JODOHKU PEMBANTUKU

JODOHKU PEMBANTUKU
Episode 99


__ADS_3

"Hm bukankah sebelum aku kecelakaan kau ingin bercerai dariku?"


Brian memejamkan matanya sejenak, lalu menatap Aqira lekat-lekat.


"Aku akan mengabulkan keinginanmu itu." ucap Brian datar.


Aqira tertegun mendengar ucapan Brian baru saja. Mengabulkan? Mengabulkan apa maksudnya?


"Sayang...maksudmu apa, aku..aku tidak mengerti."


"Aku akan mengabulkan permintaanmu tempo hari, sebelum aku mengalami kecelakaan."


Manik mata Aqira membola saat itu juga, jadi Brian benar-benar akan menceraikannya?


"Sayang... kau tidak sedang bercanda kan?"


"Aku serius."


"Tidak! Tidak mau. Kau tidak boleh menceraikanku, aku tidak mau!" ujarnya, suaranya tercekat oleh tangisan yang bersiap-siap meledak.


"Tidak... jangan tinggalkan aku...hu...hu...hu..." Aqira memohon dengan tangannya menggenggam erat salah satu tangan Brian.


"Bukankah itu keinginanmu? Kenapa sekarang kau tidak mau?" wajah Brian masih datar mengatakannya.


"Aku minta maaf. Aku tidak mau berpisah darimu...kumohon jangan tinggalkan aku...Aku mencintaimu..."


Brian menaikkan salah satu alisnya, "Kau mencintaiku?" yang diangguki oleh Aqira.

__ADS_1


"Sekarang aku ingin tanya, kenapa kau sampai berpikiran ingin bercerai sedangkan kau ternyata mencintaiku...?" tanya Brian serius.


"A-aku... aku tidak tahu."


"Jawab dengan benar!" tegas Brian, membuat Aqira tersentak.


"Maafkan aku. Aku sedang terbawa emosi saat itu, maaf..."


Keheningan kini meliputi di antara kedua insan yang sedang berperang dalam perasaan mereka masing-masing.


"Jangan tinggalkan aku..." Aqira berkata setelah beberapa menit keheningan di antara mereka.


Brian terdiam sebentar, lalu menjawab, "Mungkin aku bisa mempertimbangkan keputusanku..., tapi harus dengan syarat." kini senyum licik terbit di sudut bibirnya. Ayolah Brian, berhentilah mempermainkan Aqira.


"Syarat?"


"Baiklah aku mau. Katakan apa syaratnya?" Aqira terlihat tidak sabar.


Brian mendekatkan wajahnya di telinga Aqira, lalu membisikkan sesuatu di sana.


"Apa?! Aku tidak mau!" pekiknya setengah berteriak, lalu menjauh wajah dari Brian.


"Kau tidak mau?"


Aqira terdiam, jika dia tidak mau melakukan apa yang Brian bisikkan, maka Brian akan benar-benar menceraikannya.


Sebenarnya syarat Brian tidaklah sulit. Tapi itu sangat memalukan baginya.

__ADS_1


"Tidak adakah syarat yang lain?" tanya wanita itu dengan wajah memelas.


"Sayang sekali tidak ada." jawab Brian dingin.


"Baiklah. Aku akan melakukan syaratmu." akhirnya Aqira menyetujui syarat dari Brian.


"Kau yakin? Nanti kau berubah pikiran lagi?"


Aqira menggeleng, "Tidak akan. Aku sungguh tidak ingin berpisah darimu. Tolong jangan ceraikan aku." menatap suaminya dengan wajah memelas.


Brian tersenyum miring, kemudian menarik wajah Aqira ke dalam pelukannya.


"Aku tidak akan pernah meninggalkanmu." ujar pria itu seraya mengusap lembut surai hitam istrinya.


Aqira mendongakkan kepalanya, agar dapat melihat wajah Brian. Pria ini bersungguh-sungguhkah? Pikirnya.


"Aku tidak akan menceraikanmu sayang, percayalah." jelas Brian karena melihat keraguan di mata istrinya.


"Janji?"


"Aku berjanji sayang." mencubit hidung Aqira gemas. "Tapi aku mohon tolong jangan menyembunyikan apapun dariku, aku ingin kau selalu jujur padaku." pinta Brian.


Aqira menganggukkan kepalanya, "Aku janji akan selalu jujur padamu."


Brian tersenyum, kemudian membawa tubuh Aqira ke dalam pelukannya.


Sebenarnya Brian sudah memaafkan Aqira atas perbuatannya itu. Bukan tanpa alasan, rasa cintanya yang besar membuat Brian tidak mampu untuk menghukumnya.

__ADS_1


Brian sengaja mengatakan itu, hanya sekedar memberikan pelajaran kepada Aqira, agar tidak mengulanginya lagi. Sampai kapanpun Brian tidak akan pernah meninggalkan wanita ini.


__ADS_2