yang sabar ya Mas, sini deh antar ke rumah aku aja pesanannya.


Kurir : 🙁


Readers : Eh jangan mas ke sini aja...


Kurir : 😐


Brian : Berani memberikannya nyawamu melayang 😈


Kurir : 😲


Aqira : Sayang... lagi... 😣


Brian : Ah iya sayang ( menyerang Aqira)


Author, Readers and kurir : 😏😏 Dasar Brian.


Wkwk 😂😂 Dari Cerita berujung bercinta.


Jangan lupa like dan votenya yaaa


Votenya yang banyak ok 😉


Keep Healthy 💪💪


Love you all 😘😗


.


.


.


.


.


.


.


.

__ADS_1


__ADS_2